Waktu Tepat untuk Memberikan Susu Tinggi Kalori untuk Anak 2 Tahun
07-07-2025
Memasuki usia 2 tahun, umumnya anak-anak akan semakin lancar berbicara dan aktif bergerak, sehingga mereka membutuhkan energi yang lebih besar untuk mendukung aktivitas dan juga proses tumbuh kembangnya. Sayangnya, tidak semua anak memiliki nafsu makan yang baik dan mampu mengonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup1. Untuk mencegah anak kekurangan gizi, biasanya kebanyakan orang tua mempertimbangkan untuk memberikan susu tinggi kalori untuk anak 2 tahun sebagai menu pelengkap agar kebutuhan gizi hariannya terpenuhi dengan baik.
Meski begitu, penting bagi orang tua untuk memahami kapan waktu yang tepat untuk memberikan susu tinggi kalori untuk anak. Hal ini ditujukan agar pemenuhan gizinya lebih optimal (tidak berlebihan) dan tidak mengganggu pola makan Si Buah Hati.
Kapan Anak Harus Diberi Susu Tinggi Kalori?
Pada umumnya, susu tinggi kalori atau susu penambah berat badan anak diberikan untuk anak-anak dengan berat badan yang kurang atau tidak sesuai dengan tahapan usianya. Namun, pemberian susu untuk menambah berat anak juga tak boleh dilakukan dengan sembarangan, sebab harus mengonsultasikannya dulu ke dokter atau ahli tumbuh kembang.
Mengutip IDAI, anak-anak sebaiknya tetap diberi ASI sampai usia dua tahun, namun jika mereka membutuhkan asupan gizi tambahan, maka orang tua tetap bisa memberikan susu pertumbuhan sesuai dengan kebutuhan anak.2
Satu hal yang harus diperhatikan adalah bahwa susu tinggi kalori untuk anak bukan menjadi makanan utamanya, melainkan hanya berperan sebagai menu pelengkap atau tambahan yang dapat menyumbang pemenuhan gizi anak. Selain susu, anak-anak juga dianjurkan untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti daging, ikan, telur, sayuran, dan juga buah-buahan dalam menu makan setiap harinya.
Fungsi Susu Tinggi Kalori untuk Anak dengan Status Gizi Kurang
Dalam memberikan susu untuk mengejar peningkatan berat badan anak, Bunda juga perlu memerhatikan kandungan nutrisinya. Pastikan susu yang dipilih tidak mengandung gula tambahan serta sudah mengandung gizi makro dan difortifikasi dengan gizi mikro.
Gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar sebagai sumber energi dan pembentukan jaringan. Sementara itu, gizi mikro meliputi vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah kecil namun penting untuk menunjang berbagai fungsi tubuh dan pertumbuhan. Susu yang mengandung kombinasi keduanya dapat membantu meningkatkan nilai gizi makanan secara keseluruhan, sehingga memberikan manfaat yang lebih optimal bagi kesehatan anak, termasuk dalam mendukung kenaikan berat badan.
IDAI menjelaskan bahwa kekurangan zat besi menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak, sehingga mereka memiliki berat badan yang rendah atau tidak sesuai dengan usianya. Oleh karena itu, pastikan juga untuk memilih produk susu yang diperkaya dengan kandungan zat besi di dalamnya ya, Bunda3.
Tips Mengombinasikan Susu dengan Makanan Sehari-Hari
Untuk mencapai hasil yang optimal, anak-anak harus makan dengan teratur setiap harinya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menganjurkan pemberian makanan dengan frekuensi minimal tiga kali makanan utaman dan dua kali makanan selingan dalam sehari. Berikut ini beberapa tips mengombinasikan makanan utama dan susu sebagai menu Si Buah Hati menurut anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia4.
Berikan makanan yang mengandung makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, dan juga mikronutrien seperti seng, zat besi, kalsium, asam folat, serta berbagai vitamin seperti vitamin A, C, D, E, B6, dan B12 yang cukup agar kebutuhan gizi Si Buah Hati terpenuhi dengan baik.
- Usahakan untuk memberikan makanan real food dan memasaknya hingga benar-benar matang. Mengingat tidak semua anak memiliki nafsu makan yang tinggi, Bunda perlu menyiasatinya dengan memberikan menu makanan yang beragam setiap harinya, baik dari segi penampilan maupun rasanya agar anak lebih tertarik untuk mengonsumsinya.
- Khusus untuk anak dengan berat badan rendah, coba berikan makanan yang kaya akan zat besi. Makanan ini bisa diperoleh dari protein hewani seperti daging ayam, hati ayam, daging sapi, ikan, salmon, sarden, telur, kerang, dan produk susu.
- Untuk anak-anak usia 1-2 tahun, coba berikan 2-3 butir telur per hari dan juga sumber protein seperti daging ayam atau ikan sebanyak 80-120 gram setiap harinya.
- Berikan sayur dan buah-buahan segar.
- Susu sebagai menu pelengkap diberikan sebanyak 2 sampai 3 gelas per hari (1 porsi= 250 ml).
Jika berat badan Si Buah Hati masih belum sesuai (masih kurang) dengan tahapan usianya tanpa disertai dengan kondisi kesehatan yang serius lainnya, maka Bunda bisa menambahkan susu DANCOW GroPlus, yaitu susu untuk menambah berat dan tinggi badan anak yang bisa dikonsumsi sebagai makanan selingan di rumah sebanyak dua kali sehari.
Susu DANCOW GroPlus merupakan susu tinggi kalori (89 Kkal/100ml) dan dilengkapi dengan kandungan Protein, Tinggi Kalsium dan Vitamin D yang dapat membantu menambah berat dan tinggi badan anak-anak usia 1 tahun ke atas.
Dalam segelas susu DANCOW GroPlus juga dilengkapi kandungan DHA dan Zat Besi untuk dukung proses belajar dan meningkatkan nafsu makannya, sehingga kebutuhan gizinya dapat terpenuhi dan anak dapat tumbuh cerdas.
Susu DANCOW GroPlus hadir dalam varian rasa yummy vanila dan mengandung 0 gram Sukrosa (tanpa gula tambahan), sehingga bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dan baik untuk mengurangi konsumsi gula berlebih pada anak-anak.
Susu DANCOW GroPlus merupakan susu pertumbuhan yang dapat membantu meningkatkan berat badan dan dengan harapan dan membantu untuk pertumbuhan tinggi badan anak-anak, sehingga Bunda bisa membelinya di toko dan dapat dikonsumsi langsung oleh anak-anak.
Namun, penting untuk BUnda ingat agar Si Buah Hati tidak mengonsumsi susu tinggi kalori secara berlebihan, karena bisa berdampak pada keseimbangan nutrisinya. Jika setelah diberikan susu tinggi kalori berat badan anak tetap tidak bertambah sesuai harapan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
Agar tidak salah pilih produk dan tumbuh kembang Si Buah Hati berjalan optimal, pastikan untuk mengamati status gizinya dengan baik ya, Bunda!
Sumber:
- Pentingnya Mengukur Status Gizi Anak Secara Rutin. Retrieved 21st May, 2025. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240328/1345187/produk-susu-dan-nutrisi-untuk-anak/
- IDAI | Air Susu Ibu dan Tumbuh Kembang Anak. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-tumbuh-kembang-anak
- IDAI | ANEMIA KEKURANGAN ZAT BESI. (n.d.). Www.idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-kekurangan-zat-besi
- Nutrisi Pada Bayi dan Batita di Era New Normal Pandemi Covid. Retrieved 21st May, 2025. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19 - :~:text=World Health Organization (WHO) dan ikatan Dokter,pemberian MPASI saat bayi berusia 6 bulan.&text=Sebagai contoh konsumsi lauk pauk sumber protein,ayam/ikan 80-120 gram/hari, 75-90 gram hati ayam