5 Penyebab Anak Tantrum dan Cara Menghadapinya dengan Tenang
16-12-2025
Melihat Si Buah Hati tantrum terutama di tempat umum, memang bisa membuat orang tua merasa kewalahan. Namun, penting untuk memahami bahwa tangisan dan teriakan tidak selalu menandakan sesuatu yang tidak normal. Umumnya, tantrum terjadi karena anak belum mampu mengekspresikan perasaannya dengan baik.
Daripada menganggapnya sebagai ‘bencana besar’, Bunda bisa melihat momen ini sebagai kesempatan untuk belajar dan memahami emosi Si Buah Hati. Dengan begitu, Bunda dapat merespons dengan lebih tenang dan tepat, sekaligus membantu anak mengenali cara yang lebih baik untuk mengungkapkan perasaannya.
Kenapa Anak Tantrum?
Melansir dari Neymour KidsHealth, tantrum merupakan hal yang normal pada masa perkembangan anak dan biasanya terjadi ketika mereka berusia 1 sampai 3 tahun. Anak-anak cenderung tantrum untuk menunjukkan bahwa mereka merasa kesal atau frustasi.
Tantrum pada anak-anak sangat bervariasi mulai dari mengeluh terus menerus, menangis hingga berteriak, menendang, memukul, dan menahan napasnya.1
5 Penyebab Utama Anak Tantrum
Sebelum memahami bagaimana cara mengendalikan tantrum pada Si Buah Hati, berikut ini beberapa penyebab tantrum pada anak seperti yang dilansir dari Neymour KidsHealth dan Nurtured First2.
1. Anak merasa lelah, lapar, atau overstimulasi
Sama halnya seperti orang dewasa, seorang anak akan mengalami tantrum ketika merasa lelah berlebihan, misalnya rewel hingga menangis dan memukul orang di sekitarnya. Saat merasa lapar, kadar gula dalam darahnya akan menurun.
Kondisi ini dapat membuatnya kehabisan energi dan membuat anak kesulitan untuk mengontrol emosinya. Terlalu banyak rangsangan akibat keramaian, suara bising, aktivitas yang padat, atau overstimulasi dari lingkungan sekitar juga dapat membuat anak kewalahan yang akhirnya berujung pada ledakan emosinya.
2. Kehilangan kontrol atas dirinya
Anak-anak juga cenderung ingin selalu bisa mengontrol semua yang ada di hidupnya. sehingga mereka lebih mudah mengalami ledakan emosi ketika tidak bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan (mainan, makanan, permen, atau gadget) atau tidak bisa membuat seseorang melakukan apa yang mereka inginkan (seperti mencari perhatian orang tua).
3. Kemampuan bahasa yang terbatas
Faktor pemicu tantrum selanjutnya adalah kemampuan bahasa yang masih terbatas. Bagi anak-anak usia 1-3 tahun, kata-kata yang menggambarkan perasaan sangatlah rumit, sehingga membuat mereka kesulitan untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan, inginkan, atau butuhkan melalui kata-kata, sehingga meluapkannya dengan tantrum.
Namun tak perlu khawatir, seiring dengan pertambahan usia dan perkembangan kemampuan bahasanya, tantrum pada anak cenderung berkurang.3
4. Perkembangan otak yang belum sempurna
Otak anak belum berkembang dengan sempurna. Untuk dapat mengatur emosi, anak-anak perlu berpikir dengan logis.
Namun, bagian otak ini belum berkembang sempurna hingga anak berusia lima hingga tujuh tahun, sehingga anak-anak cenderung lebih impulsif, emosional, dan tidak logis.
5. Lingkungan yang tidak kondusif
Lingkungan yang tidak kondusif dapat menyulitkan anak-anak untuk beradaptasi, sehingga mereka cenderung lebih rewel dan mudah tantrum. Misalnya saat mereka terbiasa di tempat yang tenang, berAC, dan rapi akan lebih mudah rewel ketika mengunjungi tempat baru dengan kondisi yang berbeda (panas, ramai, dan cenderung berantakan), seperti warung makan atau restoran, kendaraan umum, atau ketika berkunjung ke rumah saudara.
Baca Juga: Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak
Cara Mengendalikan Tantrum dengan Tenang
Alih-alih ikut emosi dan memarahi Si Buah Hati saat mereka tantrum, berikut ini beberapa cara mengendalikan tantrum dengan tenang seperti yang dilansir dari Healthline:
- Pertama-tama pastikan keamanan Si Buah Hati, terutama jika mereka tantrum yang cukup parah (menangis, berteriak, atau berbaring di lantai tempat umum), maka segera bawa atau pindahkan Si Buah Hati ke area yang lebih sepi di mana mereka bisa meluapkan amarahnya dengan lebih leluasa. Namun jika Bunda khawatir anak akan terluka, segera berikan pelukan untuk meredam emosinya.
- Tetap tenang dan ‘abaikan’ perilaku tantrum anak dengan mengalihkan pandangan ke hal lain, terutama jika anak tantrum dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian orang tuanya. Namun, mengabaikan anak dalam hal ini sambil tetap memerhatikan untuk memastikan mereka aman ya, Bunda.
- Segera alihkan perhatian anak kepada aktivitas menarik lainnya, misal menggambar, bermain puzzle, atau permainan lain yang sesuai dengan usianya.
- Mengajarkan anak untuk mengatasi emosinya dengan tenang melalui kata-kata. Setelah kondisinya mulai tenang, coba ajak diskusi dengan berkata “Menangis, berteriak, atau memukul itu nggak baik dan nggak bisa dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari Bunda ya, Nak. Kalau kamu sudah merasa tenang, yuk kita ngobrol dan jelasin pelan-pelan kenapa sampai kamu seperti ini”. Dengan begini, anak pun belajar untuk mengekspresikan perasaannya dengan lebih baik lagi.
- Lakukan time out atau waktu istirahat bagi anak ketika tantrumnya sudah sangat keras dan mengganggu. Berikan waktu dan ruang bagi Si Buah Hati untuk istirahat selama 5 menit. Ajak mereka untuk berdiam diri di ruangan atau lingkungan yang aman, misal di kamar atau ruangan terbuka yang cukup sepi ketika berada di tempat umum. Setelah tenang, Bunda bisa mengajaknya berbicara.
- Berikan contoh tentang bagaimana cara mengatasi emosi atau ketika menghadapi masalah dengan baik dan tenang. Setelah anak mulai merasa tenang dan bisa mengontrol emosinya, berikan pujian atas kemajuannya (tanpa menuruti segala permintaan yang menjadi faktor pemicu tantrum).
- Konsisten menghadapi anak tantrum dengan tenang. Meski terkadang akan sangat melelahkan, namun percayalah bahwa jika dilakukan dengan konsisten maka akan membuahkan hasil yang baik.
Pada masa pertumbuhan, anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk menjaga energi, stabilitas emosi, dan perkembangan fungsi otaknya. Pemberian makanan bergizi seimbang dan juga susu yang sesuai dengan tahapan usia dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama saat ia sedang aktif, mudah lelah, atau susah makan.
Hal ini karena susu mengandung protein, lemak baik, karbohidrat, vitamin, serta mineral penting yang berperan dalam menjaga kestabilan metabolism dan energi.
Bagi anak balita yang sering tantrum karena low energy atau mudah lapar di sela waktu makan, pemberian susu pertumbuhan dapat menjadi penopang gizi tambahan. Meski begitu, penting untuk memilih susu pertumbuhan yang tidak mengandung gula tambahan, seperti susu DANCOW Imunutri yang hadir dalam tiga tahapan usia, yaitu:
- DANCOW 1+ Imunutri
Merupakan susu pertumbuhan yang diformulasikan untuk anak 1 tahun ke atas. Kandungan susu DANCOW 1+ Imunutri antara lain Vitamin A, C, E, Selenium, Zink, tinggi Kalsium, Vitamin D, Protein, dan mengandung DHA juga Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW1+ hadir dengan dua varian rasa, yaitu madu dan vanilla. - DANCOW 3+ Imunutri
DANCOW 3+ Imunutri untuk anak usia 3 tahun ke atas. Mengandung Vitamin A, C, E, Zink, tinggi Kalsium & Vitamin D, serta mengandung DHA & Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW 3+ hadir dengan tiga varian rasa, yaitu madu, vanilla, dan cokelat. - DANCOW 5+ Imunutri
DANCOW 5+ Imunutri untuk anak usia 5 tahun ke atas. Mengandung Vitamin A, C, E, Zink, tinggi Kalsium & Vitamin D, serta mengandung DHA & Zat Besi, Omega 3 & 6. DANCOW 5+ hadir dengan tiga varian rasa, yaitu madu, vanilla, dan cokelat.
Rutin minum susu dua kali sehari dapat mendukung kebutuhan energi, menjaga daya tahan tubuh, dan membuat Si Buah Hati lebih siap beraktivitas tanpa mudah lelah dan rewel.
Yuk, jadikan kebiasaan baik ini sebagai bagian dari rutinitas harian untuk bantu Si Buah Hati tumbuh kuat dan ceria!
Sumber:
- Tantrum. Retrieved in 3rd November 2025, from https://kidshealth.org/en/parents/tantrums.html
- Reasons Tantrum Happen. Retrieved in 3rd November 2025, from https://nurturedfirst.com/toddler/reasons-tantrums-happen/
- Tantrum. Retrieved in 3rd November 2025, from https://kidshealth.org/en/parents/tantrums.html
- How to Deal with Tantrums in Your 3-Year-Old. Retrieved in 3rd November 2025, from https://www.healthline.com/health/childrens-health/3-year-old-tantrums
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.