Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel 5 Gejala Kekurangan Nutrisi yang Umum Terjadi pada Si Buah Hati

Nutrisi

5 Gejala Kekurangan Nutrisi yang Umum Terjadi pada Si Buah Hati

27-10-2020

Menangani Kekurangan Vitamin dengan Susu Pertumbuhan Anak

 

Anak-anak memerlukan vitamin dan mineral yang sangat penting agar mereka dapat beraktivitas dan bertumbuh secara optimal. Idealnya, Si Buah Hati mendapatkan asupan vitamin mereka dari diet yang seimbang dan sehat serta susu pertumbuhan anak dan produk susu lainnya seperti keju dan yoghurt, buah-buahan segar, sayuran hijau; protein seperti ayam, ikan, dan telur; dan biji-bijian seperti gandum dan beras merah.

Penyebab Kekurangan Vitamin pada Anak

Meski Bunda telah berusaha memenuhi kebutuhan asupan nutrisi Si Buah Hati, mungkin ada keadaan di mana beberapa anak tidak dapat mengakses makanan segar dan bergizi seimbang secara teratur, misalnya anak picky eater (pilah-pilih makanan), atau memiliki kondisi khusus seperti asma atau penyakit pencernaan. Kondisi seperti ini tanpa disadari dapat membuat Si Buah Hati mengalami kekurangan vitamin tertentu dalam makanannya sehari-hari.

Jika dibiarkan terus-menerus, kekurangan asupan vitamin bisa berdampak buruk untuk pertumbuhan anak. Perhatikan tanda-tanda Si Buah Hati yang kekurangan vitamin, dan bagaimana cara mengatasinya:

1. Sering Mengedipkan Mata Karena Kering

Mata kering disebabkan oleh ketidakmampuan memproduksi air mata. Ini merupakan gejala kurangnya vitamin A. Dalam kondisi parah, mata kering bisa mengarah ke Xeropthalmia, penyakit mata progresif yang jika tidak diobati, bisa mengarah pada kebutaan.

Jika menemukan Si Buah Hati sering melakukan ini, perhatikan aktivitas hariannya, apakah mata kering karena penyebab lain. Jika tidak, tampak kemungkinan penyebab lain. Kunjungi dokter untuk diagnosis dan cara penanganan yang tepat dan sesuai, ya. Cegah kekurangan vitamin A dengan memenuhi asupan makanan seperti produk susu, telur dan wortel. 

2. Gusi Berdarah Ketika Menggosok Gigi

Kebiasaan sikat gigi yang salah berisiko menyebabkan gusi luka dan berdarah, namun jika gusi Si Buah Hati tetap berdarah meski ia menyikat gigi dengan benar, bisa jadi ia kekurangan vitamin C. Pada anak-anak, tanda-tanda kekurangan vitamin C yang paling umum adalah mudah sakit, memar, dan perdarahan gusi.

Meski tidak berbahaya, cegah gusi berdarah dan gejala kekurangan vitamin C lainnya dengan memenuhi asupan makanan seperti sayuran dan buah-buahan hijau atau bantu dengan suplemen. Untuk menentukan jenis makanan dan suplemen yang sesuai, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter gizi.

3. Mengeluh Rasa Sakit di Tulangnya

Umumnya gejala kekurangan vitamin D tidak terlalu kentara. Namun, beberapa anak dengan vitamin D rendah mengalami nyeri tulang dan otot. Kekurangan vitamin D yang sangat rendah dapat menyebabkan tulang lunak, menyebabkan rakhitis pada anak-anak dan osteomalacia pada remaja dan orang dewasa.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kekurangan kalsium yang rendah, yang dapat menyebabkan kram otot pada anak-anak dan kejang-kejang. Jika kejang berlangsung lama (setidaknya 5 menit), segera kunjungi dokter untuk penanganan menyeluruh. Cegah kekurangan vitamin D dengan mengonsumsi susu pertumbuhan anak, ikan seperti salmon dan makerel, dan juga mendapatkan sinar matahari yang cukup.

4. Menunjukkan Gerak Refleks yang Lambat

Kekurangan vitamin E dapat mengganggu jaringan tubuh, terutama yang menyangkut koordinasi gerak tubuh. Meski tidak berbahaya pada orang dewasa, kekurangan vitamin E pada Si Buah Hati dapat menjadi berbahaya. Untuk kondisi tersebut, sebaiknya temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Untuk kekurangan vitamin E pada anak yang lebih besar, dapat dibantu dengan suplemen vitamin yang disarankan dokter gizi. Cegah kekurangan vitamin E dengan konsumsi minyak nabati, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau (seperti bayam dan brokoli).

5. Terjadi Pendarahan yang Berlebihan Ketika Terluka

Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah yang membantu mencegah pendarahan yang berlebihan baik di dalam maupun di luar tubuh. Karena penanganan untuk kondisi ini memerlukan jenis obat tertentu, sebaiknya kunjungi dokter untuk diagnosis yang tepat.

Untuk mencegah kekurangan vitamin K, konsumsi sayuran berdaun hijau, seperti kangkung, bayam, lobak, sawi, dan daun selada hijau, juga sayuran seperti brokoli dan kembang kol.

Mencukupi kebutuhan nutrisi Si Buah Hati penting untuk memberikan perlindungan kesehatan dari dalam. Dengan perlindungan maksimal, ia dapat bebas bereksplorasi dan Bunda tidak perlu ragu lagi mengatakan boleh saat Si Buah Hati ingin bereksplorasi!

Bantu penuhi kebutuhan vitamin dan asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikannya makanan bergizi dan 

DANCOW 1+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta 

Dengan kebutuhan gizi yang tercukupi, Bunda dapat membantu memberikan perlindungan kesehatannya saat bereksplorasi. Dapatkan juga inspirasi menu yang dapat mendukung pertumbuhan Si Buah Hati di sini, Bunda.

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait
Mau Si Kecil Tumbuh Sehat? Yuk, Biasakan Konsumsi Sayur!

Nutrisi

+

Mau Si Buah Hati Tumbuh Sehat? Yuk, Biasakan Konsumsi Sayur

03-11-2020

Pertahankan Jumlah Bakteri Baik Agar Dominan di Saluran Cerna Si Kecil

Nutrisi

+

Pertahankan Jumlah Bakteri Baik Agar Dominan di Saluran Cerna Si Buah Hati

13-11-2020

Bubur Ayam Nikmat Bernutrisi

Nutrisi

+

Bubur Ayam Nikmat Bernutrisi

11-11-2020


Artikel Terbaru
Bunda, Kenalilah Karakter Unik Si Kecil

Parenting

+

Bunda, Ini 3 Fase Perkembangan Karakter Si Buah Hati

04-11-2020

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bereng si Kecil

Parenting

+

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bareng Si Buah Hati

04-11-2020

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada si Kecil

Parenting

+

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada Si Buah Hati

04-11-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang