Susu dengan Zero Sucrose: Pilihan Cerdas untuk Nutrisi Anak
27-02-2026
Memberikan yang terbaik untuk Si Buah Hati bukan hanya soal memilih makanan sehat, tetapi juga menjaga asupan gula hariannya. Di tengah banyaknya pilihan minuman manis yang menggoda, memilih susu anak bebas sukrosa bisa menjadi langkah kecil namun berdampak besar untuk kesehatan jangka panjang, Bunda.
Mari kita bahas mengapa pilihannya penting, apa saja manfaatnya, dan bagaimana cara orang tua bisa lebih cermat membaca label gula pada kemasan.
Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan pada Anak
Menurut dr. Reza Abdussalam, Sp.A, yang praktik di Brawijaya Hospital Antasari, gula sebenarnya memiliki peran penting sebagai sumber energi cepat bagi anak. Glukosa membantu mendukung aktivitas harian mulai dari bermain hingga belajar. Otak pun sangat bergantung pada glukosa agar bisa bekerja optimal.
Namun ketika dikonsumsi berlebihan, gula dapat membawa dampak yang tidak diinginkan. Beberapa risiko yang perlu Bunda waspadai antara lain:
- Peningkatan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak.
- Gangguan regulasi rasa lapar, sehingga anak sulit mengenali rasa kenyang.
- Gangguan metabolisme, mulai dari resistensi insulin hingga risiko diabetes tipe 2.
- Masalah kesehatan jantung, seperti tekanan darah tinggi dan trigliserida meningkat.
- Karies gigi, akibat bakteri dalam mulut yang mengubah gula menjadi asam.
Selain itu, studi pada jurnal National Center for Biotechnology Information (NCBI) menunjukkan bahwa konsumsi gula bebas yang tinggi berkorelasi dengan penurunan asupan kalsium dan nutrisi penting lain dari susu dan produk susu, sehingga mengganti susu biasa dengan susu bebas sukrosa membantu menjaga kecukupan nutrisi esensial untuk pertumbuhan anak. Selain itu, WHO dan organisasi kesehatan lain merekomendasikan pembatasan gula tambahan pada anak untuk mencegah obesitas dan masalah kesehatan terkait.
Itu sebabnya, penting bagi orang tua untuk mengatur asupan gula harian anak agar tetap dalam batas aman.
Baca Juga: Kandungan Gula pada DANCOW
Mengapa Memilih Susu Bebas Sukrosa Lebih Baik?
Susu secara alami mengandung laktosa, yaitu gula alami yang hadir bersama protein, lemak baik, kalsium, dan berbagai mineral penting. dr. Reza menjelaskan, gula alami adalah jenis gula yang memang ada dalam makanan sejak awal, seperti fruktosa pada buah atau maltosa pada umbi-umbian.
Susu bebas sukrosa berarti produk tersebut tidak ditambahkan gula pasir atau gula tebu selama proses produksi. Keuntungannya:
- Lebih aman untuk kesehatan gigi, karena tidak meningkatkan risiko karies seperti gula tambahan.
- Membantu menjaga berat badan ideal, karena tidak menambah kalori ekstra dari sukrosa.
- Pilihan yang lebih tepat untuk konsumsi harian, terutama jika anak sudah mendapat cukup gula dari makanan lain.
Susu bebas sukrosa umumnya menggunakan rasa dari bahan alami atau tetap mempertahankan rasa asli susu. Hal ini membuat anak tetap bisa menikmati minum susu tanpa tambahan gula yang berlebihan.
Perbedaan “Tanpa Gula Tambahan” vs “Rendah Gula”
Istilah pada label sering membingungkan orang tua. Apa bedanya?
- “Tanpa gula tambahan”: Produk tidak ditambahkan gula pasir, gula tebu, sirup glukosa, madu, atau pemanis lainnya. Gula yang tertera di label adalah murni gula alami dari bahan dasar, seperti laktosa pada susu.
- “Rendah gula”: Produk masih bisa mengandung gula tambahan, tetapi jumlahnya dibatasi sesuai regulasi (biasanya di bawah batas tertentu per 100 ml atau 100 g).
Istilah no added sugar tidak otomatis berarti produk rendah kalori. Bunda tetap perlu cek keseluruhan nutrisi, termasuk karbohidrat total dan lemak.
Cara Membaca Label Gula pada Kemasan Susu
Agar tidak tertipu klaim kemasan, penting memahami cara membaca tabel gizi dan daftar komposisi.
Berikut tips sederhana dari dr. Reza yang bisa Bunda terapkan:
- Lihat “Gula” pada tabel nutrisi. Angka ini menunjukkan total gula, baik alami maupun tambahan.
- Cek daftar komposisi. Jika ada sukrosa, gula pasir, gula merah, sirup glukosa, madu, fruktosa, atau pemanis buatan, berarti ada gula tambahan.
- Pahami batas harian anak. Tujuannya agar konsumsi total tidak melebihi rekomendasi harian.
Menurut rekomendasi WHO, untuk anak usia 2–6 tahun konsumsi gula tambahan yang disarankan maksimal 25 gram per hari. Angka ini bisa menjadi acuan saat Bunda membandingkan produk.
Rekomendasi Pola Makan Manis yang Tetap Sehat untuk Anak
Si Buah Hati tetap bisa menikmati rasa manis, asalkan Bunda memilih sumber yang tepat dan jumlahnya terkontrol. Beberapa tips dari dr. Reza:
- Pilih makanan dengan gula alami. Seperti buah, sayur, oatmeal, dan susu. Makanan ini tidak hanya memberi energi, tetapi juga vitamin, mineral, dan serat.
- Hindari minuman kemasan tinggi gula.
- Biasakan anak minum air putih sebagai hidrasi utama.
- Pilih susu tanpa gula tambahan/sukrosa sebagai opsi yang lebih sehat.
Daftar jadi member DANCOW Parenting Reward sekarang untuk dapatkan akses gratis artikel nutrisi & parenting, fitur pendukung tumbuh kembang anak. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk DANCOW!
Referensi:
- Sugar content and nutrient content claims of growing‐up milks in Indonesia
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8476439/ - Consumption of Free Sugar Predicts Nutrient Intake of Saudi Children
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8634584/ - Kebiasaan Sehat Keluarga Dimulai dari Makanan: Baca Label Sebelum Beli!
https://kumparan.com/kumparanmom/kebiasaan-sehat-keluarga-dimulai-dari-makanan-baca-label-sebelum-beli-26AgiwhYquc
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.