Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel Yuk, Kenali Cara Menjadi Ibu yang Baik Lewat Pola Asuh

Parenting

Yuk, Kenali Cara Menjadi Ibu yang Baik Lewat Pola Asuh

28-07-2022

menjadi ibu yang baik​

Membesarkan dan mengasuh anak merupakan tugas yang berat dan penuh tantangan. Walaupun telah mempersiapkan diri, membaca berbagai literatur parenting, dan mendapatkan masukan dari yang berpengalaman, namun tetap ada momen yang membuat Bunda meragukan kemampuan sebagai orang tua. Bahkan di saat situasi sulit, Bunda mungkin pernah bertanya "Apakah aku bisa menjadi ibu yang baik bagi Si Buah Hati?"

Tapi Bunda tidak sendiri, kok. Ada banyak ibu di dunia yang merasakan kecemasan dan kekhawatiran yang sama. Banyak juga ibu yang merasa kehilangan jati diri sejak menjadi seorang ibu. Karenanya, Bunda mungkin butuh tips cara menjadi ibu yang baik tanpa kehilangan jati diri di tengah segala perubahan.

Menjadi Ibu adalah Pengalaman yang Mengubah Hidup

Hal yang perlu disadari sejak awal adalah kehidupan Bunda pasti berubah saat menjadi seorang ibu. Jika sebelumnya hanya ada Bunda dan pasangan, sekarang ada Si Buah Hati yang butuh energi, waktu, dan perhatian Bunda.

Satu perubahan yang umum terjadi adalah Bunda akan lebih sering merasa cemas. Banyak hal yang bisa memicu kecemasan Bunda terhadap kondisi Si Buah Hati, misalnya nafsu makan, kecukupan nutrisi, kesehatan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tumbuh kembangnya. Belum lagi jika Bunda bekerja, kecemasan akan bertambah karena tak berada bersamanya, serta harus merelakan orang lain untuk mengasuh dan merawatnya selama Bunda di kantor.

Kecemasan ini kadang bisa membuat Bunda menggelengkan kepala. Misalnya saat Si Buah Hati ngeyel ingin bermain di luar bersama teman-temannya, padahal ia sedang tak enak badan. Bunda yang cemas dengan kondisi Si Buah Hati akhirnya memarahinya, padahal kemarahan ini tidak perlu karena Bunda bisa melarangnya dengan tegas. Ini membuat Bunda kemudian menyesal dan meragukan kemampuan menjadi ibu yang baik.

Menjadi ibu juga dapat membuat Bunda merasa seperti kehilangan jati diri. Berbagai perubahan yang terjadi saat menjadi ibu memang dapat membuat bingung, apalagi Bunda tidak punya waktu banyak untuk beradaptasi karena tidak memiliki support system yang memadai. Berbagai aktivitas yang dulu biasa Bunda lakukan, sudah banyak berkurang sejak menjadi ibu. Bahkan ada yang tak pernah lagi dilakukan. Akibatnya, Bunda merasa seperti kehilangan jati diri.

Baca Juga: Panduan Parenting terhadap Anak Sekolah

Cara Menjadi Ibu yang Baik di Rumah dan di Kantor

Menjalani peran sebagai seorang ibu sekaligus pekerja tentu bukan hal yang mudah. Ada banyak urusan keluarga yang harus diselesaikan termasuk mendidik Si Buah Hati, namun di sisi lain Bunda harus tetap menjaga profesionalitas kerja dan mencapai mimpi yang Bunda miliki.

Tak perlu bingung, meski memang akan terasa berat di awalnya, percayalah bahwa Bunda tetap bisa mengatasinya. Melansir dari Healthline.com, berikut cara menjadi ibu yang baik dan bijaksana yang bisa Bunda terapkan agar dapat menyeimbangkan waktu di rumah maupun kantor.

1. Susun skala prioritas dengan baik

Tuliskan di buku catatan dan urutkan pekerjaan yang harus diselesaikan, mulai dari yang paling penting dan membutuhkan fokus terbesar di hari itu, hingga hal yang paling sederhana. Tak hanya berlaku satu hari saja, Bunda juga bisa menyusun skala prioritas untuk satu minggu hingga satu bulan ke depan. Agar tidak terasa berat, coba diskusikan bersama dengan pasangan dan manfaatkan support system seperti anggota keluarga atau asisten rumah tangga di rumah untuk membantu menyelesaikan urusan rumah saat Bunda berada di kantor.

2. Minta bantuan orang lain

Saat memutuskan untuk tetap menjadi ibu pekerja, maka jangan sungkan untuk minta bantuan orang lain seperti anggota keluarga atau mempekerjakan asisten rumah tangga untuk menjaga anak ataupun menyelesaikan pekerjaan lainnya di rumah. Dengan begini, Bunda bisa fokus menyelesaikan pekerjaan di kantor tanpa harus mengabaikan urusan rumah tangga.

3. Berbagi tanggung jawab dengan pasangan

Tips menjadi ibu yang baik dan sabar selanjutnya adalah dengan saling berbagi tugas dan kewajiban dengan pasangan. Misalnya ketika suami Bunda memiliki jam kerja yang fleksibel, maka mintalah bantuannya untuk antar-jemput anak sekolah, menjaga, dan menidurkannya di malam hari. Bunda juga bisa membagi pekerjaan rumah dengan pasangan, seperti membuang sampah, menyapu halaman, atau hal lain sesuai kesepakatan. Dengan begini, Bunda bisa melewati hari dengan lebih menyenangkan.

4. Meminimalisir kegiatan yang cukup menyita tenaga dan waktu

Jika biasanya Bunda terbiasa belanja bulanan sendiri ke supermarket, maka lain halnya jika sudah kembali bekerja di kantor. Waktu dan tenaga menjadi sangat terbatas untuk melakukannya. Untuk mengatasinya, Bunda bisa memanfaatkan layanan pesan antar melalui aplikasi mulai dari belanja keperluan rumah tangga, bahan makanan, dan berbagai kebutuhan bulanan lainnya secara online. Tak hanya menghemat waktu dan tenaga, biasanya banyak potongan harga dan promo yang bisa Bunda dapatkan, loh!

5. Ciptakan family time yang menyenangkan

Setelah melakukan berbagai kesibukan di kantor hampir seminggu penuh, luangkan waktu di akhir pekan untuk dihabiskan bersama keluarga. Selain bersantai di rumah dan membuat hidangan favorit keluarga, Bunda juga bisa menciptakan family time yang menyenangkan dengan melakukan kegiatan di luar rumah.

Misalnya dengan makan siang di luar, pergi ke taman bermain, berenang, olahraga bersama, atau piknik di taman. Hal ini dapat dilakukan sebagai cara menjadi ibu yang baik buat anak agar mereka tetap dapat merasakan perhatian serta kasih sayang dari orang tuanya.

Tips Menjadi Ibu yang Baik Tanpa Kehilangan Jati Diri

Walaupun rasa cemas, tersulut emosi, dan merasa kehilangan jati diri merupakan hal yang wajar terjadi pada para ibu, tapi Bunda sebenarnya bisa kok, untuk mengurangi dan mengatasinya. Berikut ini beberapa tips yang bisa Bunda terapkan sebagai cara menjadi ibu yang baik buat anak.

1. Berhenti mengejar kesempurnaan

Kebanyakan rasa cemas muncul karena Bunda ingin segala sesuatu berjalan dengan sempurna. Padahal, ada hal-hal yang bisa dikontrol oleh manusia, tapi ada juga yang tidak. Cara menjadi ibu yang baik dan bijaksana adalah Bunda menerima momen-momen tak terduga dengan lapang dada dan mencari solusi yang terbaik.

2. Merawat diri

Agar tak kehilangan jati diri, Bunda disarankan untuk tetap memperhatikan kondisi diri dan merawat diri. Tetap tidur yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi, dan berolahraga. Jadwalkan me time pada hari dan jam yang sama untuk melakukan hobi, berjalan-jalan, hangout bersama teman-teman, melakukan perawatan tubuh, dan lainnya.

Melakukan perawatan diri atau self care selama menjadi ibu yang masih mengasuh anaknya sangat penting. Karena menjadi seorang ibu dan orang tua bukanlah hal yang mudah, self care dapat membantu kesehatan mental dan emosional Bunda, mengurangi risiko kelelahan, kecemasan, depresi, hingga stres.

Meluang waktu untuk tidur, makan, dan berolahraga yang cukup mampu meningkatkan kesehatan fisik dan menurunkan risiko penyakit. Selain itu, Bunda tetap dapat mengasuh dengan cara sabar menghadapi anak. Ketika kesehatan fisik dan mental Bunda terjaga, kualitas hubungan dengan Si Buah Hati dan keluarga akan lebih baik.

3. Quality time dengan Si Buah Hati

Cara menjadi ibu yang baik dan sabar salah satunya adalah dengan menyisihkan waktu untuk benar-benar mengenal Si Buah Hati. Banyaklah mengobrol untuk mengenalnya, pelajari juga kecenderungan perilaku dan pemikiran anak-anak seumurnya. Mengenal Si Buah Hati akan membantu Bunda menentukan pola asuhnya dan melakukan antisipasi, sehingga tidak mudah emosi.

4. Mempunyai support system

Mendapat dukungan pasangan, keluarga, dan teman-teman terdekat dalam mengasuh anak akan sangat membantu Bunda, begitu juga dengan memiliki pengasuh anak. Butuh bantuan dan dukungan orang lain bukan berarti Bunda tidak dapat menjadi ibu yang baik, tapi Bunda realistis bahwa Bunda tidak dapat mengerjakan segala sesuatu sendirian.

Membangun Ikatan antara Ibu dan Anak Usia Sekolah

Saat anak mulai memasuki usia sekolah, Bunda mungkin merasa tidak sedekat dulu ketika Si Buah Hati masih kecil dan selalu menempel pada Bunda. Meski Si Buah Hati tampak mulai mencoba mandiri, mereka tetap membutuhkan kasih sayang dan rasa aman dari orang tua. Berikut beberapa tips parenting anak SD dan membangun bonding dengan anak usia sekolah yang bisa Bunda coba:

  • Beri perhatian. Perhatikan hal-hal yang Si Buah Hati lakukan dan berikan respon yang sesuai.
  • Meluangkan waktu bersama. Meskipun Bunda dan Si Buah Hati memiliki kesibukan masing-masing, upayakan memiliki waktu bersama secara rutin.
  • Pertahankan kontak fisik. Si Buah Hati mungkin mulai sulit dipeluk karena merasa sudah bukan anak kecil lagi, tapi usahakan tetap ada sentuhan untuk menyalurkan kasih sayang dan dukungan.
  • Menjalin komunikasi. Bunda bisa mencari tahu hal yang sedang disukai Si Buah Hati. Cobalah masuk ke dunianya dan mulai buka percakapan.
  • Merespon kebutuhan anak. Kenali tanda-tanda saat anak lapar, lelah, atau mengantuk dan berikan respon yang sesuai. Tunjukkan kalau Bunda akan selalu ada dan mendukungnya.

Menjadi orang tua dari anak usia sekolah berarti Bunda harus selalu bisa mendukung prestasinya. Namun perlu diingat, mendukung bukan menuntut. Kuncinya adalah fokus pada proses dan bukan hasil. Berikan apresiasi atas setiap usaha dan kerja keras Si Buah Hati apapun hasilnya.

Bunda juga bisa menjadi pendengar yang baik agar Si Buah Hati merasa aman dan nyaman bercerita tanpa khawatir dihakimi. Dorong Si Buah Hati untuk percaya diri menghadapi tantangan maupun mencoba hal baru.

Menjalin Komunikasi Terbuka dengan Anak Usia Sekolah

Dalam menjalin hubungan orang tua dengan anak usia sekolah, salah satu hal terpenting yakni membangun komunikasi efektif orang tua anak. Gunakan pola komunikasi terbuka sehingga Si Buah Hati merasa didengar dan dimengerti kemudian mau mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Beberapa poin cara membangun komunikasi terbuka:

  • Buat lingkungan yang aman dan tidak menghakimi
  • Menjadi pendengar yang aktif
  • Mencontohkan apa yang ingin orang tua lihat dari anak
  • Meluangkan waktu bicara empat mata
  • Saling menghormati pendapat dan perasaan
  • Gunakan bahasa sesuai usia anak
  • Mendorong pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
  • Jangan menceramahi
  • Bersabar dan tetap buka pintu komunikasi

Memahami Konsep Good Enough Mother dalam Parenting anak SD

Konsep "The Good Enough Mother" dipopulerkan oleh Donald Winnicott, seorang dokter anak dan psikoanalis asal Inggris, pada tahun 1953. Konsep ini menggambarkan seorang ibu atau pengasuh yang awalnya sangat berdedikasi memenuhi kebutuhan bayinya dengan cepat dan responsif, namun bertahap berubah lebih lambat dan bahkan terkadang membiarkan bayi menangis.

Menurut konsep ini, menjadi ibu tidak perlu sempurna dan boleh sesekali melakukan kesalahan atau tidak memenuhi keinginan anak, selama tidak membahayakan anak. Hal ini justru membantu anak untuk belajar menghadapi kekecewaan dan membangun ketangguhan Si Buah Hati dalam menghadapi kehidupan.

Dampak Pola Asuh Terhadap Perkembangan Emosional Anak

Pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan sosial emosional anak. Pola asuh yang positif akan membantu anak mengembangkan kemampuan berempati, memecahkan masalah, mengelola emosi, dan relasi dengan orang lain. Sementara pola asuh negatif dapat berdampak pada anak yang agresif, pemalu, cemas, rendah diri, sulit bergaul, bahkan risiko memiliki gangguan perkembangan emosional dan masalah perilaku.

Selain itu, dalam pola asuh anak, juga penting adanya konsistensi aturan dalam keluarga sehingga anak akan belajar memahami batasan, membantu mengembangkan kontrol diri, dan membantu Si Buah Hati memahami konsep norma sosial.

Cara menjadi ibu yang baik tentunya memiliki banyak aspek. Salah satu yang tak kalah penting adalah mengenai kecukupan gizi Si Buah Hati. Sebagai bentuk #CintaBundaSempurna, berikan dia susu sebagai pelengkap kebutuhan gizinya.

DANCOW FortiGro Instant merupakan susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya. DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan DANCOW FortiGro Instant yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Juga tersedia varian yaitu Cokelat dan Full Cream. Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan dan di mana saja.

Demikian Bunda, sedikit penjelasan dan tips cara menjadi ibu yang baik. Hindari meragukan kemampuan Bunda sebagai ibu, karena percayalah, Bunda mampu menjadi ibu yang baik dalam mengasuh Si Buah Hati.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

  1. Bagaimana tips membangun bonding dengan anak usia sekolah?

Tips membangun bonding dengan anak usia sekolah bisa dilakukan dengan cara memberikan perhatian, meluangkan waktu bersama, menjaga sentuhan fisik, menjalin komunikasi, dan merespon kebutuhan anak.

  1. Apa kunci menjadi ibu yang suportif bagi prestasi anak?

Kunci menjadi ibu yang suportif bagi prestasi anak yakni dengan fokus pada proses dan bukan hanya melihat hasil. Berikan apresiasi terhadap usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan anak. Membangun rasa percaya diri anak untuk menghadapi tantangan.

 

Referensi:

  1. Self-care tips for moms - Mayo Clinic. Retrieved on April 10th 2026 from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/self-care-tips-for-moms
  2. What you need to know about parent-child attachment - Unicef. Retrieved on April 10th 2026 from https://www.unicef.org/parenting/child-care/what-you-need-know-about-parent-child-attachment
  3. How to Foster Open Communication with Your Kids - Excellence Project. Retrieved on April 10th 2026 from https://www.excellenceproject.org/post/how-to-foster-open-communication-with-your-kids
  4. Ratnapalan, S., & Batty, H. (2009). To be good enough. Canadian family physician Medecin de famille canadien, 55(3), 239–242.
  5. Travelancya, T., Arifah, A., Ummah, R., Islamiyah, T., Amanillah, K. F., Zilvi, M., Eka, N., & Roini, S. F. (2024). Pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. Journal on Education, 6(2), 10747-10756. http://jonedu.org/index.php/joe

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait
Mau Mengajarkan Si Kecil Berpuasa? Cek Tipsnya di Sini!

Parenting

+

Mau Ajari Si Buah Hati Berpuasa? Cek Tipsnya di Sini!

06-11-2020

Hindari Tersesat, Biasakan Si Kecil Belajar Membaca Petunjuk Arah

Parenting

+

Hindari Tersesat, Biasakan Si Buah Hati Belajar Membaca Petunjuk Arah

06-11-2020

Yuk, Latih Disiplinkan Si Kecil Tanpa Kekerasan

Parenting

+

9 Cara Latih Disiplin Si Buah Hati Tanpa Kekerasan

05-11-2020


Artikel Terbaru
Mau Mengajarkan Si Kecil Berpuasa? Cek Tipsnya di Sini!

Parenting

+

Mau Ajari Si Buah Hati Berpuasa? Cek Tipsnya di Sini!

06-11-2020

Hindari Tersesat, Biasakan Si Kecil Belajar Membaca Petunjuk Arah

Parenting

+

Hindari Tersesat, Biasakan Si Buah Hati Belajar Membaca Petunjuk Arah

06-11-2020

Yuk, Latih Disiplinkan Si Kecil Tanpa Kekerasan

Parenting

+

9 Cara Latih Disiplin Si Buah Hati Tanpa Kekerasan

05-11-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang