Perkembangan Bahasa Anak: Tahapan, Red Flags, & Cara Stimulasi
29-07-2026
Di usia dini, seorang anak akan mempelajari berbagai keterampilan untuk mendukung perkembangannya, salah satunya adalah keterampilan bahasa/komunikasi. Proses untuk mempelajari berbagai keterampilan ini tidak berlangsung instan dan terbagi menjadi beberapa tahap. Namun, perkembangan bahasa anak usia dini misalnya, sudah dimulai sejak bayi, lalu secara bertahap akan terus berkembang sampai ia kuasai dengan baik saat usianya bertambah.
Keterampilan ini sangat penting untuk dikuasai Si Buah Hati karena penggunaan bahasa merupakan cara berkomunikasi. Selain itu, keterampilan bahasa juga akan membantunya untuk mengekspresikan dan memahami perasaannya, membantunya berpikir, belajar, dan memecahkan masalah, serta membantunya membina hubungan dengan orang lain. Keterampilan bahasa juga menjadi dasar Si Buah Hati dalam belajar membaca dan menulis.
Baca Juga: Tinggi dan Berat Ideal Sesuai Umur
Hubungan Perkembangan Bahasa dan Otak Anak
Perkembangan bahasa anak berkaitan erat dengan perkembangan otaknya, terutama dalam tiga tahun pertama di mana terjadi pembentukan sinapsis saraf yang sangat pesat di otak. Pada tiga tahun pertama kehidupan Si Buah Hati, otak mengalami proses berkembang dan pematangan. Selama waktu tersebut, otak dalam periode paling intensif mengembangkan keterampilan berbahasa dan berbicara.
Perkembangan kemampuan bahasa dan berbicara anak paling baik terjadi pada lingkungan yang kaya akan suara, pandangan, dan secara konsisten terpapar stimulasi dalam bentuk bahasa dan percakapan orang lain. Semakin sering anak mendapat paparan stimulasi bahasa, sinapsis saraf yang terbentuk akan semakin kuat. Sebaliknya, apabila stimulasi bahasa kurang, koneksi saraf di otak juga akan melemah bahkan hilang. Akibatnya, kemampuan bahasa anak tidak berkembang maksimal.
Jika selama periode kritis ini Si Buah Hati tidak mendapat stimulasi bahasa dan suara yang memadai, maka berisiko mengalami kesulitan dalam mempelajari kemampuan berbahasa dan berbicara di masa mendatang.
Tonggak Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Untuk mengetahui apakah perkembangan bahasa anak usia dini sudah sesuai dengan kebanyakan anak seusianya, para ahli perkembangan anak membuat daftar tonggak perkembangan (milestone) bahasa mulai dari usia 0-5 tahun.
Perlu Bunda pahami bahwa kecepatan tumbuh kembang anak tidak selalu sama. Namun dengan adanya tonggak perkembangan ini, Bunda dan dokter anak akan mengetahui jika terjadi keterlambatan perkembangan bahasa Si Buah Hati, sehingga bisa segera diambil tindakan untuk mencari penyebabnya.
Berikut ini adalah tahap bicara balita serta tonggak perkembangannya, saat Si Buah Hati sudah memasuki usia toddler (1-3 tahun). Yuk Bunda, disimak dan dipahami!
1. Usia 13 bulan
Si Buah Hati sudah dapat:
- Menggunakan dan mengucapkan sekitar 10 kata yang sudah ia pahami artinya.
- Memahami konteks kata tunggal dan mengucapkannya, kebanyakan berupa kata benda.
- Merespon ucapan permintaan yang sederhana, misalnya "Duduk", "Sini, nak", atau "Kasih ke Bunda".
- Menggunakan gerakan-gerakan sederhana untuk menyampaikan maksudnya, misalnya melambaikan tangan dan menggelengkan kepala.
- Membuat intonasi suara yang berbeda.
- Mengucapkan "Mama", "Papa", "Bubu", dan kata seruan seperti "O ow!".
- Meniru kata-kata yang Bunda ucapkan.
2. Usia 18 bulan
Si Buah Hati sudah dapat:
- Menggunakan dan mengucapkan 20 kata walaupun tidak jelas.
- Merangkai dua buah kata sederhana.
- Membuat gerakan sederhana ditambah kata yang tepat untuk menyampaikan maksudnya. Misalnya, "Nggak!" sambil menggelengkan kepala atau "Dadah!" sambil melambaikan tangan.
- Menunjukkan jari ke sebuah benda sambil bertanya, "Apa?" dan meminta Bunda menyebutkan nama benda tersebut.
- Mengacu kepada dirinya sendiri dengan menggunakan namanya.
3. Usia 24 bulan
Si Buah Hati sudah dapat:
- Menggunakan dan mengucapkan 50 kata.
- Memahami sebagian besar apa yang Bunda katakan.
- Menunjuk benda atau gambar yang ada di buku saat Bunda sebutkan namanya.
- Menyebutkan nama dari orang-orang yang dikenalnya.
- Menyebutkan nama beberapa anggota tubuh.
- Merangkai 2-3 kata sederhana menjadi kalimat, biasanya berupa kata benda dan kata kerja.
- Mengerjakan apa yang diminta, misalnya, "Panggilkan Ayah, ya" atau "Taruh bukunya di meja".
- Mengulang kata-kata yang ia dengar saat diajak bicara.
4. Usia 36 bulan
Si Buah Hati sudah dapat:
- Menggunakan dan mengucapkan 300 kata.
- Sudah bisa mendengarkan saat diajak bicara tapi mudah terdistraksi.
- Mengerjakan apa yang diminta sampai tiga langkah, misalnya, "Sendalnya dicopot ya, dan ditaruh di rak".
- Mengetahui nama benda-benda yang familiar.
- Menyebutkan nama, umur, dan jenis kelamin.
- Menyebutkan nama anak-anak lain yang ia anggap teman.
- Mengucapkan aku, kamu, kita, serta kata-kata jamak.
- Sudah bisa berbicara yang dipahami oleh orang yang tidak ia kenal.
- Bisa mengobrol menggunakan 2-3 kalimat.
Tonggak perkembangan bahasa anak usia dini sifatnya tidak pasti ya, Bun! Pasalnya, perkembangan ini bisa berlangsung lebih awal atau bisa berlangsung lebih lambat. Jika keterlambatannya berlangsung sampai berbulan-bulan, maka sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak agar dilakukan pemeriksaan.
Cara Stimulasi Perkembangan Bahasa di Rumah
Orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan bahasa Si Buah Hati, salah satunya dalam memberikan stimulasi yang tepat agar jangan sampai terjadi anak terlambat bicara atau speech delay. Bunda bisa menerapkan beberapa cara stimulasi perkembangan bahasa untuk anak di rumah berikut ini:
1. Sering-sering ajak anak berbicara
Bunda bisa mengajak Si Buah Hati berbicara di segala situasi, seperti saat bermain, mandi, atau berjalan-jalan. Cukup dengan mengomentari setiap apa yang dilakukan anak, misal saat Si Buah Hati memilih mobil-mobilan ketika bermain, Bunda bisa berkomentar tentang warna mobil, dsb.
Anak belajar bahasa dari interaksi dengan orang tuanya. Karenanya banyak berinteraksi dengan Si Buah Hati dan memberi stimulasi verbal akan membantu mempercepat perkembangan kemampuan bicaranya.
2. Membacakan buku cerita secara rutin
Buku cerita dapat membantu perkembangan bahasa anak, terutama dalam perkembangan kosakata. Bunda dapat membacakan buku cerita dengan suara yang jelas. Buku cerita banyak menggunakan kata-kata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, sehingga perbendaharaan kata anak akan bertambah.
Membaca buku cerita juga mengenalkan struktur kalimat dan cara bercerita sehingga melatih kemampuan komunikasi Si Buah Hati. Bunda bisa memilih buku cerita yang sesuai usia anak dan tema yang disukai Si Buah Hati agar menarik minatnya.
Bunda juga bisa sesekali menjeda cerita kemudian bertanya kepada anak seputar cerita yang sudah dibacakan untuk mendorongnya berpartisipasi dan berinteraksi.
3. Menyanyikan lagu berima
Mengajak Si Buah Hati bernyanyi, terutama lagu yang berima, dapat menjadi cara belajar bahasa yang efektif. Lagu dapat memperkenalkan anak pada ritme dan rima, yang penting untuk mengembangkan keterampilan literasi awalnya. Serta membantu anak memahami bunyi bahasa, sehingga memudahkan untuk mengenali kata dan frasa.
4. Berkreasi lewat kerajinan tangan
Aktivitas kreatif, seperti menggambar, membuat origami, membentuk lilin permainan, juga bisa menjadi sarana melatih kemampuan bahasa anak. Bunda bisa mengajarkan soal bentuk, warna, dan tekstur. Kegiatan seni juga dapat mendorong anak untuk mengekspresikan pikiran secara visual dan verbal.
Mendeskripsikan hasil karya Si Buah Hati membantunya menyusun pikiran dan mengkomunikasikan ide. Bunda juga bisa mengenalkan kata dan konsep baru, memperluas pemahaman Si Buah Hati tentang dunia, dan meningkatkan kemampuan bahasanya
5. Batasi penggunaan
Meskipun penggunaan gadget dapat membantu belajar anak, interaksi langsung dengan Bunda dan melakukan percakapan dua arah lebih efektif dalam membangun kemampuan bahasa Si Buah Hati. Batasi waktu anak menggunakan gadget dan perbanyak pengalamannya berinteraksi dengan dunia nyata untuk komunikasi yang lebih bermakna
Tanda-tanda Anak Speech Delay
Saat kemampuan bahasa anak tidak seperti anak lain seusianya, jangan terburu-buru menyimpulkan Si Buah Hati mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Barangkali ia hanya sedikit terlambat karena kecepatan perkembangan anak dapat berbeda-beda. Bagaimana membedakannya?
Anak terlambat bicara biasanya memiliki kosakata yang lebih sedikit dibanding anak seusianya, tetapi perkembangan kemampuan memahami bahasanya baik, mampu menggunakan isyarat seperti menunjuk, melambaikan tangan, dan mengangguk. Juga masih dapat berinteraksi dengan orang lain.
Sementara anak yang mengalami speech delay kemungkinan mengalami kesulitan dalam memahami kata atau mengikuti arahan, sulit menyusun kalimat atau berkomunikasi dengan efektif, kesulitan menirukan orang lain, dan respon sosialnya lebih lemah.
Kenali tanda-tanda speech delay pada anak, seperti:
- Usia 12 bulan belum bisa menggunakan isyarat menunjuk atau melambaikan tangan
- Usia 18 bulan lebih sering menggunakan isyarat tangan daripada komunikasi verbal
- Usia 2 tahun hanya dapat menirukan ucapan dan belum mengucapkan kata secara spontan
- Usia 2 tahun masih kesulitan mengikuti arahan sederhana
- Usia 2 tahun memiliki nada suara yang tidak biasa, seperti serak
- Usia 2 tahun namun bicaranya masih sulit dipahami orang tua atau pengasuhnya
- Usia 4 tahun tapi ucapannya masih sulit dipahami sebagian besar orang
Jangan ragu untuk menghubungi dokter anak atau terapis wicara apabila Bunda merasa Si Buah Hati menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara di atas.
Untuk mendukung perkembangan bahasa anak, Bunda juga perlu memastikan kebutuhan gizinya tercukupi. Berikan menu makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Bila perlu, Bunda juga sapat melengkapi nutrisinya dengan susu DANCOW GroPlus.
DANCOW GroPlus diformulasi untuk anak usia 1-10 tahun, dengan Advanced ExcelNutri+ formula yang dirancang khusus untuk anak usia prasekolah dan sekolah. DANCOW GroPlus diperkaya DHA, zat besi, tinggi kalsium dan vitamin D, sumber protein, serta 0 gram sukrosa, yang bantu anak tumbuh tinggi. Tersedia dalam rasa vanila.
Demikian penjelasan seputar tahapan perkembangan bahasa anak yang perlu Bunda ketahui. Dengan tips cara stimulasi yang bisa dicoba praktikkan di rumah dan tanda red flags yang perlu Bunda waspadai!
Pertanyaan Seputar Perkembangan Bahasa Anak
1. Apa tanda perkembangan bahasa anak yang normal?
Tanda perkembangan bahasa anak normal bisa dilihat dari tonggak perkembangan bahasa yang sudah dicapai anak apakah sesuai dengan usianya. Jika kemampuan bahasa anak sudah sesuai tonggak perkembangan, maka bisa disebut perkembangan bahasanya normal. Namun jika sudah terlambat beberapa bulan, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter anak agar dilakukan pemeriksaan.
2. Bagaimana cara stimulasi agar anak cepat bicara?
Cara stimulasi agar anak cepat bicara bisa dilakukan dengan mengajak anak berbicara sesering mungkin, membacakan buku cerita secara rutin, atau mengajak bernyanyi sambil menirukan gerakan. Perbanyak interaksi orang tua dan anak, serta berikan respon setiap kali anak bersuara.
Referensi:
Speech and Language Developmental Milestones - NIH. Retrieved on April 18th 2026 from https://www.nidcd.nih.gov/health/speech-and-language
Top Activities to Boost Language Development in Young Children - Flourishing Lives. Retrieved on April 18th 2026 from https://flourishinglivesmi.com/top-activities-to-boost-language-development-in-young-children/
How to Foster Language Development in Young Children at Home - Stamford American International School. Retrieved on April 18th 2026 from https://www.sais.edu.sg/school-life/our-news-events/how-to-foster-language-development-in-young-children-at-home/
Late Talker or Speech Delay? Understanding the Difference and What to Do - Brighton Center. Retrieved on April 18th 2026 from https://brightonsa.org/2026/01/15/late-talker-or-speech-delay-understanding-the-difference-and-what-to-do/
Delayed Speech or Language Development - Kids Health. Retrieved on April 18th 2026 from https://kidshealth.org/en/parents/not-talk.html