Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.

Tutup

Akudankau | Homepage

  • Toddler 1-3
  • Prasekolah 3-5
  • Usia Sekolah 6+
Home

Dapatkan kesempatan peroleh voucher DANCOW dengan melengkapi data Bunda

Dapatkan kesempatan peroleh voucher Dancow
dengan melengkapi
data bunda

Tanggal Lahir Anak Pertama*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
+ Tambah Anak

Tanggal Lahir Anak Kedua*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak
+ Tambah Anak
Hapus Informasi Anak

Tanggal Lahir Anak Ketiga*

Merek Susu yang Dikonsumsi*

Pemenang DKAI Kategori Lingkungan 2020
Pilih nama merek
Dancow
SGM
Frisian Flag
Lactogrow
Wyeth S26
Lainnya
Tidak menggunakan susu pertumbuhan
Hapus Informasi Anak

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

Terima kasih telah mengisi data
Bunda. Tunggu informasi
selanjutnya ya!

1+

1-3thn

3+

3-5thn

5+

5-6thn

6+

6-12thn

Home Artikel Jenis Emosi pada Anak dan Cara Orang Tua Menghadapinya

Parenting

Jenis Emosi pada Anak dan Cara Orang Tua Menghadapinya

29-07-2026

Pentingnya Mengenalkan Macam-macam Emosi Pada Anak

Bunda mungkin penasaran, kenapa sih pengenalan emosi ke anak penting? Mungkin selama ini Bunda masih menganggap jika anak marah, menangis atau berteriak itu hal yang wajar. Namun ternyata orangtua perlu membantu Si Buah Hati untuk mengenali emosi dan meluapkannya dengan tepat.

Lalu apa pentingnya mengenalkan berbagai jenis emosi pada anak? Anak yang paham emosinya akan lebih mampu mengendalikan cara mengekspresikannya serta punya kepekaan terhadap perasaan orang lain. Dengan demikian, anak dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Ibaratnya, orang dewasa saja bisa kesal jika merasa tidak dimengerti, apalagi anak yang belum tahu cara mengenali perasaannya sendiri. Inilah pentingnya mengenalkan jenis emosi pada anak. Supaya Si Buah Hati dapat mengungkapkan perasaan, Bunda bisa mengenalkan jenis perasaan dan emosi yang tepat.

Lalu, bagaimana cara mengenalkan emosi pada anak? Apa manfaat mengenalkan emosi pada anak? Yuk simak artikel berikut ini!

 

Pentingnya Mengenalkan Jenis Emosi pada Anak

Pengelolaan emosi adalah suatu proses merubah pengalaman emosional, ekspresi, reaksi fisiologi, dan situasi yang memunculkan emosi tersebut. Hal itu untuk menghasilkan respons yang sesuai dengan tuntutan yang ditimbulkan oleh perubahan lingkungan.

Banyak orang tua salah mengartikan tangisan dan emosi Si Buah Hati. Tak sedikit yang justru meminta anak untuk tidak mengekspresikan emosinya atau keliru dalam membantu anak mengelola emosi. Jika hal ini dilakukan, anak jadi tidak mampu mengenali emosi yang dirasakan dan kerap keliru mengekspresikannya.

Hal ini berakibat anak gagal mengerti apa yang dirasakan dan tidak mampu mengontrol dan mengekspresikan emosinya dengan pas. Emosi biasanya ditunjukkan anak dalam perilaku terhadap keadaan atau interaksi yang sedang dialami.

Sederhananya, emosi merupakan perasaan yang dirasakan seperti rasa senang, marah, sedih, takut, marah, jijik, jengkel dan lain sebagainya. Pada anak usia dini, kemampuan dan cara mengelola emosi anak bertujuan untuk dapat mengenali, memahami, mengekspresikan, dan mengendalikan beragam emosi yang dirasakan dengan baik dan benar.

 

Perkembangan Regulasi Emosi Anak Usia Dini

Sebelum Bunda membantu Si Buah Hati mengenali emosinya, penting untuk memahami bahwa kemampuan mengatur emosi tidak muncul secara instan. Pada anak usia dini, regulasi emosi masih berkembang bertahap seiring kemampuan bahasa, pengalaman sosial, dan kedekatannya dengan orang tua.

Pada masa awal kehidupan, Si Buah Hati sepenuhnya bergantung pada Bunda untuk menenangkan diri dan mengelola stres. Memasuki masa kanak-kanak awal, ia mulai mengembangkan kemampuan meregulasi perasaannya secara mandiri. 

Strategi regulasi yang digunakan ikut berkembang; bermula dari sekadar mengalihkan pandangan dari pemicu stres atau menenangkan diri sendiri, hingga perlahan mampu mencari dukungan Bunda. Pada masa prasekolah, Si Buah Hati mulai menunjukkan strategi kognitif sejalan dengan perkembangan fungsi eksekutifnya.

Secara keseluruhan, tingkat kepekaan pengasuhan Bunda terbukti berdampak signifikan pada tahap perkembangan emosi anak dan kemampuannya mengelola perasaan tersebut.  Setelah memahami bahwa kemampuan emosi anak berkembang secara bertahap, Bunda bisa mulai membantu Si Buah Hati mengenali apa yang ia rasakan melalui kegiatan sederhana sehari-hari.

Baca Juga: Dukung Perkembangan Anak Toddler di Sini!

 

Cara Mengenalkan Emosi pada Anak

Saat berusia dua tahun, anak sejatinya sudah bisa dikenalkan dengan jenis perasaan dasar seperti senang, sedih, takut atau marah. Bunda juga dapat menerangkan perasaan yang lebih rumit seperti malu atau kecewa seiring bertambahnya usia.

Sebuah riset Sociology of Development menunjukkan anak yang memahami emosi cenderung tidak bertindak dengan menggunakan amarah, agresif, dan membangkang untuk mengekspresikan diri. Berikut tips mengenalkan emosi pada anak yang mudah dipahami.

1. Bicara tentang Perasaan dan Menamai Emosi yang Muncul

Bunda bisa menunjukkan kepada anak bagaimana menggunakan kata-kata perasaan dalam kosakata sehari-hari mereka. Bunda dapat mencontohkan bagaimana mengungkapkan perasaan dengan mengambil kesempatan untuk membagikan perasaan sendiri. Seperti, “Bunda merasa sedih karena kamu tidak mau berbagi mainan dengan temanmu. Bunda yakin dia juga sedih.”

Bunda juga membantu Si Buah Hati mengenali perasaannya dengan cara memberi nama pada setiap emosi yang muncul. Misalnya, sebutkan “adik sedang senang” saat ia tertawa atau “sedang sedih” ketika menangis. 

2. Kenalkan pada Tanda Fisik yang Muncul Bersama dengan Perasaan

Bunda juga bisa mendeskripsikan tanda fisik yang muncul pada tubuhnya, seperti tangan yang mengepal saat sedang marah atau perut terasa mulas saat merasa gugup.  Proses pengenalan ini juga bisa dibantu dengan menggunakan media seperti buku cerita, boneka emosi, lagu, atau mengajaknya menggambar berbagai situasi yang mempengaruhi perasaannya.

Sering kali, saat emosi muncul, Si Buah Hati sulit mendengarkan apa yang Bunda katakan. Untuk itu, Bunda juga perlu mengajak Si Buah Hati mendiskusikan perasaannya saat sudah lebih tenang. Praktik ini akan membantu Si Buah Hati belajar mengidentifikasi serta mengekspresikan perasaannya dengan cara yang tepat. 

3. Diskusi lewat Buku atau Acara TV

Ajari anak usia 1-3 tahun dengan perasaan dasar seperti senang, marah, sedih, dan takut. Anak-anak yang lebih besar bisa belajar emosi yang lebih kompleks seperti rasa frustrasi, kecewa, dan gugup.

Bunda juga bisa membantu anak-anak belajar tentang emosi lewat karakter dalam buku atau acara TV. Bunda bisa mengawalinya dengan bertanya, "Kira-kira, apa yang dirasakan tokoh itu ya?" Hal ini secara tidak langsung dapat mengajarkan empati pada SI Buah Hati. Anak berpikir bahwa dunia berputar di sekitar mereka, sehingga dapat menjadi pengalaman yang membuka mata bagi mereka untuk mengetahui bahwa orang lain juga punya perasaan.

4. Manfaatkan Makan Malam

Bunda dapat membuat kebiasaan untuk saling bercerita di sela makan malam. Dengan cara itu, Si Buah Hati dapat didorong untuk bercerita tentang apa yang membuat mereka marah dan senang pada hari itu. Bunda dapat menyampaikan perasaan apa yang dirasakan setiap hari, seperti perasaan bahagia dan lain sebagainya.

Jika anak sulit diajak ngobrol saat makan malam, ruang cerita bisa dilakukan menjelang tidur saat Bunda meninabobokan anak.

5. Permainan Mengenali Perasaan

Mau hal yang lebih mengasyikkan? Bunda dapat membuat permainan “tebak perasaan” bersama Si Buah Hati. Bunda dapat bergantian membuat ekspresi wajah dan masing-masing harus menebak perasaan apa yang sedang ditunjukkan.

Ini akan membantu pada dua tingkat. Pertama, ini membantu anak menyesuaikan ekspresi wajah dengan berbagai emosi. Kedua, ini membantu mereka menyesuaikan ekspresi wajah mereka dengan emosi juga. Mainkan permainan di dekat cermin, sehingga anak dapat melihat secara visual berbagai ekspresi mereka.

 

Dampak Lingkungan Keluarga terhadap Perkembangan Emosional Anak

Bukan hanya cara Bunda merespons anak, suasana keluarga sehari-hari juga ikut membentuk perkembangan emosional Si Buah Hati. Lingkungan keluarga merupakan area mikrosistem yang secara langsung menentukan kepribadian dan kesehatan mental Si Buah Hati. 

Sejak lahir, ia sangat membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta rasa aman dari Bunda untuk mencapai tahap perkembangan emosi anak yang optimal.  Apabila fungsi keluarga sebagai tempat berlindung ini tidak berjalan, dampaknya bisa memicu permasalahan kesehatan mental pada anak.

Pada situasi keluarga yang sering berkonflik atau tidak utuh, Si Buah Hati rentan kekurangan kasih sayang secara psikologis yang menghambat perkembangan psikososialnya. Tanpa sentuhan kehangatan tersebut, ia akan mudah merasa terancam, takut, marah, hingga kesepian. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan di keluarga sangat menentukan kestabilan emosinya di masa depan.

Kecerdasan bukan saja pintar akademis, melainkan juga kecerdasan emosional Si Buah Hati. Dengan demikian, penting mengenalkan berbagai jenis emosi pada anak. Jika Si Buah Hati sudah dapat mengenali dan mengungkapkan perasaannya sendiri, maka komunikasi Bunda dengan anak tentu bakal lebih lancar.

Selain itu, Bunda juga bisa memberikan DANCOW 3+ Imunutri sebagai tambahan asupan gizi Si Buah Hati. Sebagai pilihan nutrisi yang dapat diberikan, DANCOW 3+ Imunutri bisa membantu dukung daya tahan tubuh dan tumbuh kembang optimal Si Buah Hati dengan kandungan 0g Sukrosa, DHA, Zat Besi, Omega 3 & 6, Tinggi Kalsium, Protein, Vitamin D, serta Vitamin A, C, E, dan Zink.

 

Pertanyaan Seputar Jenis Emosi pada Anak dan Cara Menghadapinya

  1. Apa saja jenis emosi dasar yang mulai muncul usia 1-3 tahun?
    Jenis emosi dasar yang dapat diajarkan dan mulai dikenali oleh anak pada usia 1-3 tahun meliputi rasa senang, marah, sedih, dan takut. Pengenalan perasaan mendasar pada rentang usia ini menjadi fondasi yang penting sebelum mereka mulai belajar memahami emosi yang lebih kompleks di usia yang lebih besar.
     
  2. Bagaimana cara membantu anak mengenali emosinya?
    Bunda dapat membantu anak mengenali emosinya dengan mulai menamai setiap perasaan yang muncul dan mendeskripsikan tanda fisik yang menyertainya. Proses pengenalan ini bisa dipermudah melalui diskusi sehari-hari menggunakan media buku cerita, acara TV, lagu, atau lewat permainan tebak perasaan. Selain itu, penting untuk membangun kebiasaan saling bercerita, misalnya saat makan malam, serta selalu memvalidasi emosi anak tanpa menghakimi.

 

Referensi:

  • Cole, P. M., Stoop, T. B., & Cardwell, G. S. (2023). The Development of Emotion Regulation and Coping in Early Childhood. Cambridge University Press eBooks, 325–350. https://doi.org/10.1017/9781108917230.018
  • Emotion Regulation Strategies in Early Childhood Development | Child and Adolescent Development | Applied and Developmental Psychology | Health sciences | Topics | Nature Index. (2025). NatureIndex; Nature Index. https://www.nature.com/nature-index/topics/l4/emotion-regulation-strategies-in-early-childhood-development
  • Melatih Pengelolaan Emosi pada Anak - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Retrieved on July 12nd 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3125/melatih-pengelolaan-emosi-pada-anak
  • Helping Kids Notice How They Are Feeling - Kids Mental Health Foundation. Retrieved on July 12nd 2026 from https://www.kidsmentalhealthfoundation.org/mental-health-resources/behaviors-and-emotions/noticing-emotions
  • If You’re Happy - Super Simple. Retrieved on July 12nd 2026, from https://supersimple.com/song/if-youre-happy/
  • Pengaruh Kecerdasan Emosional pada Prestasi Anak - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Retrieved on July 12nd 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3035/pengaruh-kecerdasan-emosional-pada-prestasi-anak
  • Kekerasan Verbal pada Anak di Lingkungan Keluarga - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Retrieved on July 12nd 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2029/kekerasan-verbal-pada-anak-di-lingkungan-keluarga
  • Lingkungan Berpengaruh terhadap Kesehatan Mental - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Retrieved on July 12nd 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1354/lingkungan-berpengaruh-terhadap-kesehatan-mental
  • Dampak Pertengkaran Orangtua di Depan Anak terhadap Psikologis Anak - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Retrieved on July 12nd 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1684/dampak-pertengkaran-orangtua-di-depan-anak-terhadap-psikologis-anak
  • Menjaga Kesehatan Mental Anak di Lingkungan Keluarga dan Sekolah - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Retrieved on July 12nd 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1426/menjaga-kesehatan-mental-anak-di-lingkungan-keluarga-dan-sekolah

SHARE gambar icon facebook mini logo icon twitter png

Produk Terkait
profile

Toddler

DANCOW 1+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 3+
Nutritods

profile

Usia Prasekolah

DANCOW 5+
Nutritods


Artikel Terkait
Tips untuk Mengenal Potensi Anak Sejak Dini

Parenting

+

Bagaimana Cara Mengenali Minat Si Buah Hati Usia 1-5 Tahun?

03-11-2020

Bunda, Lakukan Ini untuk Dukung Tumbuh Kembang Si Buah Hati

Parenting

+

4 Tips Dukung Si Buah Hati Melakukan Hal Kesukaannya

03-11-2020

Panduan dan Manfaat Main Gadget untuk Anak Cerdas

Parenting

+

Panduan dan Manfaat Main Gadget untuk Anak Cerdas

06-11-2020


Artikel Terbaru
Tips untuk Mengenal Potensi Anak Sejak Dini

Parenting

+

Bagaimana Cara Mengenali Minat Si Buah Hati Usia 1-5 Tahun?

03-11-2020

Bunda, Lakukan Ini untuk Dukung Tumbuh Kembang Si Buah Hati

Parenting

+

4 Tips Dukung Si Buah Hati Melakukan Hal Kesukaannya

03-11-2020

Panduan dan Manfaat Main Gadget untuk Anak Cerdas

Parenting

+

Panduan dan Manfaat Main Gadget untuk Anak Cerdas

06-11-2020


Promo

Event

Kategori
Nutrisi Stimulasi Parenting
gambar piala png gambar confeti pesta png

Selamat!

Jawaban Bunda benar semua

gambar icon perempuan png

Coba lagi, Bunda...

Ada jawaban Bunda yang kurang tepat

SHARE

gambar icon facebook mini logo icon twitter png
Beli Sekarang
Beli Sekarang