Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel Apa Itu Stimulasi Sensori? Simak Manfaat dan Cara Melakukannya

Stimulasi

Apa Itu Stimulasi Sensori? Simak Manfaat dan Cara Melakukannya

15-12-2025

Apa Itu Stimulasi Sensori? Simak Manfaat dan Cara Melakukannya

Tahukah Bunda, kemampuan anak untuk belajar dan beradaptasi dengan lingkungannya sangat bergantung pada cara ia menerima dan memproses rangsangan dari sekitarnya? Proses inilah yang dikenal sebagai stimulasi sensori, salah satu bagian penting yang menentukan tumbuh kembang anak sejak dini.

Melansir dari Healthline, stimulasi sensori adalah rangsangan dan sensasi yang diterima ketika salah satu atau lebih indera diaktifkan. Hal ini juga bisa disebut sebagai stimulasi tumbuh kembang, sebab penting untuk perkembangan bayi dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif serta memengaruhi cara anak belajar tentang dunia mereka.1

Mengapa Stimulasi Sensori Penting untuk Perkembangan Anak?

Mengingat bahwa stimulasi sensori adalah kegiatan yang menstimulasi panca indra anak, mulai dari penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan pengecap/perasa, maka hal dapat ini membantu otak belajar mengenali, mengolah, dan merespons berbagai sensasi yang diterima oleh anak-anak.

Melansir dari Healthline, stimulasi tumbuh kembang bisa diberikan melalui permainan sensorik yang juga dapat mendukung perkembangan bahasam pertumbuhan kognitif, keterampilan motorik, dan juga kemampuan anak dalam memecahkan masalah. Beberapa aktivitas stimulasi sensori untuk anak-anak meliputi:

  • Memukul benda yang menghasilkan suara, seperti panci, wadah, drum, atau alat musik
  • Bermain di dalam kotak pasir sintetis (khusus anak-anak)
  • Menambahkan pewarna ke air
  • Bermain beras pelangi
  • Meniup peluit
  • Melukis dengan cari
  • Bermain lempar tangkap menggunakan bola atau balon2

Jenis-Jenis Stimulasi Sensori untuk Mendukung Perkembangan Anak

Tak sekadar bermain, stimuli sensori juga merupakan fondasi penting bagi perkembangan otak anak. Berikut ini berbagai jenis stimulasi sensori yang dapat diberikan sesuai fungsi panca indra yang memberikan manfaat berbeda dalam mengasah kemampuan motorik, kognitif, dan emosional anak3:

1. Permainan Taktil (Sentuhan)

Jenis permainan ini mengandalkan indra peraba atau sentuhan anak, sebab sentuhan merupakan sistem sensori pertama yang berkembang pada bayi untuk berkomunikasi dengan dunia sekitarnya. Melalui kegiatan ini, mereka belajar tentang tekanan, suhu, dan getaran melalui kulitnya. Beberapa jenis permainannya antara lain pasir sintetis, playdough, finger painting, mengelus hewan peliharaan, atau memegang benda dengan tekstur yang berbeda.

2. Permainan Visual (Penglihatan)

Simulasi visual merujuk pada reaksi yang ditimbulkan sel reseptor dalam retina ketika menerima rangsangan cahaya. Jenis stimulasi sensori melalui permainan visual dapat membantu mengembangkan penglihatan dan kemampuan melihat anak-anak, terutama dalam memproses informasi dari mata untuk mengenali warna, bentuk, dan gerakan. Misalnya dengan menjadikan sendok saat makan seolah-olah seperti pesawat ketika menggerakakannya ke dalam mulutnya. Beberapa kegiatan permainan visual yang juga bisa dilakukan untuk melatih penglihatan anak antara lain buku cerita bergambar, bermain petak umpet, bermain balok susun, bermain lempar tangkap bola, atau mengajaknya untuk mengeksplorasi alam.

3. Permainan Gustatori (Pengecap/Perasa)

Indra perasa atau pengecap pada lidah sudah berkembang sejak janin dalam kandungan dan semakin matang akibat pertmbahan usia. Saat sel reseptor mengirim sinyak ke otak, anak dapat mengenali berbagai macam rasa, mulai dari manis, asin, asam, pahit, dan gurih. Pengetahuan anak tentang beragam rasa dapat membantunya dalam memenuhi kebutuhan gizi melalui makanan yang dikonsumsinya.

Untuk meningkatkan kemampuan indra perasa, Bunda bisa melakukan hal seperti mengenalkan berbagai makanan dengan rasa dan tekstur yang berbeda pada anak, memperkenalkan aneka rasa pada anak, bermain playdough, mengajak membuat makanan dan camilan, atau memberikan finger food atau makanan yang bisa digenggam oleh bayi seperti sayur atau buah-buahan ketika mereka mulai makan makanan padat.

4. Permainan Olfaktori (Penciuman)

Pada dasarnya, indra penciuman bekerja bersama dengan indra perasa atau pengecap untuk mengidentifikasi bau atau aroma makanan. Pada anak-anak, kemampuan ini perlu diasah, sebab mereka bisa mengidentifikasi mana makanan yang mereka sukai dan tidak disukai melalui aromanya. Beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengasah indra penciuman anak antara lain dengan mencium aroma wangi dari selimut, boneka, aromaterapi, bunga, dan beragam aroma atau bau lainnya.

5. Permainan Auditori (Pendengaran)

Jenis stimulasi sensori melalui permainan pendengaran mampu membantu anak membedakan suara dan mengembangkan pendengarannya. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan orang tua untuk mengasah kemampuan pendengaran anak misalnya dengan bermain tebak suara hewan, bermain alat musik, bertepuk tangan, membaca buku dengan bersuara, atau sesederhana mengenalkan berbagai macam suara pada Si Buah Hati.4

Baca Juga: Cara Stimulasi Anak yang Tepat

Manfaat Stimulasi Sensori untuk Perkembangan Anak

Dari penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa beragam jenis stimulasi sensori yang diberikan oleh orang tua pada anaknya dapat memberikan manfaat seperti:

  1. Membantu anak tumbuh sebagai pribadi yang percaya diri dan adaptif
  2. Membantu anak memahami dunia di sekitar mereka
  3. Mendukung perkembangan bahasa saat belajar merespons berbagai rangsangan
  4. Membantu anak belajar tentang berbagai konsep seperti waktu dan lawan kata, mengelompokkan warna, mampu membandingkan terang dan gelap, dan membantu meningkatkan kemampuan problem solving anak
  5. Mendorong pembelajaran melalui eksplorasi, rasa ingin tahu, pemecahan masalah, dan kreativitas
  6. Membantu meningkatkan kemampuan motorik anak
  7. Meningkatkan daya fokus anak

Namun tahukah Bunda, bahwa mendukung tumbuh kembang anak dengan memberikan berbagai jenis stimulasi sensori saja ternyata tidak cukup, lho. Sebagai orang tua, pastikan juga bahwa kebutuhan asupan gizinya terpenuhi dengan baik. Dalam hal ini, zat gizi seperti DHA dan zat besi berperan penting dalam pembentukan sel saraf otak.

Melansir dari laman situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Docosahexaonic Acid atau DHA merupakan turunan asam lemak Omega 3 sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, mata, dan otak manusia. Cara kerjanya adalah merangsang perkembangan sel-sel di tubuh agar lebih optimal, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang serta meningkatkan kematangan otak dan mata pada janin dan bayi di awal kehidupannya. Sebaliknya, jika kebutuhan DHA anak tidak memadai, perkembangan otak dan fungsi penglihatan anak dapat terhambat. Hal inilah yang dapat memengaruhi kemampuan belajar dan juga konsentrasi Si Buah Hati dalam menyerap materi belajar yang diterima.5


Selain makanan bergizi seimbang, Bunda juga bisa memberikan susu sebagai menu pelengkap harian agar kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik, terutama DHA dan zat besi untuk tumbuh kembang anak, seperti:

  1. DANCOW 1+ Imunutri
    Merupakan susu pertumbuhan yang diformulasikan untuk anak 1 tahun ke atas. Kandungan susu DANCOW 1+ Imunutri antara lain Vitamin A, C, E, Selenium, Zink, tinggi Kalsium, Vitamin D, Protein, dan mengandung DHA juga Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW1+ hadir dengan dua varian rasa, yaitu madu dan vanilla.
  2. DANCOW 3+ Imunutri
    DANCOW 3+ Imunutri untuk anak usia 3 tahun ke atas. Mengandung Vitamin A, C, E, Zink, tinggi Kalsium & Vitamin D, serta mengandung DHA & Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW 3+ hadir dengan tiga varian rasa, yaitu madu, vanilla, dan cokelat.
  3. DANCOW 5+ Imunutri
    DANCOW 5+ Imunutri untuk anak usia 5 tahun ke atas. Mengandung Vitamin A, C, E, Zink, tinggi Kalsium & Vitamin D, serta mengandung DHA & Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW 5+ hadir dengan tiga varian rasa, yaitu madu, vanilla, dan cokelat.

Tak perlu khawatir Bunda, sebab ketiga kategori susu di atas tidak mengandung gula tambahan, sehingga bisa mendukung tumbuh kembang sekaligus mencegah obesitas pada anak. Dengan konsumsi rutin dua kali sehari, baik DANCOW 1+, DANCOW 3+, maupun DANCOW 1+ membantu melengkapi asupan harian anak agar tumbuh optimal, aktif, dan siap bereksplorasi dengan rasa ingin tahu tinggi.

Agar Si Buah Hati dapat merasakan manfaat kebaikan susu dengan optimal, pastikan untuk memberikan susu sesuai dengan tahapan usianya ya, Bunda!

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
  1. Pada usia berapa stimulasi sensori sebaiknya dimulai?
    Stimulasi sensori atau stimulasi tumbuh kembang sebaiknya diberikan sejak bayi baru lahir, sebab bayi dalam fase ini mengalami perkembangan otak yang cukup pesat. Beberapa stimulasi yang membantunya mengenali lingkungannya antara lain suara kedua orang tua atau pengasuhnya, sentuhan lembut, atau cahaya dalam ruangannya. Semakin diasah, maka semakin baik pula perkembangan sensorik, motorik, dan kogntifinya saat ia bertambah usia.
     
  2. Apakah stimulasi sensori bisa dilakukan tanpa mainan khusus?
    Tak selalu harus mainan khusus, stimulasi sensori juga bisa dilakukan dengan aktivitas sederhana di rumah, misalnya dengan mengajak anak untuk mandi air hangat, bernyanyi, mengajak berbicara, membacakan buku, memberikan benda dengan berbagai tekstur, atau memanfaatkan benda yang ada di rumah untuk eksplorasi, misal beras, tepung, mie, dan masih banyak lagi.
     
  3. Apa dampak jika stimulasi sensori tidak dilakukan?
    Kurangnya stimulasi sensori tentu dapat membuat anak kurang terlatih dalam mengenali dan merespons rangsangan dari lingkungan sekitarnya. Hal ini juga menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik halus dan kasarnya, anak kesulitan untuk fokus, tampak pasif, mudah cemas, malas eksplorasi, dan kesulitan bersosialisasi karena kemampuan bahasa dan interaksi yang minim.

 

 

Sumber:

  1. What is Sensory Stimulation. Retrieved in 27th October 2025, from https://www.healthline.com/health/what-is-sensory-stimulation
  2. What is Sensory Stimulation for Young Children. Retrieved in 27th October 2025, from https://www.healthline.com/health/what-is-sensory-stimulation#stimulation-for-young-children
  3. Oh, S., Jang, J.-S., Jeon, A.-R., Kim, G., Kwon, M., Cho, B., & Lee, N. (2024). Effectiveness of sensory integration therapy in children, focusing on Korean children: A systematic review and meta-analysis. World Journal of Clinical Cases, 12(7), 1260–1271. https://doi.org/10.12998/wjcc.v12.i7.1260
  4. Sensory Play. Retrieved in 27th October 2025, from https://www.oac.edu.au/news-views/sensory-play/
  5. Beragam Manfaat DHA untuk Kesehatan. Retrieved in 27th October 2025, from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2961/beragam-manfaat-dha-untuk-kesehatan
     

Disclaimer

Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.

Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait
Fakta anak pertama, disiplin menjaga kebersihan

Stimulasi

+

3 Stimulasi Sederhana untuk Membantu Si Buah Hati Belajar Menjaga Kesehatan

22-12-2020

Ini Cara Meningkatkan Imunitas Anak

Stimulasi

+

4 Opsi Agar Anak Sehat Selain Olahraga untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

24-11-2020

Lompat adalah kemampuan gerak lokomotor

Stimulasi

+

Si Buah Hati Aktif Lari & Lompat? Yuk, Dukung Eksplorasi dan Stimulasi Gerak Lokomotornya

28-07-2021


Artikel Terbaru
Bunda, Kenalilah Karakter Unik Si Kecil

Parenting

+

Bunda, Ini 3 Fase Perkembangan Karakter Si Buah Hati

04-11-2020

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bereng si Kecil

Parenting

+

Kegiatan Ngabuburit Ceria Bareng Si Buah Hati

04-11-2020

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada si Kecil

Parenting

+

Bunda, Kenali Tanda Rewel Pada Si Buah Hati

04-11-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang