Inspirasi Menu Makan Siang Anak SD Agar Mau Konsumsi Sayur

Published date

Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral terbaik bagi tubuh manusia, terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Hal ini diperkuat dengan laporan dari Harvard Medical School yang menjelaskan berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari menambahkan buah dan sayuran segar ke dalam menu makanan Si Buah Hati setiap harinya. Beberapa manfaatnya antara lain:

  1. Mengontrol tekanan darah 
  2. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah. 
  3. Menjaga arteri tetap fleksibel
  4. Menjaga kesehatan tulang
  5. Menjaga kesehatan mata, otak, sistem pencernaan, dan setiap organ dalam tubuh Si Buah Hati

Meski sangat baik untuk mendukung pertumbuhan, sayangnya tak jarang anak-anak justru akan menyisakan sayuran di piring makannya karena dianggap memiliki rasa yang aneh dan tidak enak. Jika kebetulan Si Buah Hati termasuk anak yang sulit untuk makan sayuran, berikut ini beberapa inspirasi menu makan siang anak SD yang bisa Bunda buat agar mereka mau mengonsumsi sayur.

Daftar Menu Makan Siang Anak SD

Jika selama ini anak cenderung tidak mau makan sayur karena rasanya yang aneh, penampakan yang kurang menarik, cara pengolahan yang kurang variatif, atau memang merasa tidak suka hanya dengan melihat bentuknya, berikut ini beberapa contoh menu makan siang anak SD berbahan dasar sayuran yang bisa Bunda coba buat di rumah. Rasanya lezat!

1. Nugget sayuran

Memiliki rasa yang gurih, tekstur daging yang garing, serta rasanya yang lezat menjadikan nugget sebagai menu makan siang anak SD yang paling banyak digemari. Nah, jika selama ini Bunda lebih sering membelinya di supermarket, maka tidak ada salahnya jika mencoba untuk membuatnya sendiri di rumah. Jangan lupa selipkan sayuran seperti wortel, bayam, atau brokoli yang sudah dihaluskan ke dalam adonan nugget. Bumbui adonan sesua selera, lalu cetak sesuai bentuk yang diinginkan, dan kukus agar adonannya mengeras. Jika sudah mengeras, simpan di dalam freezer sebagai persediaan di rumah.  Saat akan menyajikannya, cukup goreng nuggetnya dan nikmati dengan sepiring nasi hangat dan saus tomat. Anak pasti suka!

2. Telur dadar isi bayam

Menu makan siang bergizi selanjutnya adalah telur dadar isi bayam. Cara membuatnya pun cukup mudah. Bunda hanya perlu mengocok satu butir telur dan membumbuinya dengan garam. Setelah itu tambahkan potongan daun bayam ke dalamnya, lalu aduk lagi hingga rata. Panaskan minyak dalam penggorengan, lalu goreng telur dadarnya hingga matang. Telur dadar isi bayam siap disajikan.

3. Popcorn kembang kol 

Bagi anak-anak, tekstur kembang kol yang sedikit keras membuat mereka merasa malas untuk mengonsumsinya. Jika selama ini Bunda hanya mengolah kembang kol menjadi hidangan seperti capcay dan sop ayam, cobalah untuk membuat hidangan lain yang lebih unik dan menarik. Misalnya dengan membuat popcorn kembang kol. Caranya sangat mudah, Bunda cukup memotong kembang kol menjadi ukuran kecil, lalu membumbuinya sesuai selera. Setelah itu, goreng hingga kering dan sajikan dengan taburan keju parut di atasnya.

Baca Juga: 7 Ide Menu Sarapan untuk Anak

4. Brokoli dan terong goreng tepung

Hampir sama dengan kembang kol, Bunda juga bisa mengakali menu makan siang anak SD yang terbuat dari sayur dengan membuat brokoli maupun terong goreng tepung. Untuk yang satu ini, cukup bersihkan sayuran, lalu balut dengan telur yang sudah dikocok. Setelah itu, lapisi kembali dengan tepung yang sudah dibumbui. Goreng hingga kering dan sajikan dengan nasi hangat serta saus tomat. Yummy

5. Sup telur jagung

Menu makan siang selanjutnya adalah sup telur jagung dengan isian telur, jagung, wortel yang sudah dipotong dadu kecil, serta daun bawang di dalamnya. Selain nikmat, menu yang satu ini juga sangat bergizi karena terdapat sayuran di dalamnya.

Selain daftar makanan di atas, dukung proses belajar dan tumbuh kembang anak dengan memberikan makanan bergizi seimbang. Sebagai pelangkap, Bunda juga bisa memberikan susu utuk bantu optimalkan tumbuh kembang Si Buah Hati.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun.  

DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.  

Saat ini DANCOW FortiGro juga dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi, sehingga sangat cocok dijadikan bekal sekolah maupun untuk menemani Si Buah Hati belajar di rumah.

Dengan inspirasi menu makan siang anak SD di atas, semoga Si Buah Hati tak lagi sulit untuk makan sayur ya, Bunda!

Image Article
Inspirasi Menu Makan Siang Anak SD Agar Mau Konsumsi Sayur
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Tips Memilih Susu Anak 7 Tahun untuk Dukung Kecerdasan

Published date

Memasuki usia sekolah, kebutuhan gizi dan pendidikan anak merupakan hak yang harus dipenuhi dengan baik oleh orang tua. Sebab, hal inilah yang nantinya akan memengaruhi kemampuan intelegensi atau kecerdasan otak mereka agar dapat bersaing dengan anak seusianya serta berguna bagi kehidupannya di masa yang akan datang. 

Kebutuhan gizi ini dapat dipenuhi dengan cara memberikan susu anak umur 7 tahun untuk mendukung tumbuh kembang dan proses belajarnya. Lantas, bagaimana cara memilih susu yang bagus buat anak umur 7 tahun? Yuk, temukan jawabannya di sini!

Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak

Banyak ahli yang mengatakan bahwa kecerdasan anak diturunkan dari sang ibu. Sebab secara biologis wanita memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan pria hanya memiliki 1 kromosom X dan 1 kromosom Y (XY). Kromosom X inilah yang merupakan gen kecerdasan secara utuh dari sang ibu yang diturunkan kepada anak-anaknya, baik anak laki-laki maupun perempuan. 

Meski begitu, Dr. Aikins, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Wayne and Merrill Palmer Skillman Institute for Child and Family Development di Detroit menjelaskan bahwa kecerdasan anak di usia sekolah merupakan bagian dari proses dalam hidupnya. Selain mendampingi anak belajar, berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan kecerdasan anak.

  1. Bermain alat musik. Penelitian telah menunjukkan bahwa pelatihan musik dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman verbal anak. Di sela waktu belajar anak, Bunda bisa mengajaknya bermain musik atau mendengarkan lagu di rumah. Bila perlu, pertimbangkan juga untuk mengikutsertakan Si Buah Hati untuk les musik sesuai dengan minatnya.
  2. Melakukan aktivitas fisik. Selain membuat tubuh menjadi lebih sehat, mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik juga merupakan dasar dari aktivitas intelektual yang dinamis dan kreatif. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang lebih cepat menyerap kosakata baru sebanyak 20 persen setelah berolahraga. 

Oleh karena itu, dukunglah Si Buah Hati untuk melakukan olahraga favoritnya dan aktivitas fisik di luar rumah, seperti bersepeda, jalan santai, atau sekedar bermain lempar tangkap di halaman rumah.

  1. Melibatkan anak dalam melakukan pekerjaan di rumah, seperti memasak misalnya. Saat Si Buah Hati membantu di dapur, mereka bisa belajar banyak hal, mulai dari berhitung, mengukur bahan masakan, dan juga belajar mengenali berbagai macam sayur dan bumbu sekaligus menambah kosakata baru. 

Baca Juga: Apa Susu Anak SD Kelas 6? Simak di Sini!

Claire McCarthy, seorang dokter sekaligus editor dari Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa perkembangan otak yang sehat juga harus didukung oleh asupan gizi yang baik, seperti:

  1. Protein yang dapat ditemukan dalam daging, unggas, makanan laut, kacang-kacangan, telur, produk kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta produk susu.
  2. Seng yang dapat ditemukan dalam makanan seperti tiram, daging, ikan, produk susu, dan kacang-kacangan.
  3. Zat besi yang dapat ditemukan dalam makanan daging, kacang-kacangan dan lentil, sereal dan roti yang diperkaya, sayuran berdaun gelap, dan kentang panggang.
  4. Kolin yang banyak terdapat pada daging, produk susu, dan telur.
  5. Yodium yang terdapat dalam makanan laut, produk susu, dan biji-bijian.
  6. Vitamin A dalam hati ayam, wortel, ubi jalar, bayam, dan susu.
  7. Vitamin D atau "vitamin sinar matahari" yang banyak ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon, minyak hati ikan, dan susu yang diperkaya vitamin D di dalamnya.
  8. Vitamin B6. Sumber terbaik vitamin B6 adalah hati dan daging organ lainnya, ikan, kentang, dan susu.
  9. Vitamin B12 yang secara alami ditemukan dalam produk hewani, seperti daging, ikan, telur, dan produk susu
  10. Asam lemak omega-3 yang mudah ditemukan dalam lemak ikan dan minyak ikan dan produk susu.

Dari penjelasan ini juga kita tahu bahwa selain makanan bergizi seimbang, memberikan susu anak umur 7 tahun juga bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan otak anak usia sekolah. 

Tips Memilih Susu untuk Anak Umur 7 Tahun ke Atas 

Meski bukanlah hal yang sulit, memilih susu yang bagus buat anak umur 7 tahun bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan sembarangan. Melansir dari Harvard School of Public Health, susu yang baik dikonsumsi untuk anak usia sekolah adalah yang terbuat dari susu sapi dengan kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang baik untuk meningkatkan kepadatan tulang.

Pastikan juga bahwa susu yang Bunda berikan mengandung vitamin dan mineral yang mampu membantu meningkatkan perkembangan otak anak, seperti DANCOW FortiGro. DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream. 

DANCOW FortiGro juga dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi ketika di sekolah atau dalam perjalanan.

Setelah membaca penjelasan di atas, sekarang Bunda tak perlu bingung lagi deh untuk memilih susu yang bagus buat anak umur 7 tahun. Yuk, lengkapi persediaan DANCOW FortiGro sekarang juga!

Image Article
Tips Memilih Susu  Anak 7 Tahun untuk Dukung Kecerdasan
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Bunda, Simak Manfaat Susu untuk Anak Sekolah Berikut Ini

Published date

Susu merupakan salah satu jenis minuman yang banyak disukai oleh anak-anak. Pada umumnya, susu yang sering dikonsumsi oleh anak-anak berasal dari susu sapi murni. Tak hanya memiliki rasa yang nikmat dan hadir dalam berbagai varian rasa, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat dalam susu untuk anak sekolah juga dikenal sangat baik untuk mendukung proses tumbuh kembang anak. 

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang menjelaskan bahwa kebutuhan gizi untuk anak usia sekolah dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:

  1. Makan utama sebanyak tiga kali sehari dan disertai makanan atau minuman selingan yang sehat untuk mendukung perkembangan otaknya. 
  2. Mengonsumsi sayuran dan cukup buah-buahan.
  3. Mencukupi kebutuhan air mineral setiap harinya.
  4. Membatasi konsumsi makanan cepat saji, makanan tinggi gula, dan makanan berlemak.
  5. Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung protein, seperti ikan, daging, dan susu yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan serta peningkatan daya ingat dan kognitif di sekolah.

Manfaat Kandungan Susu untuk Anak Usia Sekolah

Lebih lanjut lagi, batas konsumsi susu pada anak usia sekolah (6-12 tahun) menurut penjelasan dari Mayo Clinic adalah dua hingga tiga gelas susu setiap harinya. Berikut ini kandungan vitamin dan mineral yang ditemukan dalam jumlah yang sangat besar pada susu untuk anak sekolah. 

  1. Protein yang baik untuk mendukung proses tumbuh kembang anak, perbaikan sel, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ada dua jenis protein utama yang ditemukan dalam susu, yaitu kasein dan protein whey. Keduanya dianggap sebagai protein berkualitas tinggi.
  2. Vitamin B12 yang baik untuk meningkatkan fungsi tubuh, mulai dari otak, saraf, dan sel darah.
  3. Kalsium mudah diserap tubuh. Mineral ini berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  4. Riboflavin atau dikenal juga sebagai vitamin B2 yang baik untuk meningkatkan kesehatan pencernaan, otak dan sistem saraf, dan diperlukan untuk pembentukan sel darah.
  5. Fosfor. Produk susu adalah sumber fosfor yang baik, mineral yang memainkan peran penting dalam banyak proses biologis, seperti meningkatkan kekuatan tulang dan otot, meningkatkan energi, dan menjaga kesehatan gigi.
  6. Vitamin D yang baik untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah adanya gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah.

Baca Juga: DANCOW FORTIGRO untuk Usia Berapa? Cek Susu Anak SD Kelas 6

Oleh karena itu, jika kita simpulkan maka manfaat minum susu untuk anak sekolah adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai sumber energi karena susu juga mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang merupakan sumber kalori utama pada tubuh. Kalori inilah yang dijadikan sebagai ‘bahan bakar’ yang digunakan oleh anak usia sekolah untuk bergerak dan berpikir.
  2. Mendukung proses pertumbuhan anak berkat kandungan protein dan kalsium di dalamnya. 
  3. Menjaga kesehatan dan kekuatan gigi berkat kandungan fosfor di dalamnya.
  4. Membantu kesehatan jantung, karena biasanya susu pertumbuhan anak dilengkapi dengan kandungan DHA di dalamnya.
  5. Susu untuk kecerdasan anak sekolah berkat kandungan vitamin B kompleks di dalamnya.

Bunda tak perlu bingung memilih produk susu untuk mendukung proses tumbuh kembang Si Buah Hati. Sebagai rekomendasinya, berikan susu cokelat untuk anak sekolah seperti DANCOW FortiGro Cokelat. DANCOW FortiGro merupakan susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. 

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Selain rasa cokelat yang disukai anak-anak, DANCOW FortiGro juga tersedia dalam varian lain, yaitu Instant dan Full Cream yang tak hanya dapat dinikmati oleh anak-anak, tapi juga oleh seluruh anggota keluarga selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi.   

Lebih praktis lagi, DANCOW FortiGro juga dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila, sehingga sangat cocok dijadikan bekal sekolah maupun untuk menemani Si Buah Hati belajar di rumah.

Image Article
Bunda, Simak Manfaat Susu untuk Anak Sekolah Berikut Ini
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Berapa Takaran Susu Dancow yang Tepat? Simak Penjelasan Ini!

Published date

Selain makanan bergizi seimbang, susu mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan anak seperti vitamin D dan kalsium untuk membangun tulang yang kuat. Salah satu susu yang bisa Bunda pilih untuk memenuhi asupan nutrisi anak adalah susu DANCOW.

Meskipun susu mengandung nutrisi yang baik, tapi terlalu banyak minum susu juga tidak baik. Terlalu banyak minum susu bisa membuat anak terlalu kenyang sehingga tidak mau makan dan akhirnya nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi. Karenanya, Bunda juga perlu mengetahui takaran susu DANCOW yang tepat.

Artikel ini akan membahas mengenai pentingnya susu pertumbuhan untuk setiap tahapan usia, takaran, hingga cara penyajian susu DANCOW yang tepat.

Pentingnya Susu Pertumbuhan

Masa toddlers(usia anak sekitar 1-3 tahun) dan prasekolah (usia anak sekitar 3-6 tahun) merupakan tahapan yang perlu mendapat perhatian khusus bagi orang tua. Untuk itu Bunda perlu melakukan pengukuran (berat badan, tinggi, lingkar kepala) berkala ke pusat layanan kesehatan untuk memastikan tumbuh kembang Si Buah Hati tidak ada kelainan. 

Frekuensi pengukuran yang disarankan adalah setiap bulan sampai usia satu tahun, setiap 3 bulan sampai usia 3 tahun, setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun, dan 1 tahun sekali pada tahun-tahun berikutnya.

Selain itu, pada periode toddlers, anak mulai belajar mengenai kemandirian dan membentuk kepribadian mereka sendiri dengan menyadari bahwa mereka bisa memiliki perasaan, pemikiran, kehidupan sosial, dan pembelajarannya sendiri yang berguna untuk mengeksplor dunia sekitarnya. Memasuki usia  prasekolah, mengasuh si Buah Hati juga menjadi tantangan tersendiri karena di usia ini anak mulai punya energi yang meluap, mulai suka memerintah, suka menentang, bahkan berperilaku di luar batas.

Hal ini karena pertumbuhan anak juga pesat. Ukuran otak mereka mencapai 80% otak orang dewasa pada usia 2 tahun. Bahkan Bunda bisa memprediksi tinggi badan anak saat dewasa, yaitu dua kali lipat tinggi badannya di usia 2 tahun.

Namun di sisi lain, anak-anak usia prasekolah (sekitar 3-6 tahun) rentan kurang gizi karena tak jarang mereka menjadi picky eater. Diperkirakan ada 14-50% anak prasekolah menjadi picky eater. 

Oleh karenanya, pemberian susu pertumbuhan untuk anak usia 1 – 3 Tahun bisa dukung pertumbuhan dan perkembangan Si Buah Hati agar lebih optimal.

Takaran Susu DANCOW yang Tepat

Bunda, agar manfaat susu dapat diperoleh Si Buah Hati dengan maksimal, yuk simak takaran susu DANCOW yang tepat dan kandungan gizinya.

DANCOW 1+ Imunutri

DANCOW 1+ Imunutri adalah susu pertumbuhan yang ditujukan untuk anak usia 1-3 tahun. DANCOW 1+ Imunutri mengandung Vitamin C & Zink, Kalsium, Protein, Vitamin D serta, DHA, Zat Besi, dan Omega 3 & 6. 

Takaran susu DANCOW 1-3 tahun yang tepat per takaran saji adalah 35 g atau 3 sendok makan susu dengan air hangat 190 ml.

Baca Juga: Susu untuk Perkembangan Otak Anak 4 Tahun

DANCOW 3+ Imunutri

DANCOW 3+ Imunutri mengandung Vitamin C, Vitamin E, zink, DHA, Omega 3 & 6, sumber Zat Besi, tinggi Kalsium, dan Vitamin D.

Takaran susu DANCOW 3+ yang tepat untuk per takaran saji adalah 32 g susu atau 3 sendok makan dengan campuran air matang hangat 165 ml.

DANCOW 5+ Imunutri

DANCOW 5+ Imunutri adalah susu bubuk yang mengandung Vitamin B6, B12, Biotin, Vitamin D, dan kalsium.

Takaran pembuatan satu gelas susu DANCOW 5+ Imunutri adalah 33,3 g susu atau 3 sendok makan dicampur dengan 150 ml air matang hangat.

Cara Penyajian Susu DANCOW

Pembuatan susu DANCOW sangatlah sederhana. Bunda bisa memerhatikan takaran jenis susu Si Buah Hati atau melihat penjelasan di atas dan mengikuti petunjuk penyajian di kemasan susu. 

Sebagai contoh, untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya untuk DANCOW 1+ Imunutri:

  1. Cuci tangan sebelum mempersiapkan susu.
  2. Pastikan semua peralatan (sendok dan gelas) telah dicuci hingga bersih.
  3. Tuangkan air matang hangat 45°C ke dalam gelas dan sesuaikan takaran air dengan jenis susu DANCOW yang dikonsumsi (keterangan petunjuknya bisa dicek di kemasan).
  4. Masukkan 3 sendok makan (sesuaikan dengan jenis susu).
  5. Aduk sampai larut. Susu siap disajikan. Segera habiskan dalam batas waktu 1 jam setelah dibuat.
  6. Simpan susu bubuk yang tersisa dalam kemasan dengan melipat kantong saset beberapa kali dan simpan dalam toples yang kering, bersih, dan kedap udara. Habiskan dalam waktu 3 minggu.

Itu tadi informasi mengenai takaran susu DANCOW sesuai dengan jenisnya. Semoga informasinya membantu ya Bunda. 

Image Article
Berapa Takaran Susu Dancow yang Tepat? Simak Penjelasan Ini!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

6 Tips Memberi Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Published date

Anak membutuhkan berbagai jenis vitamin dan mineral untuk tumbuh sehat dan kuat. Anak balita hingga masa remajanya membutuhkan asupan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mentalnya.

Bukan hanya untuk pertumbuhan fisik, si Buah Hati juga memerlukan asupan vitamin untuk daya tahan tubuh anak. Ya, beberapa jenis vitamin sejak lama dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini bukan isapan jempol karena setiap tahap sistem imun tubuh memang bergantung pada berbagai jenis mikronutrien, termasuk vitamin.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat vitamin yang bagus untuk daya tahan tubuh anak? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Ketahui Kapan Si Buah Hati Butuh Asupan Vitamin

Saat lahir ke dunia, si Buah Hati memiliki kekebalan tubuh yang belum sempurna. Daya tahan tubuh akan berkembang selama hidup dengan terpapar berbagai benda asing selama masa kanak-kanak hingga nantinya matang di usia dewasa.

Daya tahan tubuh sendiri cukup bergantung pada asupan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Ini artinya, sejak lahir si Buah Hati sudah membutuhkan vitamin.

Konsultasikan dengan Dokter

Idealnya, vitamin diperoleh dari asupan makanan yang dikonsumsi oleh si Buah Hati. Jika memang tidak tercukupi, Bunda bisa memberikan suplemen vitamin untuk anak setelah bekonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Misalnya saja jika si Buah Hati susah makan.Konsultasi dengan dokter akan membantu Bunda memastikan bahwa si Buah Hati benar-benar mendapat asupan vitamin yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

Ketahui Jenis Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Beberapa penelitian menunjukkan beberapa jenis vitamin yang penting untuk daya tahan tubuh seperti vitamin A, B, C, D, dan E. Berikut penjelasan masing-masing sumber vitamin tersebut.

Vitamin A

Vitamin A berfungsi dalam  perkembangan mata, menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan sistem imun.

Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan B12) sangat penting untuk kesehatan tubuh, terutama sistem imun dan saraf.

Vitamin C

Vitamin C dapat menstimulasi aktivitas  sel darah putih yang berperan penting untuk daya tahan tubuh.

Vitamin D

Salah satu vitamin untuk daya tahan tubuh anak 2 tahun yang tidak boleh diabaikan adalah vitamin D. Vitamin D membantu sistem imun melawan bakteri dan virus.

Vitamin E

Banyak penelitian membuktikan adanya efek imunostimulan vitamin E yang memberi peningkatan daya tahan tubuh terhadap infeksi. 

Pilih Makanan sebagai Sumber Vitamin

Bunda sudah tahu jenis vitamin untuk daya tahan tubuh anak, selanjutnya Bunda perlu mengetahui sumber vitamin tersebut.

Vitamin A

Jenis makanan yang sarat akan vitamin A seperti wortel, brokoli, ubi jalar, bayam, mangga, dan berbagai produk susu.

Vitamin B Kompleks

Bunda bisa memberikan daging, sayuran, kacang-kacangan, dan juga telur sebagai sumber vitamin B untuk si Buah Hati.

Vitamin C

Agar kebutuhan kandungan vitamin untuk daya tahan tubuh anak dari vitamin C tercukupi, anak-anak dapat diberikan makanan buah dan sayur secara rutin seperti pepaya, jeruk, kiwi, tomat, hingga jambu biji.

Vitamin D

Vitamin D bisa diproduksi oleh tubuh dengan berjemur di bawah sinar matahari. Selain sinar matahari, vitamin D juga bisa ditemukan dalam susu dan sereal yang telah difortifikasi, ikan salmon, dan sarden.

Vitamin E

Bunda bisa mencampurkan minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran ke dalam makanan si Buah Hati sebagai sumber vitamin E.

Baca Juga: 7 Sumber Makanan yang Baik untuk Nutrisi Otak Si Buah Hati

Perhatikan Jumlah Kebutuhan Harian Vitamin

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menetapkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), rata-rata kebutuhan zat gizi yang harus dipenuhi setiap hari bagi semua orang dengan menimbang  usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, hingga kondisi fisiologis untuk dapat hidup sehat.

Secara garis besar, berikut kebutuhan vitamin anak berdasarkan usia menurut AKG.

Kebutuhan Vitamin Anak Usia 1-3 Tahun

Kebutuhan vitamin anak usia 1-3 tahun yang dianjurkan dalam AKG sebagai berikut: 

  • Vitamin A: 400 RE/hari

  • Vitamin D: 15 mcg/hari

  • Vitamin K: 15 mcg/hari

  • Vitamin B1: 0,5 mg/hari 

  • Vitamin B2: 0,5 mg/hari

  • Vitamin B3: 6 mg/hari

  • Vitamin B5: 2 mg/hari

  • Vitamin B6: 0,5 mg/hari

  • Vitamin E: 6 mcg/hari 

  • Folat: 160 mcg/hari 

  • Biotin: 8 mcg/hari

  • Kolin: 200 mg/hari

  • Vitamin B12: 1,5 mcg/hari 

  • Vitamin C: 40 mg/hari

Kebutuhan Vitamin Anak Usia 4-6 Tahun 

Kebutuhan vitamin anak usia 4-6 tahun yang dianjurkan dalam AKG sebagai berikut: 

  • Vitamin A: 450 RE/hari 

  • Vitamin D: 15 mcg/hari

  • vitamin K: 20 mcg/hari

  • Vitamin B1: 0,6 mg/hari 

  • Vitamin B2: 0,6 mg/hari

  • Vitamin B3: 8 mg/hari

  • Vitamin B5: 3 mg/hari

  • Vitamin B6: 0,6 mg/hari

  • Vitamin E: 7 mcg/hari 

  • Folat: 200 mcg/hari 

  • Biotin: 12 mcg/hari

  • Kolin: 250 mg/hari

  • Vitamin B12: 1,5 mcg/hari 

  • Vitamin C: 45 mg/hari

Selain dari makanan yang bervariasi, Bunda juga dapat memberikan asupan tambahan berupa susu DANCOW 1+ Imunutri yang  diformulasikan untuk membantu dukung tumbuh kembang si Buah Hati berusia 1-3 tahun. DANCOW 1+ Imunutri mengandung protein dan difortifikasi dengan vitamin C sebagai salah satu vitamin untuk daya tahan tubuh anak , zink, zat besi, omega 3 & 6, kalsium, vitamin D, dan juga DHA.

Image Article
6 Tips Memberi Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Mengenal Susu Formula yang Rendah Gula

Published date

Tumbuh kembang Si Buah Hati sangat dipengaruhi asupan makanan dengan kandungan gizi yang sesuai kebutuhannya. Untuk itu Bunda perlu cermat untuk memberikan makanan dan asupan yang dibutuhkan Si Buah Hati menurut pertambahan usianya. ASI eksklusif hingga anak usia 6 bulan merupakan asupan terbaik bagi Si Buah Hati.

Namun saat usia bertambah, khususnya menginjak usia 6 bulan, Si Buah Hati juga membutuhkan tambahan asupan gizi harian karena energi dan nutrisi dari ASI saja sudah tidak cukup. Karena itu, di usia Si Buah Hati yang menginjak 6 bulan, WHO menyarankan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang adekuat atau memenuhi kebutuhan energi, protein, makro dan mikronutrien untuk tumbuh kembangnya serta tetap memberikan ASI sampai anak berusia dua tahun atau lebih.

Kebanyakan Bunda tidak mengalami banyak masalah saat memberikan ASI kepada Si Buah Hati. Namun, sebagian Bunda lain mungkin mengalami kesulitan memberikan ASI karena beberapa indikasi medis. Saat ASI tidak dapat diberikan karena indikasi medis, Bunda perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tentang pemberian nutrisi bayi yang tepat, termasuk pemberian susu formula rendah gula.

Tentunya susu formula yang diberikan perlu mengandung nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang Si Buah Hati. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan panduan kebutuhan nutrisi harian anak dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

AKG merupakan acuan yang dibuat pemerintah untuk menghitung kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, air, vitamin, dan mineral dalam konsumsi harian masyarakat Indonesia. Perlu Bunda ketahui bahwa beberapa susu formula mengandung gula yang indikasi nya kurang baik untuk kesehatan. 

Batasan Konsumsi Gula

Bunda, pedoman World Health Organization (WHO) yang baru merekomendasikan orang dewasa dan anak-anak untuk mengurangi asupan gula bebas harian hingga kurang dari 10 persen dari total asupan energi mereka. 

Adapun yang dimaksud dengan gula tambahan yaitu gula yang ditambahkan dalam makanan, seperti contohnya gula pasir dan sirup.

Sedangkan anak-anak di bawah 2 tahun seharusnya tidak mengonsumsi gula tambahan dalam menu makanannya.

Mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula sering dikaitkan dengan obesitas.  Konsumsi gula tambahan berlebih juga dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Kandungan yang perlu diperhatikan pada Susu Formula

Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter dan menanyakan bagaimana cara memilih susu formula sehat yang rendah gula.

Selain kandungan gula, berikut beberapa kandungan yang perlu Bunda perhatikan untuk menghindari risiko kesehatan.

1. Laktosa

Seperti  produk susu pada umumnya, susu formula dengan gula tambahan  juga mengandung laktosa.

Laktosa memiliki beberapa manfaat, salah satunya untuk pembentukan mikrobiota usus yang menguntungkan tubuh, membantu penyerapan mineral, serta mendukung sistem imun.

Sebagai tambahan informasi, laktosa juga membantu Si Buah Hati untuk meningkatkan penyerapan Kalsium lho, Bunda.

Penggantian laktosa dengan karbohidrat lain hanya dibenarkan jika terjadi gejala intoleransi. Bila Si Buah Hati memiliki kondisi intoleransi laktosa, maka Bunda perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memilih alternatif susu formula bebas laktosa.

2. Vitamin D

Vitamin D mendukung kesehatan tulang yang memastikan tubuh menyerap dan mempertahankan cukup kalsium dan fosfor, keduanya penting untuk membangun tulang kuat dan mencegah rakhitis.

Kekurangan vitamin D juga meningkatkan risiko patah tulang pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Vitamin D berperan dalam respon sistem kekebalan tubuh dan telah dikaitkan dengan kesehatan mental di mana ada penelitian yang menunjukkan orang dengan kekurangan vitamin D berisiko lebih tinggi mengalami depresi.

3. Protein

Susu adalah salah satu sumber protein yang baik untuk si Buah Hati. Protein dibutuhkan anak agar tubuhnya dapat tumbuh dan berfungsi dengan baik, termasuk membangun jaringan baru dan memproduksi antibodi yang membantu melawan infeksi. Tanpa asam amino esensial yang merupakan bahan penyusun protein, anak-anak akan jauh lebih rentan terhadap penyakit serius.

4. Vitamin A

Bunda, sementara itu vitamin A dalam susu berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan si Buah Hati.

Vitamin A juga penting untuk penglihatan sebagai komponen penting dari rhodopsin,  yang merupakan protein peka cahaya di retina yang merespons cahaya yang masuk ke mata.

5. Zink

Nutrisi lain yang terkandung dalam susu formula yang rendah gula adalah zink. Zink berfungsi mengaktifkan sel darah putih yang disebut limfosit sel T, yang berperan penting dalam meningkatkan sistem imun.

Zink juga berperan mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka dengan berperan dalam produksi kolagen, yakni serat protein yang memberi kekuatan dan tekstur elastis pada kulit.

Zink juga mendukung tumbuh kembang anak. Kekurangan asupan zink menghambat pertumbuhan anak yang mengakibatkan kognitif dan motoriknya terlambat.

Bagi balita, zink juga berperan menurunkan tingkat keparahan penyakit diare.

Setelah mengetahui bahasan mengenai kandungan gizi susu formula yang rendah gula tersebut, semoga bisa jadi panduan bagi Bunda untuk memberikan asupan yang dibutuhkan oleh Si Buah Hati untuk tumbuh kembangnya.

Susu formula bayi harus selalu disiapkan, digunakan dan disimpan sesuai dengan petunjuk pada label untuk menghindari risiko kesehatan pada bayi.

Jangan lupa untuk konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui info lebih jelas terkait tumbuh kembang Si Buah Hati, termasuk kebutuhan asupan nutrisi.

Baca Juga: Apa Fungsi Sukrosa pada Susu bagi Si Buah Hati? Cek di Sini!

Tips Memilih Susu Rendah Gula

American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa jenis minuman terbaik yang bisa diberikan orang tua bagi anak-anak usia 5 tahun ke bawah adalah air putih dan susu sapi untuk mencukupi kebutuhan cairan dan juga asupan vitamin serta mineral seperti kalsium, protein, seng, vitamin D, vitamin A yang penting untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.1 

Agar tumbuh kembang Si Buah Hati dapat berjalan optimal, berikut ini beberapa cara memilih  susu formula dengan kandungan gula rendah menurut Menurut Harvard School of Public Health yang bisa Bunda simak.

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan anak seusianya. Khusus untuk anak usia 2 tahun ke atas, pilih susu yang dapat mendukung pertumbuhan dan kepadatan tulangnya.
  2. Memeriksa kandungan protein yang tertera dalam kemasan. Protein merupakan zat gizi yang berperan sebagai sumber energi, membentuk otot, memproduksi hormon dan sel, meningkatkan metabolisme, menjaga daya tahan tubuh, memperkuat tulang, serta mengantarkan gizi ke bagian-bagian dalam tubuh.
  3. Mengandung kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, membantu kontraksi otot, stimulasi saraf, dan menjaga tekanan darah. Agar penyerapan kalsium berjalan optimal, pastikan juga untuk memilih susu yang dilengkapi dengan kandungan vitamin D untuk menjaga metabolisme kalsium sehingga berperan langsung terhadap kesehatan tulang.
  4. Dilengkapi dengan kandungan vitamin A untuk menjaga kesehatan mata dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  5. Mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan penting untuk ketahanan tubuh sekaligus membantu menyerap zat besi.
  6. Vitamin B kompleks, yaitu vitamin B1, B2, B6, serta B12 yang berperan untuk mendukung kemampuan memori dan meningkatkan mood belajar.
  7. Diperkaya zat besi dan zink. Zat besi berperan dalam menjaga metabolisme, termasuk penyimpanan oksigen dan mengantarkannya ke bagian tubuh yang membutuhkan, sedangkan zink penting untuk menjaga fungsi imunitas dan kesehatan saraf.
  8. Memerhatikan kandungan gula dalam susu formula.2

Tak boleh sembarangan memberikan susu, American Academy of Pediatrics (AAP) juga menjelaskan bahwa batas maksimal konsumsi gula tambahan pada anak usia 2 ke atas adalah sebesar 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk dapat memilih susu formula rendah gula dengan teliti.3

Beberapa hal di atas bisa Bunda pahami salah satunya dengan memerhatikan keterangan label gizi yang terdapat dalam kemasan produk susu formula rendah gula. Oleh karena itu, pastikan untuk membacanya dengan baik ya, Bunda.

Cara Baca Label Kemasan untuk Menentukan Susu Rendah Gula

Pada dasarnya, label nutrisi yang berisi informasi seputar produk seperti ukuran saji, kalori, dan kandungan nutrisi yang terdapat dalam kemasan akan sangat berbeda. Untuk mempermudah Bunda dalam memilih susu rendah gula untuk anak, berikut ini beberapa informasi penting yang biasanya terdapat dalam label nutrisi kemasan susu menurut American Food and Drugs Administration.

1. Informasi Penyajian

Saat melihat label fakta nutrisi yang terdapat dalam kemasan susu, coba perhatikan jumlah sajian dalam kemasan (sajian per kemasan) dan ukuran sajiannya. Informasi ini biasanya diberikan dalam satuan yang sudah dikenal, misalnya jumlah gram (g) untuk menunjukkan jumlah yang biasanya dikonsumsi oleh orang, bukan rekomendasi berapa banyak seseorang harus makan atau minum.

Penting untuk dipahami bahwa semua jumlah nutrisi yang tertera pada label, termasuk jumlah kalori, mengacu pada ukuran penyajian. Perhatikan ukuran porsi, terutama berapa banyak porsi yang ada dalam kemasan makanan ya, Bunda.

2. Kalori

Kalori menunjukkan berapa banyak energi yang didapatkan dari mengonsumsi satu porsi makanan atau minuman. Misalnya, jika seseorang menghabiskan satu kemasan susu dengan jumlah penyajian sebanyak 20 cangkir, sedangkan dalam satu cangkir susu (250 ml) mengandung 150 kalori, maka seseorang akan mengonsumsi 20 porsi atau 3.000 kalori.

Untuk mencapai atau mempertahankan berat badan yang sehat, penting untuk menyeimbangkan jumlah kalori yang dikonsumsi dengan jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya. Alih-alih memaksimalkan tumbuh kembang anak, memberikan susu dengan porsi yang berlebihan justru dapat memicu risiko kelebihan berat badan atau obesitas.

3. Label Nutrisi

Bagian ini menunjukkan beberapa nutrisi utama yang berdampak pada kesehatan tubuh, termasuk kandungan gula dalam susu formula. Pilihlah produk susu yang mengandung lebih banyak nutrisi yang ingin dioptimalkan dan mengandung sedikit kandungan yang ingin dibatasi untuk mendukung tumbuh kembang Buah Hati.

Beberapa kandungan nutrisi yang harus dikurangi antara lain lemak jenuh, natrium, dan gula tambahan karena dapat memicu penyakit kardiovaskular dan tekanan darah tinggi. Kandungan gula tambahan yang tinggi juga dapat mempersulit pemenuhan kebutuhan nutrisi penting bagi Buah Hati.

Cara membedakan kandungan gula yang dianjurkan dan gula tambahan bisa dilihat dari keterangan informasi dalam kemasan seperti ‘Total Gula’ dan ‘Gula Tambahan’. Total gula mencakup gula yang secara alami ada dalam banyak makanan dan minuman bergizi, seperti gula dalam susu dan buah serta gula tambahan yang mungkin ada dalam produk. Pada anak-anak usia 2-5 tahun, batas konsumsi gula yang dianjurkan adalah sebanyak 6 sendok teh gula (25 gram) setiap harinya.

Gula pada susu formula mencakup gula yang ditambahkan saat proses pembuatan, seperti sukrosa dan dekstrosa, makanan yang dikemas sebagai pemanis, gula dari sirup dan madu, serta  gula dari jus buat atau sayuran.

4. Angka Kecukupan Gizi

Angka Kecukupan Gizi adalah persentase dari nilai harian untuk setiap zat gizi dalam satu porsi makanan. Nilai harian adalah jumlah referensi (dinyatakan dalam gram, miligram, atau mikrogram) nutrisi yang harus dikonsumsi atau tidak boleh dilebihkan setiap hari. Angka Kecukupan Gizi menunjukkan seberapa banyak nutrisi dalam satu porsi makanan berkontribusi pada total diet harian dan membantu menentukan apakah satu porsi makanan tinggi atau rendah nutrisi.

Untuk mempermudah, berikut ini panduan umum untuk Angka Kecukupan Gizi:

  • 5% Angka Kecukupan Gizi atau kurang dari suatu zat gizi per porsi dianggap rendah
  • 20% Angka Kecukupan Gizi atau lebih dari satu zat gizi per porsi dianggap tinggi

Dari persentase ini, maka sebaiknya pilih produk makanan atau minuman dengan:

  • Angka Kecukupan Gizi lebih tinggi untuk serat pangan, vitamin d, kalsium, zat besi, dan kalium
  • Angka Kecukupan Gizi lebih rendah untuk lemak jenuh, natrium, dan gula tambahan

Sebelum menentukan produk susu mana yang akan Bunda berikan pada Si Buah Hati, pastikan untuk selalu membaca dan memahami label keterangan gizi pada bagian kemasan dengan teliti ya, Bunda!

 

Sumber:

  1. Recommended Drinks for Young Children Ages 0-5. Retrieved October 23 2024, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/recommended-drinks-for-young-children-ages-0-5.aspx
  2. Milk: The Nutrition Source. Retrieved October 24 2024, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/milk/
  3. How to Reduce Added Sugar in Your Child’s Diet: AAP Tips. Retrieved October 24 2024, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/How-to-Reduce-Added-Sugar-in-Your-Childs-Diet.aspx#:~:text=Aim%20for%20less%20than%2025,under%202%20years%20of%20age.
Image Article
Kandungan Gizi Susu Formula yang Rendah Gula
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Cara Memilih Susu Penambah Berat Badan Anak

Published date

Banyak orang tua yang khawatir apabila berat badan si Buah Hati tidak bertambah dan memiliki berat badan di bawah rata-rata. Kondisi ini bisa menjadi indikasi kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. Minum susu dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan berat badan anak, namun tetap dijaga agar makanan utama tetap sebagai asupan utama nutrisi si Buah Hati.

Memilih susu penambah berat badan untuk anak tidak bisa sembarangan. Bunda harus memastikan kalau produk yang dipilih benar-benar mengandung jumlah kalori dan nutrisi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan yang sehat.1 Lalu bagaimanakah cara yang tepat untuk memilih susu untuk penambah berat badan anak? Yuk, mari Bunda, kita bahas lebih detail di sini.

Kapan Bunda Perlu Memberi Susu Penambah Berat Badan untuk Anak?

Sesuai  Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, anak laki-laki di usia 3 tahun, idealnya memiliki berat badan antara 11,3 kg hingga 16,2 kg. Sementara itu, berat badan normal anak perempuan usia 3 tahun adalah 10,8 kg hingga 15,8 kg. Jika anak memiliki berat badan di bawah standar tersebut, Bunda wajib waspada Si Buah Hati mengalami status kekurangan gizi.

Namun, untuk memastikan bahwa Si Buah Hati mengalami kekurangan gizi dan membutuhkan asupan susu untuk penambah berat badan anak, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Biasanya, dokter akan memeriksa data pertumbuhan anak di kurva pertumbuhan secara menyeluruh, mulai dari usia, jenis kelamin, hingga berat dan tinggi badannya, untuk menghitung indeks massa tubuh Si Buah Hati. Dokter juga akan memberi pertanyaan seputar asupan makanan yang dikonsumsi anak selama ini. Tak hanya itu, mungkin dokter juga akan mengadakan pemeriksaan fisik serta tes laboratorium. Tujuannya untuk mengetahui penyebab anak kekurangan berat badan dan atau kemungkinan adanya infeksi.

Baca Juga: Manfaat DHA untuk Anak Sejak Dini 

Cara Memilih Susu Penambah Berat Badan Anak

Susu menyediakan banyak nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat seperti kalsium, vitamin D, protein, vitamin A, zat besi dan zink.2  Selain itu kandungan energi pada susu juga terukur, sehingga seberapa banyak pemberian susu seberapa banyak dapat disesuaikan dengan kebutuhan penambahan berat badan anak.
Memilih susu penambah berat badan anak yang tepat untuk Si Buah Hati dapat menjadi hal yang membingungkan bagi para Bunda, terutama dengan banyaknya merek dan variasi produk yang tersedia di pasaran. Kebingungan ini bisa jadi karena setiap merek menawarkan harga yang menarik, kandungan gizi yang bermacam-macam, dan manfaat yang berbeda-beda. Agar Bunda tidak keliru memilih susu untuk menambah berat badan anak, ikuti tips berikut:

Memilih susu penambah berat badan anak yang tepat untuk Si Buah Hati dapat menjadi hal yang membingungkan bagi para Bunda, terutama dengan banyaknya merek dan variasi produk yang tersedia di pasaran. Kebingungan ini bisa jadi karena setiap merek menawarkan harga yang menarik, kandungan gizi yang bermacam-macam, dan manfaat yang berbeda-beda. Agar Bunda tidak keliru memilih susu untuk menambah berat badan anak, ikuti tips berikut:

Sesuaikan dengan Kebutuhan Anak dan Perhatikan Pilihan Nutrisinya

Salah satu alternatif menambah berat badan anak adalah dengan memberikan asupan tinggi kalori yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein sesuai dengan kebutuhan usianya berdasarkan angka kebutuhan gizi (AKG). Bunda dapat memperhatikan dua hal ini:

1. Susu menyediakan kalori dari protein hewani. Protein hewani mengandung asam amino essensial (EAA) yang lebih lengkap dan penyerapan yang lebih baik dibandingkan dengan protein nabati.

2. Kalori dari susu juga didapat dari karbohidrat dan sumber karbohidrat utama susu sapi adalah laktosa (gula alami susu). Sehingga pastikan susu tersebut kandungannya adalah laktosa dan tanpa penambahan gula pasir (0 gram sukrosa)

Bunda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tentang susu penambah berat badan anak seperti apa yang cocok untuk Si Buah Hati. Sementara jika anak memiliki alergi laktosa, tenaga kesehatan akan merekomendasikan jenis susu yang sesuai dengan kondisi Si Buah Ha

Perhatikan Reaksi Alergi

Apabila Bunda ragu apakah si Buah Hati alergi atau si Buah Hati memiliki riwayat alergi untuk pemilihan susu penambah berat badan anak, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Terkadang, Si Buah Hati bisa saja alergi dengan susu penambah berat badan anak yang Bunda Berikan. Oleh karena itu, perhatikan tanda-tanda alergi yang dialami Si Buah Hati, apakah ia alergi susu sapi.

Reaksi alergi susu dapat terjadi secara langsung, yaitu berkembang dalam waktu kurang dari satu jam setelah anak meminumnya atau dapat berupa reaksi lambat, yaitu berkembang dalam beberapa jam setelah meminumnya. Reaksi alergi bisa berupa munculnya gejala pada kulit, gangguan pencernaan, hingga pernapasan.3

Perhatikan Porsinya dan jenisnya

Jangan menggantikan asupan makanan utama dengan susu ataupun memberikan susu dalam jumlah banyak di jam makan utama si Buah Hati. Hal ini membuat si Buah Hati sudah telanjur kenyang dan tidak banyak menyantap makanannya, akibatnya ia tidak mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan.4

Menurut para ahli, anak usia 2-5 tahun membutuhkan asupan susu sekitar 400 sampai 500 ml atau setara dengan 2 hingga 2½ cangkir, per hari.5  Porsi ini perlu dijaga agar jam makan anak tidak terganggu dan asupan nutrisi dari makanan padatnya tetap terpenuhi.

Konsultasikan dengan Dokter atau Ahli Gizi

Sebelum memilih susu penambah berat badan anak, sebaiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Dokter akan lebih dulu melakukan pemeriksaan lengkap untuk memastikan kondisi anak dan kebutuhan gizinya. Jika menunjukkan tanda-tanda kekurangan berat badan, selanjutnya dokter akan mencari penyebabnya dan memberikan solusi yang tepat, termasuk menyarankan susu penambah berat badan anak sesuai kebutuhan Si Buah Hati.


Sumber:

  1. How to help your child gain weight - NHS. Retrieved May 27 2024, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/childrens-weight/how-to-help-your-child-gain-weight/
  2. Milk and kids – recommendations from a pediatrician - Children's Minnesota. Retrieved May 27 2024, from https://www.childrensmn.org/2024/02/07/milk-kids-recommendations-pediatrician/
  3. Dias, A., Santos, A., & Pinheiro, J. A. (2010). Persistence of cow’s milk allergy beyond two years of age. Allergologia et Immunopathologia, 38(1), 8–12. https://doi.org/10.1016/j.aller.2009.07.005
  4. Does your child need to gain weight? - Harvard Health. Retrieved May 27 2024, from https://www.health.harvard.edu/blog/does-your-child-need-to-gain-weight-202302092887
  5. When babies can drink cow's milk and how much they can have - BabyCenter. Retrieved May 27 2024, from https://www.babycenter.com/toddler/feeding/cows-milk-when-and-how-to-introduce-it_1334703
Image Article
Cara Memilih Susu Penambah Berat Badan Anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Berat Badan Naik Setelah Minum DANCOW Full Cream? Simak di Sini!

Published date

Sebagai orang tua, tentunya kita ingin pertumbuhan Si Buah Hati berjalan dengan optimal. Hal ini ditandai dengan berat badan yang ideal dan diimbangi dengan tinggi badan yang sesuai dengan usianya. Pada dasarnya pertumbuhan anak tidaklah konstan, melainkan terjadi secara bertahap dan alami. 

Pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh pemenuhan gizi dan juga faktor keturunan dari orang tuanya. Secara umum, pertumbuhan anak dapat dilihat dari berat dan tinggi badan, serta ukuran kepala yang biasanya dijadikan acuan dalam untuk mengetahui seberapa baik pertumbuhan otaknya.

Cara Meningkatkan Berat Badan Anak

Menambah berat badan dapat konsumsi asupan yang mengandung zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Selain dengan memenuhi kebutuhan gizi tersebut, berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk membantu Si Buah Hati mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat:

  1. Berikan contoh yang baik, yaitu dengan menjadikan makan sehat sebagai kegiatan yang ada dalam keluarga. Libatkan Si Buah Hati dalam memilih resep sehat, berbelanja bahan makanan, dan menyiapkan makanan.
  2. Berikan semangat dan dukungan. Hindari mempermalukan atau membandingkan Si Buah Hati dengan orang lain. 
  3. Pastikan Si Buah Hati mendapatkan tidur yang cukup. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan risiko obesitas. Sebab saat seorang anak kurang tidur hormonnya menjadi tidak seimbang dan pada akhirnya menyebabkan nafsu makannya meningkat drastis.
  4. Hindari memberikan hadiah berupa camilan manis dan berkalori tinggi saat Si Buah Hari berperilaku baik. Sebaliknya, Bunda bisa menghadiahinya dengan hal lain seperti bermain game, membiarkan mereka memilih film untuk ditonton bersama, atau melakukan aktivitas luar ruangan yang mereka sukai.
  5. Berolahraga untuk menjaga kesehatannya fisik dan mentalnya. Lakukan hal yang menyenangkan seperti lempar bola sepulang sekolah, bersepeda, lompat tali, atau berjalan-jalan setelah makan malam bersama keluarga. 
  6. Hindari penggunaan gadget yang berlebihan. Usahakan untuk membatasi waktu penggunaannnya selama dua jam atau kurang per hari.
  7. Berikan makanan yang bervariasi, sebab biasanya anak-anak tidak langsung menyukai makanan baru. Perlu beberapa kali percobaan terhadap suatu makanan hingga pada akhirnya bisa mereka nikmati.

Selain beberapa cara di atas, Bunda juga bisa meningkatkan berat badan Si Buah Hati dengan menyediakan camilan sehat seperti buah-buahan dengan yogurt, susu, atau sereal gandum dengan susu favoritnya. 

Baca Juga: Tinggi dan Berat Badan Ideal Anak Usia 6-12 Tahun

Untuk menambah berat badan Si Buah Hati, Bunda bisa memberikan susu sebagai salah satu pelengkap asupan gizinya.  

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro memiliki rasa yang disukai anak-anak. Selain itu, DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Lantas, sebaiknya minum susu DANCOW Full Cream berapa kali sehari pada anak-anak?

Berapa Kali Sehari Minum Susu DANCOW Full Cream?

Anak usia sekolah dapat mengonsumsi DANCOW Full Cream dua kali dalam sehari, yaitu saat pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Setelah membaca penjelasan di atas, maka bisa diketahui bahwa faktor penambah berat badan tak hanya konsumsi susu ya, Bunda. Perlu juga diimbangi dengan pola hidup yang sehat dan kebiasaan baik dalam keluarga. Semoga Si Buah Hati sehat selalu ya, Bunda!

Image Article
Berat Badan Naik Setelah Minum DANCOW Full Cream? Simak di Sini!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Perbedaan Susu Full Cream dan Kental Manis dari Gizinya

Published date

Hingga saat ini masih banyak orang yang bingung mengenai perbedaan susu full cream dan kental manis. Apakah Bunda salah satunya? Nah, agar tidak salah dalam penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, yuk simak penjelasannya berikut ini!

Perbedaan Susu Kental Manis dan Full cream 

Melansir dari laman situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, produk kental manis memiliki kandungan gula dan lemak yang lebih tinggi dari pada kandungan proteinnya. Oleh karena itu, kental manis tidak disarankan untuk dijadikan sebagai minuman sehat bagi keluarga. sebaliknya, produk kental manis hanya dapat digunakan sebagai campuran dalam sajian dessert atau topping makanan. Mengonsumsi terlalu banyak lemak dapat mengganggu kesehatan, salah satunya dapat memicu penyakit diabetes.

Kental manis tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari apalagi untuk balita, sebab tidak ada kandungan gizi di dalamnya sedangkan kandungan gulanya melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh anak-anak setiap harinya.

Mengacu pada halaman resmi Mayo Clinic, susu full cream adalah produk susu yang masih mempertahankan kandungan lemak di dalamnya. Pada dasarnya, kandungan lemak dalam susu full cream cukup penting, terutama untuk meningkatkan berat badan anak-anak. Selain itu, kandungan protein dan kalsiumnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan susu lainnya. Maka tak heran kalau pada akhirnya susu full cream banyak dijadikan pilihan sebagai susu untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Cara membedakan susu full cream dan kental manis bisa diketahui dari rasanya. Kental manis terasa lebih manis jika dibandingkan susu full cream. Teksturnya pun lebih kental dan warnanya tidak seputih susu full cream.

Baca Juga: 7 Jajanan Anak SD yang Mudah Dibuat di Rumah

Susu Full Cream yang Tepat untuk Si Buah Hati

Tak perlu bingung memilih susu full cream yang tepat untuk Si Buah Hati, karena Bunda bisa menjatuhkan pilihan pada DANCOW FortiGro Full CreamKandungan gizi susu DANCOW Full Cream dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Si Buah Hati yang penting untuk perkembangannya agar dapat optimal dan berprestasi di sekolah, seperti:

  1. Protein yang merupakan pondasi utama tubuh yang penting untuk membentuk otot, memproduksi hormon dan sel, meningkatkan metabolisme, menjaga daya tahan tubuh, menjadi sumber energi, memperkuat kulit dan tulang, serta mengantarkan gizi ke bagian-bagian dalam tubuh. Kebutuhan protein anak usia 7 hingga 9 adalah 40 gram per hari dan usia 10 hingga 12 adalah 50 gram.
  2. Kalsium yang penting untuk pertumbuhan anak-anak, terutama menjaga kemampuan tulang dan gigi sekaligus membantu kontraksi otot, stimulasi saraf, dan menjaga tekanan darah. Tulang kita menyimpan kalsium, sehingga jika bagian lain kekurangan kalsium, maka tulang akan memberikannya.
    Maka dari itu, kekurangan kalsium mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan dapat berujung osteoporosis. Agar tubuh dapat menyerap kalsium dengan baik, maka dibutuhkan vitamin D yang cukup. Kebutuhan kalsium harian anak-anak adalah 1.000 mg untuk usia 7-9 tahun dan 1.200 mg untuk usia 10-12 tahun.
  3. Vitamin A yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh anak, menjaga penglihatan terutama dalam cahaya redup, sekaligus menjaga kesehatan kulit. 
  4. Vitamin C yang dibutuhkan untuk menghasilkan kolagen, karnitin, serta berperan sebagai neurotransmitter. Selain itu, vitamin C juga merupakan antioksidan dan penting untuk ketahanan tubuh sekaligus membantu menyerap zat besi. Kebutuhan harian anak-anak akan vitamin C adalah 45 mg untuk usia 7 hingga 9 tahun dan 50 mg untuk usia 10 hingga 12 tahun.
  5. Vitamin D yang penting untuk menjaga metabolisme kalsium sehingga berperan langsung terhadap kesehatan tulang. Tidak hanya itu, vitamin D juga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kebutuhan harian anak-anak akan vitamin D adalah 600 IU untuk usia 4 hingga 13 tahun.
  6. Vitamin B yang merupakan sekelompok vitamin yang biasa dinamakan B kompleks. Di dalam kandungan gizi susu DANCOW FortiGro Full Cream terdapat vitamin B1, B2, B6, serta B12 di mana mereka berperan untuk mendukung kemampuan memori dan mood belajar.
  7. Zat Besi sebagai komponen penting yang berperan dalam menjaga metabolisme, termasuk penyimpanan oksigen dan mengantarkannya ke bagian tubuh yang membutuhkan. Asupan zat besi yang cukup juga dapat mencegah anemia. Kebutuhan zat besi harian anak-anak adalah 10 mg untuk usia 4 hingga 8 tahun dan 8 mg untuk usia 9 hingga 13 tahun.
  8. Zink yang penting untuk pertumbuhan anak-anak, menjaga fungsi imunitas dan saraf. Kebutuhan zink harian anak-anak adalah 5 mg untuk usia 4 hingga 8 tahun dan 8 mg untuk usia 9 hingga 13 tahun.

Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro Full Cream adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. 

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun.

Image Article
Perbedaan Susu Full Cream dan Kental Manis dari Gizinya
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Camilan Anak SD yang Mudah Dibuat untuk Bekal Sekolah

Published date

Tak hanya menu makanan berat dengan lauk favorit Si Buah Hati, Bunda juga bisa menyiapkan camilan anak SD sebagai bekal tambahan yang bisa mereka nikmati saat makan siang. Melansir dari Healthline.com, pada umumnya anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan sering merasa lapar di antara waktu makan. Inilah saat yang tepat untuk menyelipkan camilan sehat dan lezat sebagai tambahan gizi harian Si Buah Hati. 

Pilihan Camilan Anak SD untuk Bekal Sekolah Si Buah Hati

Alih-alih memberikan makanan ringan yang diproses dan memiliki kandungan gula yang tinggi, berikut ini camilan dan cara membuat jajanan anak SD yang bisa Bunda coba di rumah.

1. Telur rebus

Telur rebus adalah camilan sederhana yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Protein dalam telur membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan mempertahankan kesehatan otot. Telur juga mengandung zat besi yang penting untuk mencegah anemia. Telur rebus dapat dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan ditemani dengan sayuran segar untuk memberikan camilan yang sehat dan mengenyangkan.

2. Roti tortilla isi ayam dan sayur

Camilan anak SD yang satu ini juga cukup mudah dibuat. Gulung roti tortilla dengan isian ayam rebus atau sayuran segar untuk camilan yang mudah dibawa dan dijadikan pilihan alternatif sandwich. Bunda juga bisa menambahkan sedikit saus atau hummus sebagai penambah rasa.

3. Pancake pisang

Pancake pisang yang dibuat dengan tepung gandum utuh adalah camilan yang sempurna untuk bekal sekolah Si Buah Hati. Buah pisang memberikan rasa manis alami dan serat, sementara tepung gandum utuh mengandung nutrisi tambahan yang baik untuk kesehatan Si Buah Hati.

Baca Juga: 7 Jajanan Anak SD yang Sehat dan Mudah Dibuat di Rumah

4. Muffin pisang

Muffin pisang yang dibuat dengan tepung gandum utuh dan ditambahkan bijian seperti chia seeds atau biji rami, memberikan nutrisi tambahan untuk camilan anak SD. Selain itu, buah pisang juga mengandung potassium dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan Si Buah Hati, sehingga cocok dijadikan pilihan camilan enak dan menyehatkan. 

5. Pizza roti tawar

Ide camilan anak SD selanjutnya adalah pizza roti tawar dengan topping keju, irisan daging, saus tomat, dan sosis. Setelah itu panggang hingga matang. Selain lezat, kandungan protein dari daging serta keju yang mengandung kalsium, protein, dan vitamin A di dalamnya sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati.

Selain beberapa camilan anak SD di atas, Bunda juga bisa melengkapi camilan anak SD dengan tambahan susu seperti DANCOW FortiGro UHT yang tersedia dalam rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila, sangat praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun, termasuk ketika istirahat di sekolah.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream. Selamat mencoba ya, Bunda!

Image Article
Camilan Anak SD yang Mudah Dibuat untuk Bekal Sekolah
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off