Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel Gangguan Tumbuh Kembang Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Parenting

Gangguan Tumbuh Kembang Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

16-12-2025

Gangguan Tumbuh Kembang Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Bunda, momen melihat Si Buah Hati belajar hal-hal baru di masa tumbuh kembangnya sungguh luar biasa. Dari meraih mainan, mengoceh lucu, hingga mencoba langkah pertamanya. Semua membawa kebahagiaan tersendiri. Setiap anak memang memiliki keunikan dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Namun, ada kalanya proses tumbuh kembang berjalan lebih lambat atau tidak sesuai dengan tahapan usianya.

Sayangnya,  tak jarang gangguan tumbuh kembang anak ini tidak diketahui oleh beberapa orang tua.

Melansir dari laman situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, seorang anak bisa mengalami satu bahkan beberapa jenis gangguan tumbuh kembang anak (developmental delay), dan biasanya kondisi ini terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenal tanda redflag tumbuh kembang anak secara menyeluruh agar Si Buah Hati bisa mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga tumbuh kembangnya kembali optimal.1

Apa Itu Gangguan Tumbuh Kembang Pada Anak?

National Library of Medicine menjelaskan pertumbuhan sebagai peningkatan ukuran yang konstan dan tidak dapat dibalikkan, sedangkan perkembangan didefinisikan sebagai peningkatan kapasitas psikomotorik.

Kedua proses ini sangat bergantung pada faktor genetik, gizi, dan lingkungan. Maka bisa disimpulkan bahwa gangguan tumbuh kembang anak adalah kondisi ketika seorang anak mengalami hambatan atau keterlambatan dalam pertumbuhan fisik, perkembangan kemampuan motorik, bahasa, kognitif, dan sosio emosionalnya.

Beberapa faktor penyebabnya antara lain:

  • Malnutrisi atau status gizi yang disebabkan oleh kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan energi, protein, dan zat gizi penting lainnya yang dapat mengganggu fungsi tubuh.
  • Kekurangan mineral seperti zat besi yang dapat mempengaruhi perkembangan psikomotorik anak.
  • Kenaikan berat badan yang cepat pada masa kanak-kanak awal dapat mempengaruhi kesehatan di kemudian hari.2

Baca Juga: Kandungan Susu DANCOW untuk Tumbuh Kembang Anak

Jenis-Jenis Gangguan Tumbuh Kembang Pada Anak

Agar tumbuh kembang Si Buah Hati berjalan optimal, berikut ini beberapa jenis gangguan tumbuh kembang anak menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia yang wajib Bunda simak dan waspadai.

1. Gangguan Motorik Kasar

Saat mengalami gangguan motorik kasar, tanda-tanda gangguan tumbuh kembang pada anak yang muncul antara lain:

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan
  • Menetapnya refleks yang muncul saat bayi hingga lebih dari usia 6 bulan, seperti refleks moro (tangan dan kaki membuka saat terkejut), refleks menghisap, refleks menggenggam, reflek mencari, dan refleks Babinski (jari kaki terbuka lebar saat telapak kakinya digaruk)
  • Adanya gerakan yang tidak terkontrol
  • Gangguan tonus otot (tegangan atau kekencangan otot saat otot dalam keadaan istirahat). Ada dua kemungkinan yang mungkin terjadi, yaitu hipotionia (tonus otot rendah) di mana otot terasa lemas dan kurang tegang, kesulitan menghisap atau menelan pada bayi baru lahir, anak tampak lunglai seperti boneka kain, terlambat kontrol kepala, duduk, merangkak atau berjalan. Kondisi kedua adalah hypertonia (tonus otot tinggi), di mana otot terasa kaku dan tegang berlebihan, gerakan anak cenderung kaku dan posturnya tidak wajar, sulit melakukan gerakan halus, dan memiliki kaitan erat dengan kondisi seperti cerebral palsy

2. Gangguan Motorik Halus

Tak hanya mengalami gangguan pada motorik kasar, anak-anak juga akan mengalami gangguan pada motorik halusnya seperti:

  • Masih menggenggam setelah usia 4 bulan
  • Adanya dominasi satu tangan sebelum usia 1 tahun
  • Masih memasukkan mainan ke dalam mulut hingga usia 14 bulan
  • Perhatian dan penglihatan yang tidak konsisten

3. Gangguan Bicara dan Bahasa (Ekspresif & Reseptif)

Anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang juga menunjukkan beberapa tanda seperti:

  • Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
  • Tidak mampu merangkai kalimat yang mengandung makna setelah usia 24 bulan
  • Orang tua kesulitan untuk memahami perkataan Si Buah Hati pada usia 30 bulan
  • Perhatian atau respon yang tidak konsisten, di mana anak tidak selalu memberikan respon saat dipanggil (menengok atau mengeluarkan suara)
  • Kesulitan untuk memberikan perhatian atau kurangnya ketertarikan pada orang lain di usia 20 bulan
  • Sering mengulang ucapan orang lain setelah usia 30 bulan

4. Gangguan Sosio-Emosional

Gangguan tumbuh kembang pada anak juga bisa ditunjukkan dengan beberapa redflag tumbuh kembang sosio-emosional seperti:

  • Usia 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi senang lainnya
  • Usia 9 bulan: anak kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
  • Usia 12 bulan: tidak merespon saat namanya dipanggil
  • Usia 15 bulan: tidak memiliki perbendaharaan kata
  • Usia 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
  • Usia 24 bulan: belum bisa merangkai kata yang berarti
  • Anak tidak babbling dan tidak memiliki kemampuan bersosialisasi

5. Gangguan Kognitif

Tanda-tanda gangguan tumbuh kembang pada anak dalam hal kemampuan kognitifnya antara lain:

  • Usia 2 bulan: kurangnya kemampuan untuk memfokuskan pandangan matanya pada satu objek secara stabil
  • Usia 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
  • Usia 6 bulan: belum memberikan respons saat mendengar suara
  • Usia 9 bulan: belum babbling seperti mama, papa, baba
  • Usia 24 bulan: belum ada kata yang berarti
  • Usia 36 bulan: belum bisa merangkai 3 kata3

Efek Negatif Gangguan Tumbuh Kembang di Kemudian Hari

Gangguan tumbuh kembang anak yang tidak ditangani sejak dini dapat memberikan dampak panjang pada kehidupannya. Berikut ini beberapa efek samping gangguan tumbuh kembang anak menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia yang bisa Bunda pahami:

  1. Anak cenderung mengalami kesulitan dalam belajar dan kesulitan untuk melanjutkan sekolah hingga dewasa
  2. Anak tumbuh sebagai pribadi yang kurang percaya diri
  3. Anak memiliki tingkat ketakutan dan kecemasan yang tinggi
  4. Merasa kesulitan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya
  5. Tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan kesulitan dalam menghadapi konflik4
Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Melakukan deteksi dini gangguan tumbuh kembang pada anak dapat membantu orang tua meningkatkan kualitas hidup Si Buah Hati melalui penanganan yang tepat. Beberapa deteksi dini yang bisa dilakukan orang tua menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia antara lain:

  1. Memerhatikan tanda-tanda perkembangan. Beberapa indikator yang perlu diperhatikan antara lain:
    -    Usia 0-1 tahun: Perhatikan kemampuan anak dalam mengangkat kepala, merespons suara, atau tersenyum.
    -    Usia 1-2 tahun: Pada usia ini, anak seharusnya sudah mulai belajar berdiri sendiri dan mengatakan beberapa kata.
    -    Usia 2-3 tahun: Memperhatikan kemampuan anak dalam bermain dengan teman sebaya dan kemampuannya dalam mengikuti perintah sederhana.
    Sebagai contohnya, jika anak usia 15 bulan tetapi belum bisa berdiri sendiri atau tidak menunjukkan minat untuk bermain dengan anak lain, maka Bunda perlu mengevaluasinya dengan dokter anak atau ahli tumbuh kembang anak.
     
  2. Konsultasi dengan dokter anak untuk melakukan penilaian terhadap perkembangan Si Buah Hati dan memberikan saran yang diperlukan.
     
  3. Cara agar terhindar dari gangguan tumbuh kembang selanjutnya adalah dengan mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik dan meningkatkan kreativitasnya. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan antara lain bermain di luar, berlari, melompat, atau bermain permainan edukatif.
     
  4. Menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk tumbuh dan berkembang, baik di rumah maupun di luar, misalnya:
    -    Menyediakan mainan edukatif yang merangsang kreativitas dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak untuk membantu perkembangan kognitifnya.
    -    Melakukan interaksi sosial seperti mengajaknya bermain dengan teman sebaya atau mengunjungi keluarga untuk meningkatkan perkembangan sosial-emosionalnya.
     
  5. Mengenali redflag tumbuh kembang atau perilaku yang mengkhawatirkan dan dapat menunjukkan adanya masalah, seperti:
    -    Keterlambatan dalam berbicara atau berinteraksi
    -    Kesulitan bermain atau berkomunikasi dengan teman sebayanya
    -    Anak bertingkah laku agresif atau menarik diri dari lingkungan sosial
     
  6. Mengedukasi diri sendiri dan anggota keluarga lain dengan membaca buku dan artikel tentang perkembangan anak atau mengikuti seminar yang dapat meningkatkan pemahaman tentang pola pengasuhan dan fase tumbuh kembang Si Buah Hati.5

Mengingat bahwa gangguan tumbuh kembang anak dapat terjadi karena pemenuhan gizi yang tidak adekuat atau sesuai dengan kebutuhan anak, maka selain melakukan deteksi dini orang tua juga harus memastikan bahwa asupan gizi Si Buah Hati sudah terpenuhi dengan baik.

 


 

Selain makanan bergizi seimbang yang kaya akan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin dan mineral, Bunda juga bisa memberikan susu pertumbuhan seperti susu DANCOW 1+ Imunutri. 

Diformulasikan untuk membantu penuhi nutrisi harian anak usia 1 tahun ke atas, susu DANCOW 1+ Imunutri yang mengandung protein, Omega 3 & 6, DHA, zat besi, kalsium dan vitamin D dapat bantu tumbuh kembang Si Buah Hati agar tumbuh cerdas. Selain itu, DANCOW 1+ tanpa gula pasir (0 gram sukrosa).

Dengan deteksi dini yang tepat, pemenuhan gizi yang adekuat, dan stimulasi yang konsisten, Si Buah Hati memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh optimal dan mencapat tahapan perkembangan sesuai usianya.

Jika Si Buah Hati menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan tumbuh kembang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat ya, Bunda.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

  1. Apakah gangguan tumbuh kembang bisa dideteksi sejak bayi?
    Bisa, Bunda. Gangguan tumbuh kembang Si Buah Hati bisa dideteksi sejak bayi melalui pemantauan rutin seperti grafik pertumbuhan, pemeriksaan refleks, kemampuan motorik, respons sosial, dan juga perkembangan bahasa awal. Bunda bisa melakukan deteksi dini ke Posyandu, dokter anak, maupun ahli tumbuh kembang setiap bulan untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal atau menemukan tanda keterlambatan lebih cepat, sehingga orang tua bisa melakukan intervensi atau penanganan yang tepat.
     
  2. Apakah faktor genetik memengaruhi tumbuh kembang?
    Ya, Bunda. Faktor genetik memengaruhi tumbuh kembang anak, namun bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan gangguan tumbuh kembang. Masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, seperti lingkungan, pemenuhan gizi, pola asuh, dan stimulasi harian. Oleh karena itu, Bunda tak perlu khawatir, sebab anak tetap dapat berkembang optimal dengan penanganan yang tepat.
     
  3. Apakah terapi wicara diperlukan untuk semua anak dengan keterlambatan bicara?
    Keterlambatan bicara tidak selalu membutuhkan terapi wicara, sebab biasanya anak-anak hanya mengalami keterlambatan ringan yang dapat membaik dengan stimulasi rutin di rumah. Namun jika keterlambatan cukup signifikan dan tidak mengalami perkembangan dalam 2-3 bulan, bahkan disertai masalah lainnya seperti gangguan pendengaran, kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya, atau kesulitan memahami perintah sederhana, sebaiknya segera ikuti terapi wicara untuk membantu mengejar ketertinggalannya.

 

 

Sumber:

  1. Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum Pada Anak. Retrieved in 3rd November 2025, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
  2. Human Growth and Development. Retrieved in 3rd November 2025, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK567767/
  3. Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum Pada Anak. Retrieved in 3rd November 2025, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
  4. Dampak Jangka Panjang Keterlambatan atau Gangguan Bicara-Bahasa, Hal yang Perlu Diketahui Orang Tua. Retrieved in 3rd November 2025, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/dampak-jangka-panjang-keterlambatan-atau-gangguan-bicara-bahasa-hal-yang-perlu-diketahui-orangtua
  5. Tips Praktis IDAI untuk Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak. Retrieved in 3rd November 2025, from https://idai.co.id/tips-praktis-idai-untuk-deteksi-dini-gangguan-tumbuh-kembang-anak/
  6. Soedjatmiko. Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita. Sari Pediatri, Vol. 3, No. 3, Desember 2001: 175 – 188. Retrieved in 3rd November 2025, from file:///Users/kolbuyer/Downloads/999-2282-1-SM.pdf
  7. Produk Susu dan Nutrisi untuk Anak. Retrieved in 29th October 2025, from https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240328/1345187/produk-susu-dan-nutrisi-untuk-anak/

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait
Bunda, Kenalilah Karakter Unik Si Kecil

Parenting

+

Bunda, Ini 3 Fase Perkembangan Karakter Si Buah Hati

04-11-2020

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bereng si Kecil

Parenting

+

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bareng Si Buah Hati

04-11-2020

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada si Kecil

Parenting

+

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada Si Buah Hati

04-11-2020


Artikel Terbaru
Bunda, Kenalilah Karakter Unik Si Kecil

Parenting

+

Bunda, Ini 3 Fase Perkembangan Karakter Si Buah Hati

04-11-2020

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bereng si Kecil

Parenting

+

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bareng Si Buah Hati

04-11-2020

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada si Kecil

Parenting

+

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada Si Buah Hati

04-11-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang