Apa Penyebab Anak Susah Makan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
03-11-2020
Selama masa pertumbuhan, Si Buah Hati tentu membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Sayangnya, terkadang Si Buah Hati menjadi pemilih dalam hal makanan, termasuk malas makan nasi. Apa yang menyebabkan kesulitan makan ini? Bagaimana cara mengatasi anak susah makan nasi? Nah, Bunda bisa mendapatkan info selengkapnya di bawah ini.
Penyebab Si Buah Hati Menolak Makan Nasi
Penolakan makan sebenarnya adalah hal yang wajar, apalagi bagi balita, karena ini merupakan bagian dari proses tumbuh kembangnya. Bagi Si Buah Hati yang tidak mau makan nasi, penyebabnya bisa beragam.
Misalnya, bosan dengan rasa dan tekstur nasi yang cenderung hambar dan lunak, atau terlalu banyak konsumsi jajanan manis yang mengakibatkan asupan glukosa tinggi sehingga ia merasa kenyang dan menolak konsumsi makanan utama, seperti nasi.
Jika Si Buah Hati menolak makan nasi, tidak perlu panik Bunda. Menurut studi yang dilakukan oleh Dr Bernard-Bonnin di Kanada, sekitar 25-40% anak yang mengalami masalah kesulitan makan hanya berlangsung sementara.
Tips Mengatasi Anak Susah Makan Nasi
Berdasarkan riset yang dilakukan United States Department of Agriculture, nasi merupakan sumber karbohidrat yang mengandung sekitar 100 kalori per setengah cangkir sajiannya. Untuk membantu mencukupi asupan nutrisi Si Buah Hati, Bunda dapat membujuknya mengonsumsi nasi dengan melakukan hal berikut ini:
1. Menikmati Menu yang Sama dengan Si Buah Hati
Bunda sebaiknya mencicipi nasi bersama Si Buah Hati, lalu katakan bahwa rasanya itu lezat. Dengan begitu, hal ini bisa mendorong Si Buah Hati supaya ikut melahapnya.
2. Buat Bentuk yang Menarik
Ini bisa jadi salah satu cara supaya Si Buah Hati mau melahap nasi. Misalnya, Bunda bisa membuat menu nasi kepal yang ditengahnya diisi dengan lauk seperti ayam, daging, dan ikan. Sebagai alternatif, Bunda juga bisa membentuk nasi lebih menarik dengan menggunakan cetakan boneka, mobil, atau hewan favoritnya.
Salah satu cara mengatasi anak susah makan adalah dengan membuat makanan di piring Si Buah Hati tampak lebih menarik dan menggugah selera. Bunda dapat mencoba beberapa tips teknik plating atau penyajian makanan berikut:
- Menggunakan bahan makanan beraneka warna cerah agar lebih menarik.
- Memadukan makanan dengan berbagai tekstur, misal mashed potato yang lembut dengan kacang polong atau sayuran yang renyah.
- Membuat kreasi bentuk dengan makanan, misalnya mengepalkan nasi menjadi bentuk bintang lalu ditutup dengan telur dadar.
- Menggunakan peralatan makan yang menarik. Bunda bisa menyiapkan alat makan khusus untuk Si Buah Hati.
3. Tambahkan Rasa
Rasa nasi putih bisa jadi cenderung hambar. Supaya Si Buah Hati mau melahap nasi, Bunda dapat mengganti air untuk memasak nasi dengan kaldu ayam atau daging sapi. Ini bisa membantu memberikan rasa gurih. Selain itu, Bunda juga bisa tambahkan taburan bawang goreng di atas nasi untuk menambah aroma dan rasa.
4. Buat Suasana Makan Menyenangkan
Bagi Si Buah Hati, menikmati makanan berarti menyentuh, merasakan, dan bermain dengannya. Biarkan Si Buah Hati makan sendiri dan Bunda bisa memberikannya senyuman saat ia menikmati makanannya.
Nafsu makan pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan sering berubah-ubah, kadang menjadi lebih banyak makan, namun di waktu yang lain menjadi tidak nafsu makan. Hal ini normal kok, Bunda. Karena nafsu makan pada anak tidak selalu berupa garis lurus, melainkan sebuah siklus. Sama seperti halnya pertumbuhan tubuh Si Buah Hati, yang pada satu masa menjadi lebih cepat bertambah tinggi karena mengalami percepatan pertumbuhan atau growth spurts.
Nafsu makan pada anak berubah sesuai siklus percepatan pertumbuhan. Saat tubuh anak mengalami percepatan tumbuh, nafsu makannya ikut meningkat menyesuaikan kebutuhan energi yang bertambah. Sebaliknya, saat percepatan tumbuh berhenti, nafsu makannya juga akan kembali menurun.
Lalu, kapan biasanya anak mengalami percepatan pertumbuhan (growth spurts)? Umumnya, percepatan tumbuh Si Buah Hati terjadi pada masa bayi (0-12 bulan), kemudian usia balita (2-3 tahun), usia sekolah (6-7 tahun), dan ketika pubertas (perempuan usia 8-13 tahun, laki-laki usia 10-15 tahun).
Baca Juga: Tinggi dan Berat Ideal Sesuai Umur
Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi
Tidak perlu khawatir kebutuhan gizi Si Buah Hati tak terpenuhi ketika anak GTM nasi. Bunda tetap dapat mencukupi asupan karbohidrat Si Buah Hati dengan memberikannya beberapa alternatif bahan makanan sumber karbohidrat anak, seperti berikut ini.
1. Roti
Buatkan Si Buah Hati roti isi (sandwich) atau roti dengan selai dan topping yang disukainya. Dengan demikian, Bunda dapat membantu cukupi kebutuhan karbohidratnya.
2. Ubi
Selain nasi, Asosiasi Nutritionist Amerika Serikat, menyarankan agar Si Buah Hati mengonsumsi ubi. Sebab, bahan pangan yang satu ini termasuk salah satu pengganti karbohidrat yang baik bagi Si Buah Hati.
3. Kentang
Dibanding nasi, kentang lebih mengandung variasi nutrisi dan serat dengan kalori yang lebih kecil. Dalam 100 gr kentang terdapat 70 kkal kalori dan 15,9 karbohidrat.
4. Talas
Meski kurang dikenal, talas mudah dicerna dan memiliki kadar karbohidrat hingga 77,9%.
5. Jagung
Dalam 100 gr jagung terdapat kalori sebesar 225 kkal, protein 9,2 gr, lemak 3,9 gr, dan karbohidrat 73,7 gr.
Strategi Division of Responsibility dalam Memberi Makan Anak
Strategi Division of Responsibility atau Pembagian Tanggung Jawab merupakan pendekatan sederhana dalam cara pemberian makan anak yang positif dan bebas stres. Strategi ini dapat membangun hubungan makan yang sehat antara Bunda dengan Si Buah Hati.
Inti dari strategi ini yakni membagi tanggung jawab saat waktu makan anak, di mana orang tua bertanggung jawab menentukan apa, kapan, dan di mana makan akan diberikan, sementara anak menentukan berapa banyak dan apakah mereka akan makan.
Dengan kata lain, Bunda dapat menentukan menu, jadwal makan, dan di mana anak makan, sedangkan Si Buah Hati memiliki kebebasan apakah akan makan atau tidak, dan berapa porsi makannya.
Jadwal Makan dan Regulasi Lapar Anak
Menyusun jadwal makan yang teratur dan konsisten bermanfaat melatih waktu makan Si Buah Hati agar rasa lapar muncul pada waktu yang sama. Selain itu, jadwal makan yang rutin membuat anak lebih merasa aman serta turut membangun kebiasaan makan sehat Si Buah Hati yang akan bermanfaat hingga dewasa.
Bunda bisa menyusun jadwal makan Si Buah Hati dengan tiga kali makan utama dan dua atau tiga kali camilan di sela waktu makan. Pemberian camilan untuk anak penting agar perutnya tidak benar-benar kosong saat tiba waktu makan dan dapat membantu membatasi porsi makan Si Buah Hati agar tidak berlebihan.
Hindari kebiasaan membebaskan anak makan camilan setiap saat atau grazing, karena akan mengganggu tubuh mengenali sinyal lapar.
Kesalahan Umum Orang Tua saat Menghadapi Anak GTM
Saat menghadapi anak yang susah makan, orang tua pasti melakukan segala cara agar anak mau memasukkan makanan ke dalam mulut meski hanya sesendok lebih banyak. Namun ada beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan orang tua dan seharusnya Bunda hindari.
- Memaksa anak untuk makan. Hindari memaksa anak yang susah makan untuk menghabiskan makanan di piringnya, atau memaksa menyuapi makanan ke mulutnya. Hal ini justru akan membuat Si Buah Hati trauma.
- Menghukum anak yang susah makan. Mengancam atau menakut-nakuti anak dengan hukuman bukan cara yang baik untuk mengatasi anak susah makan. Cara ini hanya akan membuat momen makan Si Buah Hati sesuatu yang tidak menyenangkan.
- Membujuk dengan hadiah. Terkadang saat sudah menyerah membujuk anak untuk makan, orang tua akan mengeluarkan jurus memberi hadiah camilan setelah makan. Cara ini tidak dianjurkan karena membuat anak hanya menantikan hadiah setelah makan.
- Menggunakan gadget. Membiasakan anak makan sambil menonton televisi atau gadget dapat membuat anak ketergantungan dan tidak mengenali rasa kenyang.
Mengatasi anak tidak mau makan nasi bisa jadi penuh tantangan ya, Bunda. Satu hal yang penting, Si Buah Hati perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup secara seimbang. Bantu lengkapi kebutuhan nutrisi Si Buah Hati dengan menyiapkan makanan sehat dan bergizi. Bila perlu Bunda bisa memberikan tambahan asupan berupa susu.
Sebagai pilihan susu untuk bantu tumbuh kembang Si Buah Hati, Bunda, bisa memberikan DANCOW GroPlus, dengan Advanced ExcelNutri+ formula yang dirancang khusus untuk anak usia 1-10 tahun. DANCOW GroPlus diperkaya DHA, zat besi, tinggi kalsium dan vitamin D, sumber protein, serta 0 gram sukrosa, yang bantu anak tumbuh tinggi.
Itulah Bunda, penjelasan seputar anak susah makan serta tips cara mengatasinya. Semoga beberapa tips mengatasi anak susah makan di atas, dapat membantu Bunda untuk memastikan asupan gizi Si Buah Hati tercukupi. Dengan begitu, Bunda dapat mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal.
Pertanyaan Seputar Penyebab Anak Susah Makan
1. Kenapa anak tiba-tiba tidak mau makan nasi?
Anak tiba-tiba tidak mau makan nasi sebenarnya hal yang wajar. Penyebabnya bisa karena beberapa hal, seperti merasa bosan dengan rasa dan tekstur nasi, sudah kenyang karena terlalu banyak makan jajanan.
2. Apa alternatif karbohidrat yang setara nasi?
Alternatif karbohidrat yang setara nasi di antaranya roti, ubi, kentang, talas, dan juga jagung. Alternatif sumber karbohidrat ini bisa disajikan untuk anak saat menolak makan nasi.
Referensi:
The Role of Food Presentation in Child's Appetite - Feeding Fussy Kids. Retrieved on April 18th 2026 from https://feedingfussykids.com/articles/detail/the-role-of-food-presentation-in-child-s-appetite
Why Your Child’s Appetite Changes Week to Week — And When It’s Normal - Kids Heart Medical Center. Retrieved on April 18th 2026 from https://kidsheart.ae/why-your-childs-appetite-changes-week-to-week-and-when-its-normal/
What’s Really Happening to Your Child During Growth Spurts and What’s Normal - CMC. Retrieved on April 18th 2026 from https://www.conwaymedicalcenter.com/news/topic/growth-spurts-and-whats-normal/
Division of Responsibility - Nutrition Australia. Retrieved on April 18th 2026 from https://nutritionaustralia.org/resources/division-of-responsibility/
Family Mealtime: Navigating Picky Eaters, Busy Schedules, and Healthy Choices - Brown Health. Retrieved on April 18th 2026 from https://www.brownhealth.org/be-well/family-mealtime-navigating-picky-eaters-busy-schedules-and-healthy-choices
13 Signs Your Kid Is Not Eating Enough - Parents. Retrieved on April 18th 2026 from https://www.parents.com/signs-your-kid-is-not-eating-enough-11695714
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.