10 Cara Mengajari Anak Berhitung dengan Menyenangkan
18-09-2026
Siapa bilang balita belum tahu uang? Tentunya tidak satu atau dua kali Bunda pernah membawa Si Buah Hati berbelanja bersama di swalayan. Kegiatan Bunda saat menghitung uang dan berbelanja secara perlahan membuat Si Buah Hati mengenal uang. Ini adalah waktu yang tepat bagi Bunda sebagai cara mengajari anak berhitung Si Buah Hati sejak usia dini, misalkan dari usia 5 tahun.
Peran Numerasi Awal dalam Perkembangan Kognitif Anak
Dari kegiatan sederhana seperti berbelanja di atas, Si Buah Hati sebenarnya tidak hanya belajar mengenal uang atau angka. Ia juga mulai memahami urutan, jumlah, perbandingan, dan hubungan antara benda yang satu dengan benda lainnya. Inilah yang disebut sebagai numerasi awal, yaitu kemampuan dasar untuk melihat dan menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari
Keterampilan numerasi awal memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan kognitif dan keberhasilan akademis anak di masa depan.
Selain itu, aktivitas numerasi awal juga terbukti mendukung peningkatan daya ingat serta kesadaran spasial anak. Pada akhirnya, pengenalan matematika dasar ini menjadi fondasi utama bagi Si Buah Hati untuk dapat memahami dunia di sekitarnya dengan lebih baik.
Perbedaan Kemampuan Numerasi Berdasarkan Tahap Usia
Anak pada usia 5 tahun sudah dapat mengenali angka 1-20. Kemampuan ini tentunya berbeda sesuai dengan kemampuan setiap anak. Pastinya kemampuan tersebut dapat lebih berkembang jika Si Buah Hati telah menguasai kosakata yang luas dan mengenal beberapa konsep seperti tambah-kurang, banyak-sedikit, besar-kecil, dan lainnya.
Karena perkembangan ini tidak selalu sama pada setiap anak, Bunda tidak perlu terburu-buru menuntut Si Buah Hati langsung mahir berhitung. Yang lebih penting adalah memulai proses belajar angka balita sesuai tahap usianya, menggunakan benda nyata, dan mengulangnya melalui kegiatan yang menyenangkan.
Tahapan perkembangan numerasi Si Buah Hati memiliki pencapaian yang berbeda sesuai usianya. Sebagai panduan, berikut adalah perkembangan kemampuan matematika anak di masa kanak-kanak awal:
- Usia 0–2 Tahun: Si Buah Hati mulai mengenali konsep "lebih banyak" atau "habis", serta memperhatikan pola dalam rutinitas kesehariannya.
- Usia 2–3 Tahun: Anak mampu berhitung hingga lima, meskipun sering ada angka yang terlewat, dan mulai mengenali bentuk-bentuk dasar.
- Usia 3–4 Tahun: Pada tahap ini, anak dapat berhitung hingga sepuluh dan mulai memahami konsep berbagi.
- Usia 4–5 Tahun: Si Buah Hati sudah bisa mengidentifikasi angka 1 hingga 20 serta melakukan proses penjumlahan sederhana menggunakan bantuan benda fisik.
Di usia dini, Si Buah Hati belum paham lambang bilangan secara abstrak. Kemampuan berhitung Si Buah Hati masih bersifat konkret sesuai dengan perkembangan berpikirnya. Artinya Si Buah Hati dapat berhitung melalui jumlah benda (sesuatu yang nyata) yang sering dilihat maupun digunakannya seperti peralatan makan, peralatan mandi, hingga makanan yang dikonsumsinya. Ia memahami angka 12 dari 12 biskuit.
Pentingnya Pendekatan Bermain dalam Cara Mengajari Anak Berhitung
Kemampuan konkret berhitung Si Buah Hati ini tentunya dapat terus dikembangkan oleh Bunda dengan kegiatan yang menyenangkan. Dengan kata lain anak dapat belajar berhitung atau matematika melalui permainan dan eksplorasi yang lebih menarik baginya sesuai dengan dunianya.
Karena cara berpikir Si Buah Hati masih sangat dekat dengan benda konkret, belajar berhitung akan lebih mudah jika dilakukan sambil bermain. Berhitung tidak selalu harus kaku. Pendekatan bermain membuat Si Buah Hati menjadi peserta aktif dalam proses belajar, bukan sekadar penerima informasi yang pasif
Melalui bermain, anak didorong untuk melakukan penemuan, penyelidikan, serta mengasah kemampuan pemecahan masalah dan berpikir imajinatif. Pendekatan ini juga menciptakan lingkungan belajar yang optimal karena menghadirkan rasa senang yang mampu meningkatkan motivasi belajar anak.
Pada akhirnya, bermain adalah cara yang terbukti mendukung perkembangan kognitif Si Buah Hati.
Baca Juga: Stimulasi Emosi Anak dengan Bunda
10 Cara Mengenalkan Konsep Matematika Melalui Aktivitas Sehari-Hari
Bunda juga bisa mengenalkan konsep matematika melalui aktivitas sehari-hari di rumah. Tidak harus selalu menggunakan buku latihan, karena angka dan jumlah bisa ditemukan dalam banyak kegiatan sederhana. Berikut beberapa kegiatan sederhana yang dapat diterapkan:
- Memasak dan membuat kue: Libatkan anak menakar bahan masakan, menghitung telur, mengukur waktu, atau mengenalkan konsep pecahan dasar melalui potongan makanan seperti pizza.
- Berbelanja: Ajak anak menghitung jumlah barang yang dimasukkan ke dalam keranjang, membandingkan harga, serta mengenalkan nilai koin dan uang.
- Merapikan barang/mainan: Biasakan anak menghitung jumlah mainan saat membereskannya, atau mengelompokkan sampah daur ulang berdasarkan kategori seperti plastik dan kertas.
- Menyanyikan lagu berhitung: Gunakan sajak atau lagu anak yang melibatkan angka untuk membantu anak mengingat urutan numerik dengan cara yang tidak kaku.
- Bermain balok susun: Aktivitas membangun menara balok melatih anak memahami kesadaran spasial, geometri, dimensi, serta mengenal pola dan simetri.
- Bermain lilin mainan (playdough): Minta anak mencetak atau membentuk angka dan bangun datar menggunakan adonan untuk mengubah konsep abstrak menjadi objek yang dapat disentuh.
- Berburu angka: Saat bepergian atau di rumah, ajak anak mencari dan menyebutkan angka yang tertera pada pelat nomor kendaraan, rambu jalan, kalender, atau majalah.
- Menggunakan alat ukur sederhana: Gunakan seutas tali, cangkir, atau langkah kaki untuk membandingkan panjang benda, menakar volume air, dan mengukur tinggi anggota keluarga.
- Bermain kartu dan permainan papan: Gunakan kartu untuk mengurutkan angka atau papan dengan dadu sebagai permainan matematika anak untuk melatih kemampuan berhitung, pengenalan pola, dan pemecahan masalah anak.
- Eksplorasi di alam terbuka: Saat berjalan-jalan di luar, pandu anak untuk menghitung jumlah daun, memperhatikan pola pada kulit pohon, atau mengenali bentuk geometris pada bunga.
Cara mengajari anak berhitung lainnya adalah dengan mengajak Si Buah Hati untuk membuat daftar belanjaan. Bunda dapat menuliskan barang kebutuhan sehari-hari keluarga seperti beras, sayuran, telur, susu, sabun, sampo, dan lain-lainnya. KemudianBunda minta Si Buah Hati untuk menyebutkan barang yang diinginkannya seperti biskuit, buah-buahan, es krim, dan lain sebagainya.
Bunda kemudian membantu Si Buah Hati untuk menuliskan barang keinginannya beserta dengan jumlah yang diperlukan dan harganya. Misalkan 2 kotak biskuit yang harganya Rp10 ribu. Setelahnya, ajak Si Buah Hati untuk menghitung bersama jumlah barang yang hendak dibeli. Kemudian Bunda dapat mengenalkan uang yang dimiliki Bunda untuk berbelanja.
Awalnya Si Buah Hati hanya berhitung, perlahan sesuai tumbuh kembangnya, Si Buah Hati dapat dilatih mengurangi atau menambah. Begitu pula dengan penjumlahan dan pengurangan total uang Bunda yang kemungkinan masih belum bisa dilakukan oleh Si Buah Hati. Bunda cukup menyebutkan nominal uang yang dimiliki dan nominal total biaya belanja.
Jika Si Buah Hati masih kesulitan untuk menghitung jumlah barang belanjaan dan total uang yang harus dikeluarkan, maka Bunda dapat menghitungnya secara perlahan. Kemampuan anak untuk meniru dapat melatih kemampuan berhitungnya segera terasah.
Tentu saja, selain mempraktikkan berbagai cara mengajari anak berhitung di atas, proses belajar kognitif Si Buah Hati harus selalu didampingi dengan nutrisi yang optimal. Bunda bisa memberikan dukungan dengan susu DANCOW 3+ Imunutri.
DANCOW 3+ Imunutri dapat membantu mendukung daya tahan tubuh dan tumbuh kembang optimal Si Buah Hati dengan kandungan 0 g Sukrosa, DHA, Zat Besi, Omega 3 & 6, Tinggi Kalsium, Protein, Vitamin D, serta Vitamin A, C, E, dan Zink.
Pertanyaan Seputar Cara Mengajari Anak Berhitung
1. Bagaimana cara mengajari anak berhitung dengan mudah?
Cara termudah untuk mengajari anak berhitung adalah melalui pendekatan bermain menggunakan benda-benda konkret yang dekat dengan keseharian mereka. Bunda dapat melibatkan anak dalam aktivitas sehari-hari yang menyenangkan dan tidak kaku, seperti ikut berbelanja, memasak, atau bernyanyi lagu berhitung. Metode interaktif ini membuat anak menjadi peserta aktif sehingga proses belajar matematika terasa lebih natural dan optimal.
2. Media apa yang paling efektif untuk belajar angka?
Media yang paling efektif untuk belajar angka adalah benda konkret atau nyata yang dekat dengan keseharian anak. Benda-benda ini bisa berupa peralatan makan, makanan yang biasa dikonsumsi (seperti biskuit), balok susun, hingga barang belanjaan. Penggunaan benda nyata sangat efektif karena di usia dini anak belum mampu memahami lambang bilangan secara abstrak, sehingga mereka butuh visualisasi fisik sambil bermain.
Referensi:
Developing Early Numeracy Skills - Raising Children Network. Retrieved on July 17th 2026, from https://raisingchildren.net.au/babies/play-learning/learning-ideas/early-numeracy
Develop Early Numeracy Skills in Early Years school - LPE Ho Chi Minh. Retrieved on July 17th 2026, from https://www.lpehochiminh.com/en/numeracy-skills/
Building Math Skills - Everyday Activities - Montessori Academy. Retrieved on July 17th 2026, from https://montessoriacademy.com.au/building-basic-math-skills-through-everyday-activities/
Numeracy in Early Childhood: A Montessori Perspective - Montessori Academy. Retrieved on July 17th 2026, from https://montessoriacademy.com.au/numeracy-in-early-childhood/
Murtagh, E. M., Sawalma, J., & Martin, R. (2022). Playful maths! The influence of play-based learning on academic performance of Palestinian primary school children. Educational Research for Policy and Practice, 21, 407–426. https://doi.org/10.1007/s10671-022-09312-5
LOUW, J., & CLAASSENS, H. (2024). Enhancing Mathematical Skills of Learners in the Early Childhood Phase Through Play-Based Learning: A Review of Literature. Journal of Education and Learning, 14(2), 172. https://doi.org/10.5539/jel.v14n2p172
How to Build Your Child’s Numeracy Skills from Birth to Grade 2 - Victorian Government. Retrieved on July 17th 2026, from https://www.vic.gov.au/how-build-your-childs-numeracy-skills-birth-grade-2