Cara Mengajarkan Sopan Santun pada Anak Sejak Usia Dini
08-09-2026
Apakah Bunda sempat kesulitan mengajari Si Buah Hati tentang cara mengajarkan sopan santun pada anak, etika, atau norma sosial lainnya? Jangan langsung cemas atau menyerah, ya, Bunda.
Sopan santun merupakan salah satu tonggak perkembangan sosial Si Buah Hati. Mengajari anak dengan empati, regulasi emosi, rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi akan menjadi fondasi penting dalam membangun pribadi yang tangguh.
Pentingnya Sopan Santun dalam Perkembangan Anak
Sopan santun merupakan bagian penting dari keterampilan sosial-emosional anak. Keterampilan ini juga berkaitan erat dengan kemampuan bahasa dan literasi, yang kelak berperan dalam mendukung capaian akademik Si Buah Hati.
Dalam kehidupan sehari-hari, anak yang memiliki keterampilan sosial-emosional yang baik cenderung lebih mudah terlibat dalam kegiatan belajar di sekolah. Selain membantu anak berkomunikasi dengan lebih baik, keterampilan ini juga dapat menjaga antusiasme Si Buah Hati dalam belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Nilai Dasar Etika yang Perlu Diajarkan pada Si Buah Hati
Bunda, pendidikan karakter bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar, seperti kejujuran, rasa hormat, tanggung jawab, kasih sayang, dan keadilan. Nilai-nilai ini adalah fondasi agar Si Buah Hati tumbuh menjadi manusia yang utuh dan mampu berempati.
Di sisi lain, pendidikan karakter merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai permasalahan moral, etika, dan akademik yang menjadi perhatian utama dalam masyarakat saat ini
Salah satu cara mendidik anak sopan adalah membangun lingkungan yang peduli dan suportif. Dengan lingkungan yang saling menghargai, berperilaku sopan, dan bertanggung jawab, Si Buah Hati akan tumbuh seperti kebiasaan alami.
Selain itu, pada masa kanak-kanak atau preschool, Si Buah Hati akan menyerap semua informasi melalui pengamatan dan interaksi sehari-hari. Peran orang tua sebagai teladan pun sangat penting untuk mengajarkan tata krama balita.
Cara Mengajarkan Sopan Santun pada Anak di Aktivitas Sehari-hari
Bunda bisa mengajarkan cara mendidik anak sopan melalui aktivitas sehari-hari yang sederhana tetapi bermakna dan membekas baginya.
Contohnya, ketika mengajarkan untuk berbagi, Bunda bisa mengatakan, “Lihat, Ayah membagikan makanan kepada Bunda.”
Untuk mengelola emosi, Bunda bisa mengajaknya bermain peran. Misalnya, ketika terjebak di kemacetan, “Bunda sedang kesal. Bantu Bunda biar lebih tenang. Yuk, kita ambil napas 10 kali”.
Jangan lupa, ajari pula “mantra” penting dalam bertata krama, yakni ungkapan “tolong, maaf, dan terima kasih” dalam percakapan sehari-hari.
Kemudian, saat menghadapi situasi sosial, seperti saat berkunjung ke rumah kerabat, Bunda bisa melatih etika anak saat bertamu dengan memberikan penjelasan lembut sebelum berangkat, seperti mengucapkan salam hingga menjaga sikap selama bertamu.
Baca Juga: Tips Menanamkan Nilai-nilai Sopan pada Anak
Faktor Penting ketika Mengajak Anak Bertamu
Setelah memiliki anak, Bunda pasti sangat senang ketika mendapat kesempatan mengajak sang buah hati berkunjung ke rumah saudara atau kerabat. Bunda dan Ayah dengan bangga memperkenalkan Si Buah Hati pada tuan rumah. Tingkah lakunya yang lucu tapi cerdas membuat suasana silaturahmi menjadi lebih menyenangkan.
Orang tua selalu berharap Si Buah Hati dapat bersikap manis dan anteng saat berkunjung ke rumah saudara atau kerabat. Namun, bagaimana bila tiba-tiba ia rewel, minta segera pulang, atau bahkan mengacak-acak rumah yang sedang dikunjungi?
Psikolog anak mengungkapkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku anak ketika bertamu, yaitu:
- Pembiasaan yang diberikan oleh orang tua.
- Pengaruh lingkungan yang membentuk watak Si Buah Hati.
- Kepribadian Si Buah Hati. Ada anak yang memang memiliki sifat dasar ramah, penurut dan pendiam. Bila anak Bunda memiliki sifat pemalu, maka ia tidak bisa untuk langsung berinteraksi dengan manis pada orang yang baru dikenalnya. Namun ada pula anak yang memiliki sikap aktif, tidak bisa tenang, memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga ingin memegang berbagai hal di tempat yang baru baginya.
- Kondisi fisik atau perasaan Si Buah Hati. Sebagai orang tua, sebaiknya Bunda memahami perasaan anak. Apakah ia mengantuk, lapar, atau ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman? Karena kondisi inilah yang akan mempengaruhi perilakunya ketika diajak bertamu.
- Situasi tempat yang dikunjungi. Jika tempat yang dikunjungi membuat tidak nyaman, maka Si Buah Hati cenderung akan bersikap yang tidak baik, misalnya temper tantrum atau menjadi sulit diatur.
Lalu, bagaimana cara mendidik anak agar bersikap manis ketika bertamu? Nabilah menganjurkan untuk mengajarkan sopan santun pada Si Buah Hati sejak dini. Hal itu bisa dilakukan bahkan sejak ia masih di dalam kandungan.
"Janin sudah bisa menangkap suara-suara di luar. Orang tua dapat membiasakan cara berbicara yang baik dan sopan," ujar Nabilah. Setelah anak lahir, Ayah dan Bunda tetap perlu menjaga cara berbahasa. Anak akan merekam stimulus-stimulus yang diperoleh dari lingkungan meskipun belum bisa merespon secara aktif. Maka, hindari berbicara keras, kasar, atau berdebat di depan anak.
Pada usia 3 tahun, Si Buah Hati sudah dapat diajak berbicara dan merespon dengan baik, walaupun kemampuan mengendalikan emosinya masih kurang. Oleh karena itu, ketika akan mengajak anak bertamu, Bunda dan Ayah perlu menyampaikan batasan yang jelas mengenai perilaku yang diharapkan dari anak.
Jangan hanya memintanya untuk berlaku sopan dan tidak nakal, karena itu adalah sesuatu yang abstrak sehingga sulit dipahami oleh anak. Bunda dan Ayah dapat menjelaskannya dengan lebih konkret, misalnya:
- Ucapkanlah salam sebelum memasuki rumah.
- Melepaskan alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah.
- Mengucapkan kata-kata etika seperti terima kasih, maaf, tolong, permisi.
- Berbicara dengan tutur kata yang baik yang disesuaikan dengan lawan bicara.
- Tidak boleh berlari-larian di dalam rumah.
- Meminta izin ketika ingin meminjam barang.
- Membereskan kembali mainan yang dipinjam saat akan pulang.
Selain memberikan contoh, Bunda juga bisa menanamkan nilai-nilai positif tentang kesopanan pada anak dengan mengajaknya bermain peran tentang keterampilan bersosialisasi. Sementara Ayah dapat menceritakan kisah-kisah mengenai anak yang berperilaku baik.
"Apabila sikap sopan santun diterapkan pada anak sejak dini, maka ia akan lebih mudah untuk menjalin relasi dan akan lebih mudah diterima oleh lingkungannya," tutup Nabilah.
Dukung perkembangan emosional Si Buah Hati dengan memberikan pelengkap nutrisi, seperti Susu DANCOW 1+ Imunutri. DANCOW 1+ Imunutri hadir dengan 0 g sukrosa, DHA, zat besi, dilengkapi kandungan Vitamin A, C, E, Zink, Omega 3 & 6, serta tinggi Kalsium, Protein, dan Vitamin D. Berikan dua gelas susu DANCOW 1+ Imunutri setiap hari untuk Si Buah Hati untuk bantu daya tahan tubuh dan tumbuh kembang optimalnya.
Pertanyaan Seputar Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun
1. Bagaimana cara mengajarkan kata 'tolong', 'maaf', dan 'terima kasih'?
Bunda dapat menjadi role model dengan mengucapkannya ketika meminta bantuan kepada anggota keluarga sehingga Si Buah Hati terbiasa mendengarnya dan menirunya secara alami.
2. Kapan anak mulai mengerti konsep sopan santun?
Anak mulai menangkap konsep ini sejak usia dini melalui pengamatan. Namun, pemahaman mendalam tentang etika biasanya berkembang lebih optimal saat Si Buah Hati memasuki usia prasekolah (3-5 tahun).
Referensi:
Nix, R. L., Bierman, K. L., Domitrovich, C. E., & Gill, S. (2013). Promoting Children's Social-Emotional Skills in Preschool Can Enhance Academic and Behavioral Functioning in Kindergarten: Findings from Head Start REDI. Early education and development, 24(7), 10.1080/10409289.2013.825565. https://doi.org/10.1080/10409289.2013.825565
Incorporating Core Values into Character Education in the Current Scenario: Evidence from Literature – International Journal of Research and Innovation in Social Science. Retrieved 9th July 2026, from https://rsisinternational.org/journals/ijriss/articles/incorporating-core-values-into-character-education-in-the-current-scenario-evidence-from-literature/
How to Shape & Manage Your Young Child’s Behavior - Healthy Children. Retrieved 9th July 2026, from https://www.healthychildren.org/english/family-life/family-dynamics/communication-discipline/pages/how-to-shape-manage-young-child-behavior.aspx