Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel Tahapan Perkembangan Anak Usia Sekolah yang Perlu Bunda Ketahui

Tahapan Perkembangan Anak Usia Sekolah yang Perlu Bunda Ketahui

06-02-2026

Tahapan Perkembangan Anak Usia Sekolah yang Perlu Bunda Ketahui

Ditulis oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: dr. Aulia Afriani Mustami, MD

Pada anak-anak, masa sekolah merupakan fase penting di mana mereka mulai menunjukkan banyak perubahan dalam hidupnya. Tak hanya belajar membaca dan menulis, tahapan perkembangan anak dalam fase ini juga bisa dilihat dari cara mereka mengenal emosi, bersosialiasi, dan membangun kemandirian.

Sebagai orang tua, memahami setiap milestone anak usia sekolah tentu akan memudahkan dalam memberikan dukungan dan stimulasi yang tepat sehingga Buah Hatinya dapat tumbuh optimal, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan belajar setiap harinya.

Tahapan Perkembangan Anak Usia Sekolah

Berikut ini tahapan perkembangan anak yang wajib dipahami oleh setiap orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal .

  1. Anak Balita: anak usia 1 – 5 tahun
    Anak di bawah usia lima tahun akan mengalami perkembangan yang lebih pesat baik secara fisik, emosional, dan kognitif. Hal ini akan membuat anak seusianya lebih senang berlarian dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, termasuk bermain baik di dalam maupun luar rumah.

    Melansir laman situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, di 3-5 tahun anak-anak mulai tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya. Kemampuan kognitif anak balita juga terlihat dari kemampuan berhitung yang mulai berkembang dengan pemahaman konsep dasar seperti banyak-sedikit dan besar-kecil. Berikan asupan nutrisi dan istirahat yang cukup untuk menunjang tumbuh kembangnya ya, Bunda.

  2. Anak Pra sekolah: anak usia 5 – 6 tahun
    Memasuki usia lima sampai enam tahun, anak akan mengalami perkembangan sosial emosional yang sangat pesat. Di momen ini mereka akan banyak memahami karakteristik teman sepermainan dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, sangat wajar jika anak masih membutuhkan arahan dalam mengendalikan emosinya, termasuk saat bermain bersama teman-temannya.
     
  3. Anak Usia Sekolah: usia  6 – 12 tahun 
    Memasuki usia sekolah, anak-anak biasanya lebih merasa percaya diri dan bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya, yaitu sekolah dasar. Melansir Kompas.com, pertumbuhan anak di usia ini ditandai dengan tinggi dan berat badan yang bertambah setidaknya tiga kilogram tiap tahunnya. Kemampuan kognitif anak usia sekolah juga makin berkembang, mulai dari kemampuan membaca dan menulis yang meningkat, memiliki kemampuan menggambar, menyanyi, menari dan lainnya.
     
  4. Anak Pra Remaja: anak usia 12 – 18 tahun
    Memasuki tahapan usia pra remaja, perkembangan anak pun akan semakin matang. Sebagian anak akan mulai memasuki masa pubertas dan cenderung lebih memerhatikan penampilan fisiknya. Hal ini tentu lebih banyak dialami oleh anak perempuan yang umumnya mengalami pubertas lebih cepat daripada anak laki-laki.

Baca Juga: Nutrisi dan Gizi Seimbang untuk Anak

Tanda-Tanda Anak Siap Sekolah 

Seorang anak bisa dikatakan siap masuk sekolah adalah ketika mereka memiliki kesiapan akademis, sudah mampu pergi ke toilet dan membuka kotak makan sendiri, perhatian dan konsentrasi, keterampilan fisik (daya tahan untuk duduk tegak selama di kelas), pengaturan emosi yang baik, memiliki keterampilan bahasa, keterampilan bermain, dan keterampilan sosial.

Berikut ini beberapa tanda anak siap masuk sekolah menurut sebuah studi yang bisa Bunda simak.

  1. Mampu untuk berpisah dari orang tua atau pengasuhnya
  2. Menunjukkan rasa percaya diri secara fisik dan dapat berkomunikasi dengan jelas dan mampu mengikuti arahan guru dengan efektif
  3. Dapat menjalin hubungan pertemanan dengan siswa lain menggunakan keterampilan bahasa yang dimilikinya
  4. Memiliki tanggung jawab atas diri sendiri dan barang-barang yang dimilikinya, termasuk kemampuan untuk pergi ke toilet tanpa ditemani
  5. Mudah beradaptasi dan mengatasi perubahan, terutama lingkungan dan kebiasaan yang berbeda dari saat mereka berada di taman kanak-kanak
  6. Mampu menghadapi tantangan dan bangkit setelah mengalami kegagalan dan berusaha memecahkan masalah dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar
  7. Mampu menaati aturan di sekolah dan mau terlibat dalam berbagai hal baru di sekolahnya

Peran Orang Tua dalam Mendampingi Tahapan Perkembangan Anak

Dalam setiap tahap perkembangan anak, peran orang tua menjadi kunci utama yang membantu Si Buah Hati tumbuh dengan percaya diri dan bahagia. Tak hanya itu saja, dukungan dari kedua orang tua baik dalam bentuk kasih sayang, perhatian, dan stimulasi yang tepat dapat memengaruhi bagaimana anak belajar dan berkembang.

Berikut ini beberapa peran orang tua dalam menghadapi tumbuh kembang Si Buah Hati di setiap tahapan usia .

  1. Mengenali Minat dan Bakat Si Buah Hati
    Langkah pertama adalah mengetahui minat dan bakat Si Buah Hati terlebih dahulu. Untuk yang satu ini, Bunda bisa mengobservasi aktivitas Si Buah Hati setiap harinya. Misalnya saat  bermain, Bunda menemukan Si Buah Hati sering kali berpura-pura menjadi dokter, guru, atau pilot. Besar kemungkinan bahwa beberapa peran itulah yang menarik minatnya.
     
  2. Menjadi Pendengar yang Baik dan Membantu Si Buah Hati untuk Mengeksplor Dunia
    Selanjutnya, Bunda bisa mengeksplorasi lebih jauh dan menanyakannya langsung pada Si Buah Hati untuk memastikan minat mereka. Dengarkan respon Si Buah Hati dengan perhatian penuh, setelah itu, bantulah mereka untuk mengeksplorasi atau mendalami minatnya.

    Jika Si Buah Hati benar-benar tertarik untuk menjadi dokter atau pilot, Bunda bisa memberikan berbagai macam bacaan, video, atau jenis informasi lain yang sesuai dengan minat Si Buah Hati agar mereka lebih bersemangat untuk mewujudkannya.

    Bunda juga bisa memberikan kesempatan pada Si Buah Hati untuk mengeksplorasi secara langsung, misalnya dengan mengajaknya tempat wisata edukatif yang memberikan kesempatan bagi Si Buah Hati untuk mencoba berbagai profesi yang ada di dunia.

  3. Memberikan Dukungan dan Pujian Atas Usaha Si Buah Hati
    Jika Si Buah Hati mampu konsisten dan memiliki keinginan untuk terus belajar mendalami minatnya, orang tua perlu memberikan pujian dan apresiasi atas usahanya tersebut. Selain ucapan, Bunda juga bisa memberikan snack favorit Si Buah Hati setiap mereka berhasil melakukan sesuatu. Apresiasi dan pujian ini akan membuat Si Buah Hati merasa dihargai, dicintai, dan dianggap penting, sehingga mereka akan terpacu untuk belajar lebih semangat lagi.
     
  4. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Tepat
    Lingkungan yang tepat akan membuat Si Buah Hati merasa aman dan nyaman saat belajar, sehingga mereka lebih mudah menyerap materi belajarya. Dengan begini, Si Buah Hati bisa lebih semangat, percaya diri, dan siap mengeksplorasi berbagai hal baru dalam hidupnya.

Mengenali Keterlambatan Tahapan Perkembangan Anak

Selain beberapa hal di atas, setiap orang tua juga harus mengobservasi tumbuh kembang Buah Hatinya sejak dini dan memastikan tidak ada keterlambatan perkembangan yang dialami. Melansir laman situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, seorang anak bisa mengalami keterlambatan perkembangan di satu atau beberapa aspek sekaligus atau yang disebut dengan keterlambatan perkembangan umum.

Keterlambatan perkembangan umum ini biasanya terjadi pada anak-anak usia di bawah 5 tahun dan penyebabnya bisa beragam, mulai dari faktor genetik, gangguan saraf, infeksi selama kehamilan, hingga kelahiran bayi prematur atau berat lahir rendah. Untuk memastikan apakah anak mengalami keterlambatan, diperlukan observasi orang tua dan pemeriksaan oleh dokter sedini mungkin agar penyebabnya dapat diketahui dan segera mendapat penanganan yang tepat.

Dari penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa peran orang tua sangatlah penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk melalui pemberian makanan bergizi seimbang dan susu pertumbuhan yang mendukung kebutuhan nutrisi otak dan fisik seperti DANCOW FortiGro Instant.

DANCOW FortiGro merupakan susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan usia sebelumnya. DANCOW FortiGro mengandung nutrisi yang dapat mendukung: 
 

Proses Belajar Anak

DANCOW FortiGro mengandung kombinasi DHA dan Zat Besi yang dapat mendukung proses belajar anak usia sekolah. DHA merupakan salah satu asam lemak essensial yang dibutuhkan oleh tubuh tapi tidak diproduksi secara alami oleh tubuh.  

DHA berperan penting dalam perkembangan dan fungsi otak. Sedangkan Zat Besi merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh termasuk otak. Sehingga tanpa Zat Besi yang cukup anak tidak dapat konsentrasi dan fokus ketika belajar. Selain DHA dan Zat Besi, DANCOW FortiGro juga mengandung Omega 6, Tinggi Vitamin B1,B2,B6 dan B12 yang juga berfungsi untuk mendukung proses belajar. 
 

Pertumbuhan yang Optimal 

DANCOW FortiGro mengandung Protein Susu, Tinggi Kalsium dan Vitamin D yang dapat membantu pertumbuhan tulang dan gigi anak. 
 

Dukung Daya Tahan Tubuh

DANCOW FortiGro mengandung Zink, Tinggi Vitamin C dan A yang berperan dalam membantu daya tahan tubuh anak.

Selain itu juga, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum dengan pilihan rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanilla yang disukai Si Buah Hati. DANCOW UHT praktis dikonsumsi anak sebagai bekal sekolah, di sela-sela aktivitasnya di sekolah maupun di rumah, atau pun dalam perjalanan.

Selain itu, DANCOW FortiGro juga dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan saja dan di mana saja, termasuk sebagai bekal sekolah anak.

Dengan kombinasi antara makanan bergizi seimbang, susu pertumbuhan, dan stimulasi yang konsisten di rumah, maka tumbuh kembang dan kemampuan kognitif anak dapat berjalan optimal di setiap tahapan usianya.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

  1. Bagaimana cara orang tua mengenali apakah anak sudah mencapai milestone sesuai usianya? 
    Pantau kemampuan dasar seperti bahasa, motorik, sosial, dan kognitif melalui aktivitas sehari-hari. Jika anak tertinggal jauh dibanding teman sebaya atau kehilangan kemampuan yang sudah dikuasai, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
     
  2. Apa yang harus dilakukan jika anak terlihat lebih cepat atau lebih lambat berkembang dibanding anak lain? 
    Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Jika keterlambatan signifikan atau ada regresi, lakukan pemeriksaan ke dokter anak atau psikolog tumbuh kembang untuk evaluasi lebih lanjut.
     
  3. Bagaimana peran orang tua dalam mendukung perkembangan emosional anak di setiap tahap? 
    Berikan lingkungan yang aman, komunikasi positif, dan kesempatan anak mengekspresikan perasaan. Hindari membandingkan dengan anak lain dan ajarkan cara mengelola emosi melalui contoh sehari-hari.

 

Referensi

  • IDAI | Keterlambatan Bicara. (n.d.). Www.idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara 
     
  • CDC. (2025, September 4). CDC’s Developmental Milestones. Learn the Signs. Act Early. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/index.html 
     
  • Mareta, R., Sulaeman, E. S., Setyowati, R., & Padmaningrum, D. (2024). The Role of Parents in Child Development: Literature Review. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 1101–1108. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-273-6_114 
     
  • IDAI | Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak 
     

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait

Artikel Terbaru
Tips Mudah Ajarkan Si Kecil Membereskan Mainan

Parenting

+

Tips Mudah Ajarkan Si Buah Hati Membereskan Mainan

04-11-2020

Tips Si Kecil Tenang Berpisah dengan Bunda

Parenting

+

6 Tips Si Buah Hati Tenang Berpisah dengan Bunda

04-11-2020

3 Aktifitas Ngabuburit Seru Bersama Buah Hati

Parenting

+

3 Aktivitas Ngabuburit Seru Bersama Buah Hati

29-10-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang