Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel Speech Delay Karena Gadget? Ini Tips Mencegahnya!

Stimulasi

Speech Delay Karena Gadget? Ini Tips Mencegahnya!

14-02-2022

Gadget Membuat Anak Speech Delay! Benar Gak Ya?

“Duh anaknya nonton gadget terus, makanya belum lancar bicara sampai sekarang!” “Jangan sampai kecanduan gadget, nanti bisa jadi speech delay!” Bunda  sering mendengar kalimat itu? Atau mungkin Bunda sendiri pernah menyatakan hal yang serupa? Penelitian terkait dampak gadget terhadap perkembangan bahasa anak memang telah banyak dilakukan, dan hampir seluruhnya menyatakan anak yang terpapar  gadget cenderung mengalami speech delay. Speech delay adalah kondisi saat Si Buah Hati tidak menunjukkan kemampuan bahasa dan bicara yang sesuai dengan usianya  (Van  den Heuvel et al., 2019).

Penelitian yang disampaikan Dr. Catherine Birken dalam Pediatric Academic Societies Meeting tahun 2017 menyatakan bahwa 20% anak usia sekitar 18 bulan menghabiskan rata-rata waktu 30 menit untuk menggunakan gadget, dan hal ini meningkatkan  risiko speech delay sebanyak 49% (Birken, 2017). Menariknya, penelitian ini tidak menyimpulkan penggunaan gadget sebagai faktor penyebab speech delay. Hal  ini  dikarenakan  ada banyak faktor yang dapat menyebabkan  speech  delay,  misalnya  gangguan perkembangan, masalah pendengaran, gangguan struktur di area mulut, interaksi sehari-hari, serta stimulasi yang diberikan (Birken 2017).

Baca Juga: 3 Stimulasi Sederhana untuk Membantu Si Buah Hati Belajar Menjaga Kesehatan

Ada anak yang terpapar gadget, namun tidak mengalami  speech  delay  kok,  Bunda! Artinya, gadget bukan penyebab utama speech delay. Bahkan, gadget bisa menjadi salah satu media belajar meningkatkan kemampuan bahasa dan bicara  (Dalton  &  Grisham, 2011). Fakta ini tentunya melegakan, karena menghindari gadget cukup sulit dilakukan di situasi sekarang. Lantas, sebenarnya, apa yang membuat gadget dapat menstimulasi perkembangan bahasa Si Buah Hati?

  1. Tampilan visual. Salah satu kelebihan gadget adalah adanya tampilan visual. Melalui gadget, Si Buah Hati  akan  melihat gambar dengan warna yang menarik. Tampilan ini akan membuat Si Buah Hati lebih memahami arti dari suatu kata. Misalnya, ketika Si Buah Hati mendengar kata “apel”, kemudian melihat gambar apel di gadget, Si Buah Hati akan paham bahwa apel berbentuk bulat,  berwarna  merah.  Ia  tidak hanya sekedar mengingat apel sebagai buah. Tahukah Bunda,  bahwa perkembangan kosakata Si Buah Hati bergantung pada keterkaitan antara kata dengan ciri dari kata tersebut? Ketika Si Buah Hati dapat membuat keterkaitan, ia akan lebih mudah untuk mengingat dan memahami kata  tersebut  (Dalton  & Grisham, 2011).
     

  2. Pilihan aktivitas. Ada banyak aktivitas seru yang dapat dilakukan melalui gadget, contohnya menonton video dan bermain games. Secara tidak langsung, aktivitas ini membantu Si Buah Hati untuk belajar. Ketika Si Buah Hati belajar dengan cara yang menyenangkan, ia akan dengan mudah menerima informasi yang disampaikan (Dalton & Grisham, 2011). Saat ini, banyak tayangan video yang fokus untuk mengenalkan Si Buah Hati pada lingkungan sekitar. Tayangan ini dikemas secara menarik, misalnya melalui lagu, sehingga lebih mudah diingat Si Buah Hati. Lalu, permainan yang  tersedia  di  gadget  dapat  membantu  Si  Buah  Hati  mengingat kembali kosakata yang sudah dipelajarinya (Van den Heuvel et al., 2019).
     

  3. Kesempatan mengekspresikan kata-kata. Gadget dianggap berbahaya karena tidak melibatkan interaksi dua arah. Padahal, faktanya tidak selalu demikian. Beberapa tayangan video memberikan kesempatan kepada Si Buah Hati untuk mengulang kembali kata-kata yang disebutkan.  Ada  pula  yang meminta Si Buah Hati untuk menyebutkan kata-kata yang ada di sekitarnya. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan gadget sebenarnya dapat berlangsung dua arah (Dalton & Grisham, 2011). Meski demikian, Si Buah Hati belum benar-benar paham instruksi yang diberikan. Maka dari itu, orang tua perlu membantu Si Buah Hati dengan cara memberikan panduan apa yang harus dilakukan Si Buah Hati.

Nah, Bunda sudah tahu kan bahwa gadget tidak selalu menyebabkan Si Buah Hati mengalami speech delay? Bahkan, gadget sebenarnya dapat membantu Bunda mengoptimalkan kemampuan bahasa dan bicara Si Buah Hati. Namun, Bunda perlu ingat untuk tetap mendampingi Si Buah Hati agar penggunaan gadget benar-benar bermanfaat untuk perkembangannya. Berikut merupakan tips yang dapat Bunda lakukan saat mendampingi Si Buah Hati menggunakan gadget:

  1. Batasi durasi penggunaan gadget. Bunda perlu memberikan batasan durasi penggunaan gadget bagi Si Buah Hati. Apabila Si Buah Hati berusia di bawah usia 2 tahun, Bunda tidak direkomendasikan untuk  memaparkan  gadget.  Apabila  Si  Buah Hati ada di rentang usia 2 hingga 5 tahun, rekomendasi durasi penggunaan gadget adalah maksimal 1 jam setiap harinya. Setelah berusia 5  tahun,  Bunda  dapat membatasi durasi penggunaan  gadget  maksimal  2  jam  per  hari.  Batasan  ini membuat Si Buah Hati dapat mengalokasikan waktu untuk kegiatan lain, misalnya berinteraksi dengan orang tua serta bermain dengan teman seusianya (Australian Institute of Family Studies, 2021).
     

  2. Perhatikan tayangan yang ditonton Si Buah Hati. Apabila Bunda memperbolehkan Si Buah Hati menonton melalui gadget, Bunda dapat memilihkan tayangan edukatif, yaitu tayangan yang mengandung unsur pendidikan. Selain itu, Bunda juga perlu memperhatikan rating tayangan yang biasa tertera di bagian kanan atau kiri atas layar. Bunda dapat memberikan tayangan berdasarkan usia Si Buah Hati. Tayangan dengan tanda SU (Indonesia) atau G (internasional) dapat ditonton oleh anak di segala usia. Sementara itu, tayangan dengan tanda P boleh disaksikan anak usia prasekolah (2-6 tahun).
     

  3. Bangun interaksi dengan Si Buah Hati. Bunda mungkin membiarkan Si Buah Hati bermain gadget agar Bunda dapat melakukan aktivitas lain. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Bunda tetap perlu mendampingi Si Buah  Hati  karena  pendampingan yang dilakukan Bunda dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal bagi Si Buah Hati (Dalton & Grisham, 2011). Interaksi yang dilakukan dipercaya menjadi faktor preventif speech delay pada anak yang terpapar gadget (Birken, 2017). Ada banyak hal yang dapat Bunda lakukan saat mendampingi Si  Buah  Hati menggunakan gadget, misalnya mengajak Si Buah Hati menyebutkan warna-warna yang ada di layar, mengajak Si Buah Hati ikut berhitung ketika menonton tayangan berhitung, hingga mendorong Si Buah Hati berimajinasi untuk  menciptakan kelanjutan cerita.

Penggunaan gadget di usia dini memang berpotensi menyebabkan Si Buah Hati mengalami speech  delay.  Namun, sebenarnya gadget juga bisa menjadi salah satu sarana belajar untuk Si Buah Hati. Untuk itu, Bunda harus mendampingi penggunaan gadget agar Si Buah Hati memperoleh manfaat optimal dari penggunaan gadget. Ingat, interaksi yang Bunda lakukan bersama Si Buah Hati dapat meminimalisir potensi Si Buah Hati mengalami kecanduan gadget.

Selain memastikan stimulasinya berlangsung optimal, Bunda juga perlu memastikan Si Buah Hati nutrisi hariannya terpenuhi. Nah, untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya, Bunda dapat memberikan segelas DANCOW Nutritods sesuai tahapan usianya.

DANCOW 1+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus. Sementara DANCOW 3+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus. Nah, bila Si Buah Hati telah berusia 5 tahun ke atas, Bunda bisa memberikan DANCOW 5+ Nutritods. DANCOW 5+ Nutritods mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zink, vitamin C, vitamin B6, B12, biotin, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Referensi:

  • Australian Government: Australian Institute of Family Studies. (2021). Too much time on screens? Screen time effects and guidelines for children and young people. Retrieved 11 November 2021 from https://aifs.gov.au/cfca/2021/08/05/too-much-time-screens-screen-time-effects-and-guidelin es-children-and-young-people
     

  • Birken, C.S. (2017, May 6-9). Handled screen time linked with speech delays in young children. [Presentation]. Pediatric Academic Societies Meeting, San Francisco, California.
     
  • Dalton, B., & Grisham, D.L. (2021). Ways to Use Technology to Build Vocabulary. Retrieved from https://www.readingrockets.org/article/10-ways-use-technology-build-vocabulary
     
  • Van den Heuvel, M., Ma, J., Borkhoff, C. M., Koroshegyi, C., Dai, D., Parkin, P. C., Maguire, J. L., Birken, C. S., & TARGet Kids! Collaboration (2019). Mobile Media Device Use is Associated with Expressive Language Delay in 18-Month-Old Children. Journal of developmental and behavioral pediatrics, 40(2), 99–104.

Disclaimer

Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.

Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait
Sudah Waktunya Sekolah? Ini Cara Mengajari Anak Menulis

Stimulasi

+

Sudah Waktunya Sekolah? Ini Cara Mengajari Anak Menulis

29-06-2023

Fakta Klinis Tentang Perkembangan Otak Si Kecil pada Periode Emas

Stimulasi

+

Fakta Klinis Tentang Perkembangan Otak Si Buah Hati pada Periode Emas

14-11-2020

Yuk, Ajak Si Kecil Beraktivitas Fisik!

Stimulasi

+

Yuk, Ajak Si Buah Hati Olahraga Usia Dini

05-11-2020


Artikel Terbaru
Mau Mengajarkan Si Kecil Berpuasa? Cek Tipsnya di Sini!

Parenting

+

Mau Ajari Si Buah Hati Berpuasa? Cek Tipsnya di Sini!

06-11-2020

Hindari Tersesat, Biasakan Si Kecil Belajar Membaca Petunjuk Arah

Parenting

+

Hindari Tersesat, Biasakan Si Buah Hati Belajar Membaca Petunjuk Arah

06-11-2020

Yuk, Latih Disiplinkan Si Kecil Tanpa Kekerasan

Parenting

+

9 Cara Latih Disiplin Si Buah Hati Tanpa Kekerasan

05-11-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang