Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel Cara Mengukur Status Gizi Anak dan Mengapa Penting Dipantau Sejak Dini

Nutrisi

Cara Mengukur Status Gizi Anak dan Mengapa Penting Dipantau Sejak Dini

27-02-2026

Cara Mengukur Status Gizi Anak dan Mengapa Penting Dipantau Sejak Dini

Memantau status gizi anak adalah salah satu langkah penting agar tumbuh kembangnya berjalan optimal. Dengan memperhatikan pola makan, kenaikan berat dan tinggi badan, Bunda bisa memastikan Si Buah Hati tumbuh sesuai usianya. 

Lalu, bagaimana cara mengukurnya di rumah dan kapan harus kontrol ke tenaga kesehatan? Mari kita bahas satu per satu.

 

Apa Itu Status Gizi dan Indikator Pengukurannya?

Status gizi adalah gambaran apakah tubuh anak mendapatkan asupan yang cukup untuk tumbuh kembang yang sehat. Untuk menilai status gizi, ada beberapa indikator standar menurut WHO:
 

1. Berat Badan menurut Umur (BB/U)

Mengukur apakah berat badan anak sesuai dengan usianya.
 

2. Tinggi Badan menurut Umur (TB/U)

Menilai apakah tinggi badan anak ideal untuk kelompok usianya. Indikator ini juga berhubungan erat dengan risiko stunting.

Baca Juga: Kapan Perlu Memberikan Susu Penambah Berat Badan?
 

3. Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)

Digunakan untuk mengetahui apakah proporsi tubuh anak ideal, terlalu kurus, atau berisiko gizi berlebih.

Kabar baiknya, semua informasi tersebut sudah terangkum lengkap di buku KIA berwarna pink yang biasanya diberikan di Puskesmas, Bunda. Buku tersebut biasanya diberikan sejak masa kehamilan dan berisi informasi lengkap tentang pengasuhan, pertumbuhan, dan perkembangan anak. 

“Di dalam buku tersebut juga ada informasi kurva pertumbuhan, milestone perkembangan, dan cara stimulasi yang diperlukan anak sampai usia 2 tahun. Jadi orangtua bisa mengacu pada buku KIA,” kata Dokter dari Brawijaya Hospital Antasari, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K).

 

Cara Memantau Status Gizi Anak di Rumah

Bunda bisa memantau progres pertumbuhan anak secara rutin dengan langkah sederhana:
 

1. Timbang berat badan secara berkala

Gunakan timbangan digital yang akurat. Idealnya dilakukan setiap 1 bulan untuk anak balita.
 

2. Ukur tinggi badan atau panjang badan

Gunakan microtoise (meteran untuk mengukur tinggi badan), atau jika tidak ada, Bunda bisa menggunakan penggaris panjang dan dinding yang rata. Pastikan anak berdiri tegak tanpa alas kaki.
 

3. Catat dan bandingkan dengan kurva pertumbuhan

Orang tua bisa mengunduh kurva pertumbuhan WHO di buku KIA, lalu mencatat hasil pengukuran setiap bulan. Dari sini Bunda bisa melihat apakah pertumbuhannya tetap berada pada jalurnya.

 

Dampak Gizi Kurang atau Berlebih terhadap Tumbuh Kembang

Baik kondisi gizi kurang maupun gizi berlebih, keduanya sama-sama dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Menurut dr. Attila, ini dampak yang bisa terjadi pada anak: 

  • Gizi kurang dapat mempengaruhi perkembangan otak sehingga berdampak pada tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
  • Gizi berlebih atau obesitas meningkatkan risiko penyakit jangka panjang seperti diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi, yang tentu merugikan kesehatan anak di masa depan.

Selain itu, gizi kurang dapat membuat anak rentan sakit, kurang aktif, serta mengalami keterlambatan perkembangan motorik. Sementara obesitas juga bisa mempengaruhi kepercayaan diri dan aktivitas fisik anak.

 

Peran Susu dan Makanan Seimbang dalam Menjaga Status Gizi

dr. Attila menjelaskan, makanan bergizi seimbang dan susu berperan dalam mencukupi kebutuhan kalori anak agar tumbuh sesuai usianya, sehingga perkembangan juga berjalan dengan baik.

Pastikan setiap menu makan anak mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Bunda juga bisa memilih susu yang terfortifikasi vitamin dan mineral penting seperti DANCOW GroPlus. 

Tak hanya mencukupi kebutuhan energi harian anak, susu DANCOW GroPlus merupakan susu tinggi kalsium yang terdiri dari kandungan Protein,  dan Vitamin D yang dapat membantu menambah berat dan tinggi badan anak yang dapat dikonsumsi oleh anak usia di atas usia 1 tahun.  
DANCOW GroPlus juga adalah diperkaya DHA, zat besi, tinggi kalsium & vitamin D, sumber protein serta 0 gr sukrosa untuk bantu tambah tinggi dan berat badan anak.

 

Pentingnya Pemeriksaan Rutin ke Posyandu atau Dokter Anak

Menurut dr. Attila, pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dipantau rutin oleh tenaga kesehatan. Jika ada penyimpangan, bisa ditangani sedini mungkin. 

“Misalnya, jika rutin kontrol, penurunan berat badan atau berat badan yang stagnan bisa segera ditatalaksana sebelum berkembang menjadi gizi buruk atau stunting,” katanya.

Kunjungan rutin juga membantu orang tua mendapatkan edukasi nutrisi yang benar sesuai usia anak, serta memantau perkembangan motorik, bahasa, dan sosial emosional.

 

 

Referensi:

  1. Kurva Pertumbuhan WHO
    https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/kurva-pertumbuhan-who
  2. What happen to the body during malnutrition?
    https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22987-malnutrition
  3. The impact of undernutrition and overnutrition on early brain development
    https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1071909125000336#:~:text=Both%20forms%20of%20malnutrition%2C%20that,depression%2C%20schizophrenia%2C%20and%20anxiety.

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait
Mau Si Kecil Tumbuh Sehat? Yuk, Biasakan Konsumsi Sayur!

Nutrisi

+

Mau Si Buah Hati Tumbuh Sehat? Yuk, Biasakan Konsumsi Sayur

03-11-2020

Pertahankan Jumlah Bakteri Baik Agar Dominan di Saluran Cerna Si Kecil

Nutrisi

+

Pertahankan Jumlah Bakteri Baik Agar Dominan di Saluran Cerna Si Buah Hati

13-11-2020

Bubur Ayam Nikmat Bernutrisi

Nutrisi

+

Bubur Ayam Nikmat Bernutrisi

11-11-2020


Artikel Terbaru
Bunda, Kenalilah Karakter Unik Si Kecil

Parenting

+

Bunda, Ini 3 Fase Perkembangan Karakter Si Buah Hati

04-11-2020

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bereng si Kecil

Parenting

+

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bareng Si Buah Hati

04-11-2020

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada si Kecil

Parenting

+

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada Si Buah Hati

04-11-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang