Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel Peran Ayah Milenial dalam Pengasuhan Anak

Parenting

Peran Ayah Milenial dalam Pengasuhan Anak

10-11-2020

Peran Ayah Milenial dalam Pengasuhan Anak

Tidak hanya Bunda, Ayah juga punya peran penting dalam pengasuhan anak, apalagi di zaman sekarang. Para Ayah dan Bunda milenial cenderung berbagi peran dalam pengasuhan anak. Dibanding generasi terdahulu, peran orang tua di era digital ini memang berbeda. Dulu Ayah mungkin digambarkan sebagai satu-satunya sosok yang mencari nafkah dan bertanggung jawab pada semua urusan finansial. Sementara Bunda adalah sosok yang sepenuhnya bertanggung jawab pada perawatan dan pendidikan anak. Alhasil, keterlibatan Ayah dari generasi terdahulu dalam mengawal perkembangan anak terhitung minim dibandingkan dengan sekarang.

“Sekarang keterlibatan Ayah terlihat lebih tinggi meskipun ia mungkin satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga. Ayah bukan lagi sebagai sosok yang otoriter dan berjarak. Tetapi Ayah sekarang lebih menggambarkan figur yang hangat, playful serta terlibat aktif dalam pengasuhan anak,” ujar Adisti F. Soegoto M.Psi., Psikolog.

Ayah kini lebih banyak berperan dalam kegiatan bereksplorasi dan bermain Si Buah Hati, sehingga Si Buah Hati lebih kreatif dan kritis. Menurut Adisiti, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh Ayah agar bisa terlibat aktif dalam pengasuhan anak. Misalnya saat Si Buah Hati akan berangkat tidur, Ayahlah yang membacakan dongeng sebelum tidur untuknya. Sosok Ayah yang hangat akan membuat Si Buah Hati senang punya waktu bersamanya.

Pembagian tugas antara Ayah dan Ibu dalam pengasuhan anak kini lebih banyak dikomunikasikan oleh keduanya. Kalaupun belum mencapai tahap tersebut, Bunda perlu paham latar belakang pola asuh yang didapat Ayah dari orang tuanya. Jadi, jika sebagian Ayah belum bisa  terbuka dan sigap mengasuh Si Buah Hati, itu karena ia memang tidak disiapkan menjadi orang tua pengasuh. Tentunya dengan kemauan berubah dan beradaptasi, Ayah bisa menjadi teman bermain dan bereksplorasi Si Buah Hati yang seru.

Bermain Bersama

Para Ayah umumnya lebih mudah masuk ke dunia anak saat Si Buah Hati sudah menginjak usia 2 hingga 3 tahun. Di usia itu, Si Buah Hati sudah mantap dalam berjalan juga berlari, sehingga lebih banyak yang bisa dilakukannya bersama Ayah. Permainan sederhana seperti berlari-larian atau bermain sepeda di taman akan jadi waktu menyenangkan bagi Ayah dan Si Buah Hati.

Namun, karena di usia ini anak juga memasuki masa sulit diatur maka, “Akan ada banyak penolakan dari Si Buah Hati,” ujar Adisti. “Untuk itu, Ayah dituntut lebih kreatif untuk menangani hal ini. Misalnya, kreatif membujuk Si Buah Hati agar tidak menolak ajakan ataupun instruksi Ayah yang  tentu saja disampaikan dengan cara menyenangkan.”

Ketika anak memasuki usia prasekolah, Ayah juga bangga menjadi sosok yang berteman baik dengan anak. Kedekatan ini ternyata bermanfaat untuk menyiapkan kemandirian saat Si Buah Hati memasuki masa belajar dan bermain bersama di kelas. Tanpa sadar, bermain dan beraktivitas bersama Ayah yang biasanya lebih seru, karena lebih dinamis dan  mungkin sedikit agresif akan membentuk rasa percaya diri dan juga kemandirian pada Si Buah Hati, kata Adisti.  Dua hal ini sangat diperlukan ketika Si Buah Hati mulai dikenalkan dengan kegiatan belajar di taman kanak-kanak.

Untuk mengetahui perkembangan Si Buah Hati di sekolah, Ayah bisa mengajaknya mengulang kembali kegiatan di sekolah atau bertanya soal apa yang ia alami di sekolah. Ajakan berkomunikasi dari Ayah membuat Si Buah Hati senang menceritakan pengalaman dan masalahnya. Kedekatan seperti ini tentunya sangat dibutuhkan agar anggota keluarga semakin kompak.

Hangat Bukan Permisif

Meski Ayah harus menjadi sosok yang hangat dan playful, bukan berarti Ayah lantas harus bersikap permisif atau serba membolehkan di hadapan Si Buah Hati. Bagaimanapun, Ayah perlu memegang kendali atau aturan.  Namun tidak tepat juga kalau peraturan diberlakukan dengan pemaksaan dan amarah. “Kondisi-kondisi ini memang membuat anak patuh tetapi relasinya tidak sehat. Kuncinya adalah bagaimana kreativitas Ayah,” tambah Adisti. “Ayah perlu membuat waktu makan dan belajar misalnya jadi lebih menyenangkan. Hal ini akan membuat Ayah jadi tetap pegang kendali tetapi dengan cara yang lebih hangat.”

Manfaat keterlibatan Ayah dalam pengasuhan sangat dirasakan bagi Si Buah Hati. Menurut Adisti, anak jadi lebih terbiasa berdiskusi, berpikir kritis, kreatif, banyak bereksplorasi, dan berpikir lebih luas. Sebuah penelitian yang dilakukan Academics at the University of Newcastle pada 2008 menemukan, Ayah yang terlibat secara langsung membuat anak memiliki IQ lebih tinggi 10 poin. Stimulasi yang Ayah berikan kepada Si Buah Hati membuka komunikasi yang hangat, sehingga Si Buah Hati punya kemampuan berkomunikasi lebih baik. Bukti-bukti kedekatan Ayah dengan Si Buah Hati kini bahkan banyak kita jumpai  di media sosial yang menjadi kebanggaan para Ayah.

Bunda yuk baca juga artikel  tentang peran orang tua lainnya di artikel Kiat Mengasah Kreativitas Si Kecil

 

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait
Si Kecil Sudah Mulai Banyak Beraktivitas di Luar Rumah? Pastikan Ia Terlindungi!

Parenting

+

Si Buah Hati Sudah Mulai Banyak Beraktivitas di Luar Rumah?

04-11-2020

Ajari Si Kecil Pintar Atur Waktu

Parenting

+

Ajari Si Buah Hati Pintar Atur Waktu

09-11-2020

Ajarkan "Anger Management" pada si Kecil

Parenting

+

6 Cara Ajarkan Anger Management pada Si Buah Hati

04-11-2020


Artikel Terbaru
Si Kecil Sudah Mulai Banyak Beraktivitas di Luar Rumah? Pastikan Ia Terlindungi!

Parenting

+

Si Buah Hati Sudah Mulai Banyak Beraktivitas di Luar Rumah?

04-11-2020

Ajari Si Kecil Pintar Atur Waktu

Parenting

+

Ajari Si Buah Hati Pintar Atur Waktu

09-11-2020

Ajarkan "Anger Management" pada si Kecil

Parenting

+

6 Cara Ajarkan Anger Management pada Si Buah Hati

04-11-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang