Status Gizi dan Berat Badan Ideal Anak Menurut WHO
16-12-2025
Bagi orang tua, penting untuk memahami bahwa status gizi berat badan ideal anak menurut WHO bukan hanya sekadar kurus dan gemuk. Lebih dari itu, status gizi merupakan gambaran lengkap mengenai kesehatan, pertumbuhan, dan risiko masalah gizi yang mungkin dialami oleh anak.
Melansir dari National Library of Medicine, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan status gizi sebagai hasil dari keseimbangan antara asupan gizi yang diterima dan kebutuhan gizi yang dimiliki oleh seseorang agar metabolisme dalam tubuh berjalan seimbang.1
Untuk memastikan apakah Si Buah Hati tumbuh optimal sesuai dengan kurva pertumbuhan WHO, yuk simak penjelasannya berikut ini!
Pentingnya Memahami Status Gizi Si Buah Hati
Melansir dari situs Kementerian Kesehatan Indonesia, memahami status gizi anak sangat penting bagi orang tua karena dapat menentukan pertumbuhan anak di usia 0-2 tahun menentukan kesehatannya dalam jangkan panjang. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua perlu melakukan perhitungan gizi anak secara rutin untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya.
Selain memastikan asupan gizi Si Buah Hati terpenuhi dengan baik melalui pemberian makanan bergizi seimbang, penting juga untuk mempelajari kurva pertumbuhan WHO untuk mengantisipasi timbulnya permasalahan gizi pada anak, seperti kekurangan gizi (wasting), kurang berat badan (underweight), dan berat badan berlebih (overweight). Orang tua bisa memeriksakan status gizi Si Buah Hati secara rutin di Posyandu atau dokter anak untuk melihat apakah pertumbuhan anaknya sudah sesuai dengan kurva pertumbuhan WHO.2
Indikator Status Gizi WHO
Melansir Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), indikator gizi anak menurut WHO mencakup tiga hal, yaitu:
1. Berat Badan Menurut Umur (BB/U)
Berat badan anak yang dicapai pada umur tertentu yang bisa diketahui dengan cara membagi berat badan anak sesuai usia saat ini untuk mengetahui apakah berat badannya sudah sesuai dengan tahapan usianya. Berikut ini indikator status gizi anak sesuai dengan standar WHO dengan pengukuran BB/U.
- Berat badan kurang (gizi kurang) : -3,0 SD sampai dengan <-2,0 SD
- Berat badan normal (gizi baik) : -2,0 SD sampai dengan 2,0 SD
2. Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U)
Tinggi badan anak yang dicapai pada umur tertentu. Indikator ini digunakan pada anak-anak usia 0-60 bulan untuk mengetahui apakah tinggi badannya sudah sesuai dengan tahapan usianya. Cara menghitungnya adalah dengan mengukur panjang atau tinggi badan dibagi dengan usia Si Buah Hati saat ini. Berikut ini indikator status gizi anak sesuai dengan standar WHO dengan pengukuran TB/U.
- Sangat pendek : <-3,0 SD (Standar Deviasi)
- Pendek : -3,0 SD sampai dengan <-2,0 SD
- Normal : ≥2,0 SD
- Tinggi : < 3,0 SD
3. Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Berat badan anak dibandingkan dengan tinggi badan yang dicapai pada usia tertentu. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan apakah berat badan anak sudah sesuai dengan pertumbuhan panjang atau tinggi badannya.
Pengukuran ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi status gizi seorang anak, apakah gizi buruk, normal, berlebih, atau gizi kurang. Berikut ini indikator status gizi anak sesuai dengan standar WHO dengan pengukuran BB/TB.
- Sangat kurus : <-3,0 SD (Standar Deviasi)
- Kurus : -3,0 SD sampai dengan <-2,0 SD
- Normal : -2,0 SD sampai dengan 2,0 SD
- Gemuk : >2,0 SD sampai dengan +3 SD
- Obesitas : >+3 SD
Perlu diketahui bahwa setiap indikator status gizi pada kurva pertumbuhan WHO memiliki zona warna yang menunjukkan status gizi anak, seperti:
- Merah yang berarti sangat kurang
- Kuning berarti kurang
- Hijau berarti normal
- Biru atau oranye berarti obesitas atau berlebihan
Memahami cara membaca status gizi berat badan ideal anak menurut WHO merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang Si Buah Hati berjalan optimal sesuai usianya. Melalui pemantauan rutin dan pemenuhan gizi yang sesuai, Bunda bisa membantu mereka tumbuh lebih optimal, aktif, dan sehat setiap hari.3
Jika berat badan atau tinggi Si Buah Hati mulai tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan WHO, Bunda tak perlu langsung panik. Sebaliknya, coba lihat kembali kualitas asupan makanannya apakah sudah sesuai dengan kebutuhan gizi untuk anak seusianya.
Berikan juga asupan tambahan seperti susu yang dilengkapi nutrisi dan vitamin untuk dukung pertumbuhannya seperti susu DANCOW.
Susu DANCOW merupakan susu pertumbuhan yang tidak mengandung gula tambahan dan hadir untuk memenuhi kebutuhan anak sesuai tahapan usianya, yaitu:
- DANCOW GroPlus
DANCOW Groplus untuk anak usia 1 tahun ke atas untuk bantu tambah berat dan tinggi badan Si Buah Hati. Dilengkapi dengan tinggi kalsium dan Vitamin D, sumber protein, DHA & sumber Zat Besi.
- DANCOW 1+ Imunutri
Merupakan susu pertumbuhan yang diformulasikan untuk anak 1 tahun ke atas. Kandungan susu DANCOW 1+ Imunutri antara lain Vitamin A, C, E, Selenium, Zink, tinggi Kalsium, Vitamin D, Protein, dan mengandung DHA juga Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW1+ hadir dengan dua varian rasa, yaitu madu dan vanilla.
- DANCOW 3+ Imunutri
DANCOW 3+ Imunutri untuk anak usia 3 tahun ke atas. Mengandung Vitamin A, C, E, Zink, tinggi Kalsium & Vitamin D, serta mengandung DHA & Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW 3+ hadir dengan tiga varian rasa, yaitu madu, vanilla, dan cokelat.
- DANCOW 5+ Imunutri
DANCOW 5+ Imunutri untuk anak usia 5 tahun ke atas. Mengandung Vitamin A, C, E, Zink, tinggi Kalsium & Vitamin D, serta mengandung DHA & Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW 5+ hadir dengan tiga varian rasa, yaitu madu, vanilla, dan cokelat.
Berikan susu DANCOW Imunutri dua kali per hari sebagai menu pelengkap sekaligus camilan sehat yang dapat memberikan gizi tambahan untuk tumbuh kembangnya. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
- Apakah status gizi bisa berubah dalam waktu singkat?
Bisa, Bunda. Status gizi anak bisa berubah dalam hitungan minggu, tergantung pada peningkatan atau penurunan nafsu makan anak, kondisi kesehatan anak, asupan gizi yang masuk ke tubuh, kualitas tidur, dan lonjakan pertumbuhan anak.
- Apakah anak gemuk selalu berarti sehat?
Tidak selalu. Anak yang terlihat gemuk juga mungki mengalami beberapa kondisi seperti berat badan berlebih (overweight) yang dapat memicu obesitas, gangguan metabolik, dan masalah kesehatan saat dewasa. Selain itu, pemenuhan gizinya juga belum tentu seimbang, karena bisa saja anak mengonsumsi makanan tinggi kalori namun rendah protein, serat, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu pastikan untuk memeriksakan pertumbuhannya sudah sesuai dengan usianya ya, Bunda.
- Apakah status gizi dipengaruhi oleh pola tidur?
Ya. Pola tidur menjadi salah satu faktor yang menentukan status gizi anak, karena dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan, regenerasi sel, memengaruhi nafsu makan anak dan konsentrasinya saat belajar. Anak yang kurang tidur berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, penurunan nafsu makan, hingga berat badan tidak ideal atau tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan WHO.
Sumber:
- Nutrition, Nutritional Status and Functionality. Retrieved in 3rd November 2025, from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10142726/
- Pentingnya Mengukur Status Gizi Anak Secara Rutin. Retrieved in 3rd November 2025, from https://ayosehat.kemkes.go.id/pentingnya-mengukur-status-gizi-anak-secara-rutin
- Buku Saku Nasional PSG 2017. Retrieved 20th May, 2025. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2018/01/Buku-Saku-Nasional-PSG-2017-Cetak-1.pdf
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.